Ice girl vs bad boy

Ice girl vs bad boy
Chapter 7


__ADS_3

«dalam suatu kisah, sangat banyak menyimpan rahasia, bahkan pemilik kisah ini pun tidak mengetahui rahasia tersebut»


°°°°


dring..... dring..... dring.....


Bel pulang sudah berkumandang, membuat seluruh murid di SMA National High bersorak gembira.


sama halnya dengan kelas XI IPS 1, mereka awalnya lesu tiba-tiba mendadak jadi semangat. bahkan guru yang sedang mengajar dikelas tersebut hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah para muridnya.


Silvi dan Yora jalan berlawanan arah dari siswa lain, mereka memang tidak masuk pelajaran tadinya, akibat dihukum oleh guru karena terlambat masuk. awalnya mereka dimaafkan oleh guru karena terlambat masuk tapi saat di kelas pada jam pelajaran terakhir yaitu pelajaran ppkn yang dipegang oleh pak nardi~guru ter killer di sma nasional high~mereka berdua membuat keributan. Ralat, sebenarnya Yora yang membuat keributan dengan teriakannya karena Silvi memberitahukan berita mengejutkan baginya, mungkin jika seluruh siswa national high mendengar berita itu juga akan berteriak seperti dirinya.


akibatnya mereka membuat pak nardi murka, sehingga menyuruh mereka keluar. alhasil, mereka menghabiskan waktu di kantin.


karena tadi saat di kelas Silvi sudah menjawab pertanyaan Yora mengenai hubungannya dengan Mika, yang bahwasanya Silvi dan Mika adik-kakak.


karena silvi juga seorang manusia, jadi silvi juga memiliki sifat kepo oleh karena itu Silvi juga bertanya kepada Yora mengenai hubungannya dengan salsa~si ketua osis~saat silvi menanyakan hal itu tiba-tiba terbesit di pikiran Yora kalau dia memberitahu hubungannya dengan salsa, silvi pasti juga akan berteriak kaget.


oh mungkin akan menjadi rezeki baginya bisa melihat silvi terkejut, Yora mungkin bisa membeberkan ke publik mengenai reaksi terkejut Silvi atas informasi yg ia sampaikan, lagian Silvi kini sudah menjadi tren topic di sekolah mereka karena aksi dan sikap dingin Silvi, berita yg ia post pasti banyak yang like,


tapi hasilnya tidak semanis imajinasi nya, ketika Yora menjawab bahwa mereka sepupuan, karena bokap yora dengan nyokap salsa adik kakak, Silvi hanya menjawab dengan ekspresi santai "oh... cukup mengejutkan" sepertinya sangat sulit bagi Yora untuk melihat Silvi terkejut.


Di dalam perjalanan kembali ke kelas, Silvi dan Yora bertemu dengan Leo dan stevan entah karena kebetulan atau apa, Silvi dan Yora berhenti, begitu juga dengan Leo dan stevan.


"sekedar mengingatkan hukuman lo, disuruh bersihin semua koridor selama seminggu" kemudian Silvi pun pergi meninggalkan mereka berdua kemudian disusul dengan yora, Leo yang awalnya terdiam mematung tiba-tiba tersadar, lalu berbalik


"SEMUA KORIDOR, mau bunuh gue ya" teriak Leo dengan suara naik beberapa oktaf, tapi sayangnya teriakan Leo tidak ditanggapi oleh Silvi.


Stevan yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka pun mengungkir sebuah senyuman lalu menepuk kecil pundak Leo sambil berkata "fighting bro" lalu langsung melesat pergi meninggalkan Leo.


Leo pun membalikkan badannya lagi "lah lo kok ninggalin gue, bantuin gua napa" mungkin keberuntungan tidak berpihak padanya kali ini.


selepas mengambil tas di kelas Silvi dan Yora pun bergegas keluar. saat di pintu utama keluar sekolah Yora mendapati supir pribadinya telah menjemputnya, awalnya Yora menawarkan tumpangan kepada Silvi, tapi Silvi menolaknya secara halus, dengan alasan dia bisa pulang dengan Mika.


well, Yora menerima alasan Silvi, lagian Mika juga kakaknya Silvi.


Silvi berjalan ke parkiran, dari arah kejauhan Silvi melihat Mika yang tengah berkumpul dengan teman-temannya, Silvi memilih menunggu Mika daripada menghampirinya, Silvi duduk di salah satu kursi panjang yang tersedia di dekat parkiran.


Silvi memilih menunggu Mika karena wifi sekolah dapat menjangkau sampai area parkiran jadi dia bisa memanfaatkan kesempatan ini buat men-download anime terbaru.


di tempat Mika, Mika sibuk mambaur dengan teman-temannya mereka tampak membahas sesuatu

__ADS_1


"lo mik ya, ada pacar baru, kagak bilang bilang, nggak asyik lo ah" celutuk Navin dengan wajah bodohnya


"lha, kapan gua punya pacar, gebetan aja kagak ada" "tega bener lo mik, Silvi kan pacar lo, masak lo kagak akuin dia" sambung salah satu teman mika yang bernama dani.


aah, Mika lupa rupanya teman-temannya belum mengetahui kalau Silvi itu adalah adiknya, lagian mereka juga tidak hadir dalam pernikahan nyokap bokap mereka kecuali Daffa


"jangan lupa pj mik" sambung Navin lagi


"kalian mau pj, sono minta sama bokap gue, jangan sama gue"


"kok sama bokap lo, kan elo yang jadian"


"jangan-jangan Silvi jadian sama bokap lo...."


PLETAK...


belum habis Navin menyelesaikan perkataan bodohnya tiba-tiba sebuah jitakan mendarat di atas kepalanya, "aduh sakit Mik, tega bener lu" ucap Navin sambil mengusap pelan kepalanya


"eh pak, bodohnya jangan di pelihara napa!" kali ini mika benar-benar kesal dengan Navin, seenak jidatnya berasumsi bahwa Silvi jadian dengan bokapnya. kalau bukan Navin sahabatnya, mungkin Mika sudah melemparnya ke planet pluto sana.


"lo pada kayaknya susah banget ya move on dengan si bodoh" Daffa yg sedari tadi hanya terdiam mendengar percakapan mereka, kini mulai geram melihat tingkah absurd kedua sahabatnya itu, sehingga dirinya memutuskan untuk ikut serta dalam percakapan itu.


begitu juga dengan Stevan, dan Ricky~salah satu teman dari komplotan mika, yg termasuk dekat dengan Mika~mereka berdua memang tidak ikut serta dalam percakapan absurd itu, tapi mereka berdua hanya menyumbangkan tawa dalam percakapan itu, Leo? dirinya kini sedang sibuk berkutat dengan pel dan sapu untuk membersihkan koridor, tapi kenapa mereka tidak membantu Leo? kalau mereka bantu, maka siap-siap Leo mendapat tamban hukuman dari sang ketua OSIS


sementara Mika hanya menatap Daffa dengan pandangan yang seakan-akan berkata "good job Daffa"


Navin dan Dani melongo tak percaya dengan perkataan Daffa, lalu keduanya hendak menatap Mika untuk memberkan penjelasan, saat mata mereka sudah sepenuhnya mengarah ke tempat Mika, keduanya pun dibuat terkejur lagi akibat tidak menemukan keberadaan Mika


rupanya Mika sudah melesat pergi dengan motor ninjanya


"woi mik, lo belum jelasin ke kita" teriak Navin dan dani bersamaan.


tapi sayangnya teriakan mereka hanya di respon dengan lambaian tangan Mika, saat Mika memberhentikan motornya di depan Silvi, setelah Silvi naik, mereka pun melesat pergi.


"yang sabar ya vin, dan" ucap Daffa, Stevan, dan Ricky beriringan sambil meninggalkan Navin dan Dani


*****


Motor ninja milik Mika kini sudah memasuki perkarangan rumah milik keluarga Pratama, rumahnya.


Silvi turun dari motor Mika lalu langsung melesat masuk ke dalam rumah, kemudian disusul Mika setelah memarkirkan motornya di garasi.

__ADS_1


"Assalamualaikum" sapa mereka saat memasuki rumah


hening. tidak ada sahutan sapaan mereka, kemudian keduanya pun saling memandang Mika, menaikkan kedua bahunya sebagai tanda bahwa dirinya juga tidak tahu, Silvi menghela nafas panjang.


"gue naik" ucap Mika sambil berjalan ke arah tangga, Silvi memandang punggung Mika sampai menghilang dari jangkauan matanya. setelah Mika menghilang Silvi pun langsung melangkah ke dapur


mata Silvi menangkap sosok wanita paruh baya yang tengah memasak dengan pakaian celemek melingkar di badannya


"bik..." panggil Silvi


wanita paruh baya yang diketahui Silvi sebagai pembantu di rumahnya. wanita itu tampak terkejut mendengar panggilan Silvi kemudian langsung menghadap Silvi


"eh non Silvi, sudah pulang y?, maaf non bibik nggak jawab salam Non, gak kedengeran tadi"


"Iya enggak apa-apa bik, nggak usah dipikirin, oh ya bik Bunda mana" tanya Silvi sambil celingak-celinguk mencari keberadaan bundanya "itu...tadi Nyonya temanin Tuan ke kantor katanya ada rapat mendadak"


Silvi hanya bermanggut-manggut mengerti dengan mulut sedikit memocong ke depan membentuk huruf o


"bik, boleh minta tolong nggak"


"boleh, emangnya apaan non?"


"buatin jus alvokad bentar bik"


"siap non" jawab bik rantih sambil mengacungkan jempolnya "ya udah, kalau gitu Silvi naik dulu ya bik" "Oke non" keduanya pun langsung melanjutkan kegiatan masing-masing


sesampai di kamarnya, Silvi pun langsung menggantikan pakaiannya, karena merasa gerah Silvi pun langsung memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dulu.


Silvi keluar dari kamar mandi dengan pakaian sudah melekat di tubuhnya, Silvi memakai celana jeans pendek dengan baju kaos polos berwarna pink cerah. rambut tampak basah ia pun segera mengeringkannya dengan hairdryers. setelah cukup kering Silvi pun menghempaskan tubuhnya ke kasur, tiba-tiba dirinya teringat akan sesuatu


tangan Silvi bergerak mengeluarkan sesuatu dari dalam bajunya itu adalah kalung, kalung yang selama ini ia sembunyikan dalam bajunya, Silvi menatap einstein ke arah kalung itu. "kata bunda lo itu orang penting bagi hidup gue, tapi kenapa gue ga ingat lo"


"sebenarnya lo itu siap sih"


*******


***hai guys, lama ga ketemu y, author kangen nih!


dah lama author ga up date, author mintamaaf y, tapi sesuai janji author kemaren, untuk kedepannya nanti author bakal seringin untuk up, tp bukan berarti up nya sehari 1 y😅, author bukan robot, author jg ada kerjaan, dan jg author harus fokusin belajar buat UNBK


mungkin nanti author up nya dua hari sekali ataupu. tiga hari sekali,

__ADS_1


sekali lagi author minta maaf y atas terlambar up kemaren,😔🙏


author mau minta vote dan komen lah, kalo kalian ga mau komen gpp jg, kalian bisa tekan vote aja, tolong y😊😉, sampai ketemu di chapter berikutnya bye bye***.


__ADS_2