
****
Motor sport Ninja milimika kini memasuki perkarangan sekolah, lalu memarkir motornya di daerah paling ujung.
Ribuan pasang mata aneh ke arah mereka
"Eh kesambet apa tuh bad boy"
"Iya, tuh, kok hari ini datang cepat"
"Siapa tuh cewek, kok datang bareng idola gue"
"kegatelan banget tuh cewek, pake nempel-nempel dengan Mika gue"
"mampus tuh, cewek, pasti bernasib sial"
"bisa Jadi berita hangat nih"
Silvi langsung beranjak turun dari motor Mika, kemudian langsung melepaskan helmnya,
"Kak lo cowok Most Wanted, ya, di sekolah" tanya Silvi seraya memberikan helmnya kepada Mika
"eh,iya, emangnya kenapa" jawab Mika yang baru melepaskan helm full face nya
__ADS_1
"Bahaya dong gue, kalo lo cowok most wanted"
Mika mengerutkan keningnya
"Kok bahaya"
"Ish, lemot amat sih otak Lo kak, kalo gini gue nggak percaya deh, kalo lo, tu, cowok most wanted"
"masak lo nggak percaya sama kakak lo sendiri sih, emang bahaya apaan sih, seharusnya kan lo bangga punya abang most wanted"
"huuf" silvi menghelai napas panjang.
"kak, memang benar kata lo, seharusnya gue bangga, punya kakak most wanted, tapi karena apa? Karena banyak temen. kak, gue nggak perlu banyak temen, untuk apa banyak temen kalo nyatanya mereka bermuka dua" jelas Silvi panjang lebar, sementara Mika hanya tertegun dengan penjelasan Silvi.
Ia tidak menyangka bahwa adiknya berpikiran sejauh ini, sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu adik tirinya ini
"Dan lagi, mereka pasti nggak tau kalo gue itu adik lo, pasti mereka ngira kalo gue ini pacar lo" sambung Silvi
Silvi kali ini benar-benar kesal, kenapa ia punya kakak yang otaknya lemot kayak mika sih
"ah, udah deh, nggak usah di sambung lagi, pusing gue ngomong sama lo, yang ada gue ketularan bodoh lo deh"
"yeee, itu aja marah"
Bukannya menanggapi perkataan mika, tapi, Silvi langsung melangkah pergi meninggalkan Mika di belakang.
__ADS_1
"lo tenang aja, selama gue masih ada di dunia ini, gue bakalan nge-lindungi lo, apa pun bahaya nya" ucap Mika yang kini sudah ada di samping Silvi.
Silvi yang mendengar perkataan Mika tersebut, pun, jadi terharu, ia tidak menyangka bahwa kakaknya itu bisa berkata seperti itu.
"um, origatou ne, oni-chan (um, makasih, ya, kk)" jawab Silvi sambil tersenyum hangat kepada mika.
"kochira koso, Silvi-chan (sama-sama Silvi)" jawab Mika yang mengikuti ala jepangan Silvi.
Mika dan Silvi kini, sudah sampai didepan ruang guru.
"masuk gih, nantik gue samperin lo dikelas" ucap Mika yang baru mengangkat suaranya untuk memecahkan keheningan.
Silvi hanya mengangguk kecil perkataan Mika, kemudian langsung melangkah masuk. tiba-tiba sebelah tangan Mika mencekal tangan Silvi.
" kalo ada yang gangguin lo, biar gue tamatin riwayat tu orang"
"um....." angguk Silvi lalu langsung melangkah masuk.
setelah mengantar Silvi ke ruang guru, Mika yang tadinya berniat langsung ke kelas, tapi niatnya itu tertahan saat melihat sekumpulan murid sedang mengerumuni mading sekolah. Rasa penasarannya yang begitu besar sehingga mengalahkan niatnya tadi, Alhasil rasa penasaran itu membuat Mika sekarang berada di tengah\-tengah kerumunan itu betapa kagetnya Mika melihat info yang ada di depan mading.
"Ck, paparazi sekolah bekerja dengan cepat ya, padahal kejadiannya tadi pagi, tapi sekarang udah ada udah jadi gosip hangat" gumam Mika pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Tiba\-tiba ponselnya berbunyi sebagai tanda, bahwa ada sebuah notifikasi masuk, tangannya pun langsung mengambil handphonenya yang ada di saku celana, memang benar ada sebuah notifikasi berita yang masuk di ponselnya.
"ck, bahkan di grup sekolah pun udah masuk" kemudian Mika mematikan ponselnya lalu langsung bergegas pergi.