Ice girl vs bad boy

Ice girl vs bad boy
chapter 8


__ADS_3

«kalau udah jodoh, kemana pun lo pergi, pasti ketemu juga»


*****


TingTong.....


bel di kediaman Pratama berbunyi, menandakan ada tamu yang berkunjung.


bik Rantih yang sedang mebawa nampan berisi jus alvokad milik Silvi pun cepat-cepat menaruhkan nampan itu di atad meja tamu.


tingtong.......


"iya bentar"


bik Rantih membaka pintu bewarna coklat kayu yang besar itu. tampak dimatanya beberapa remaja laki-laki yang seumuran dengan anak sulung majikan nya.


"halo bik, kami datang lagi, kangen gak sama Navin?" serbu Navin setelah pintu kediaman Pratama di buka oleh pembantu kediaman itu, bik Rantih.


"nggak. ngapain kesini, mau nyusahin saya, kamu" jawab bik Rantih dengan nada sarkastik. mendengar jawaban dari bik Rantih sontak Navin jadi mayun, dan teman-temannya pun menertawakannya.


"bibik kok gitu sih, ada tamu itu harus dihormati bik"


"iya, tapi kalo tamunya model kamu, itu mah ngak pake dihormati" ucap bik Rantih yang masih setia dengan nada sarkastiknya. Navin makin bertambah mayun, teman-temannya pun makin menertawakannya


"lo vin ya, udah kehabisan cewek apa, sampe-sampe bik Rantih lo godain juga"


"play boy kelas kakap lo"


"ga ada kerjaan bener lo vin"


"duh, lapor sama nyokap-bokapnya gih, biar di ruqyah-in bentar"


kira-kira begitulah ejekan dari teman-temannya untuk Navin.


Navin yang tengah mayun sendiri, tak sengaja matanya menangkap sebuah jus alvokad yang ada dibelakang bik Rantih. spontan manik matanya berbinar-binar. "bik, bibik tau aja ya, kalo Navin lagi haus, makasih ya bik" ucap Navin lalu, langsung menyelonong masuk tanpa disuruh.


"eh, jangan diminum, itu punya non Silvi, kalo mau sono ambil di dapur" cegah bik Rantih sambil merebut jus alvokad itu dari tangan Navin. Navin yang tadinya berbinar-binar kini mayun lagi.


"kalian kalo mau nyariin den Mika, den Mika nya ada di kamar, bibik naik dulu ya, soalnya bibik mau nganterin jus ini ke non Silvi"

__ADS_1


"sip bik" sahut mereka kompak yang tak lain Daffa, Stevan, Ricky dan Leo. Navin? jangan tanya lagi, dirinya masih mayun tak jelas.


di perjalanan ke kamar Mika, Leo bergumam dengan nada kecil, jadi tidak membuat teman-temannya yang lain dengar, kecuali Stevan. karena jarak Stevan lah yang paling dekat dengannya. "kayaknya nama Silvi populer kali ya, soalnya akhir-akhir ini gue nemuin orang dengan nama Silvi melulu"


Stevan yang mendengar ucapan Leo pun melirik kesal kearah Leo. "kok gue punya temen yang gini amat ya, si amat aja kagak" batin Stevan. sepertinya berteman dengan Leo cukup menguji kesabarannya.


*****


setelah nge-ladenin si playboy Navin. kini bik Rantih sudah berada di depan pintu kamar Silvi sambil memegang nampan berisi jus itu.


tok tok tok


"non..?" panggil bik Rantih sambil mengetuk pelan pintu kamar Silvi dengan sebelah tangannya. tak lama kemudian terdengar sahutan dari dalam kamar. "iya bik, masuk aja, nggak kekunci kok."


sejurus kemudian, bik Rantih pun membuka pintu kamar Silvi. tampak Silvi yang tengah membaca buku di atas ranjang. "ini non, jusnya" ucap bik Rantih sambil menyodorkan segelas jus alvokad.


"oh iya bik, makasih ya" tangan Silvi bergerak untuk mengambil Jus itu, kemudian menaruh di atas nakas. "ada tamu ya bik?" tanya Silvi selepas menaruh jus di atas nakas. "sebenarnya nggak bisa dibilang tamu lagi sih, soalnya mereka udah kayak Jin langkung aja pergi tak diundang pulang tak diantar" jawab bik Ratih yang tampak kesal dengan salah seorang dari mereka yaitu Navin. Silvi tertawa kecil mendengar perkataan bik Rantih


"Bibik ada-ada aja, emang siapa sih" tanya Silvi yang mulai penasaran, "itu non, kawannya di si aden" Silvi hanya bermanggut mengerti dengan mulut membentuk huruf O. "Yaudah kalau gitu Bibik mau lanjutin pekerjaan dulu ya Non" pamit bik rantih. "iya bik"


setelah bik rantih pergi, Silvi pun melanjutkan aktivitas membaca buku pelajaran Ekonominya.


*****


"HELLO MIKA, NAVIN IS COMING"


Mika yang tadinya tengah main PS kini tidak bisa bermain lagi PS-nya. karena, akibat teriakan Navin membuat stik PS-nya terlempar tak tahu kemana, dan sekarang game di game di PS-nya pun game over.


Mika terkejut setengah mati. "Allah hu akbar, itu mulut apa toa sih, pekak gendang telinga gue" ucap Mika kesal. Navin hanya membalas dengan cengesan yang diterbitkan oleh mulutnya dengan muka tak berdosa. Mika hanya menatap sinis ke arah Navin, kemudian Daffa mengangkat suara dengan maksud melerai mereka berdua "udah-udah nggak usah pada berantem, kayak anak kecil aja lo pada"


kini mereka berlima sudah memasuki kamar Mika setelah melerai Mika dan Navin. "ada yang kurang, si Dani mana" tanya Mika yang mulai menyadari kalau mereka datangnya tidak lengkap seperti biasa "katanya dia nggak bisa pergi karena ada acara keluarga mendadak" Jawab Leo yang mulai mengangkat suara. Mika hannya merespon dengan mulut membentuk huruf O.


Leo dan Navin duduk di sofa yang tersedia di kamar Mika, sementara Mika, Dafa dan Stevan duduk di ranjang. "Oh ya, yo gimana tadi bersin koridornya" tanya Mima lagi. "gimana apanya bang. mau mati gue rasanya, lu bayangin aja deh dengan sekolah kita gedenya semana" sontak mereka semua tertawa saat mendengar jawaban dari Leo. Leo mendengus kesal dia sudah menebak pasti mereka akan menertawakan nya.


"yang sabar aja yo, ini cobaan" dukung Daffa. "tapi bagusan juga kalo lo mati, nanti fans lu berpindah ke gua deh"


Pletak... Navin meringis pelan saat sebuah jitakan mendarat halus di kepalanya, sepertinya hari ini kepalanya menjadi korban jitakan dari teman-teman nya. "enak aja lu nyuruh gua mati, lu aja yang mati sana" kesal Leo. "maaf Beb, aku kan Enggak maksud, cuma bercanda kok" mereka mendengar ucapan Navin yang alay bin lebay pun tertawa terbahak-bahak tapi tidak dengan Leo, dirinya sudah kesal setengah mati.


Leo bangkit lalu berjalan mendekati lemari persediaan cemilan Mika yang berada di samping PS, lalu membukanya. kosong, itulah yang dilihat Leo. Mika yang sedari tadi sudah menghentikan tawanya pun berkata "mau cemilan?, di dapur ambil di kamar gue udah kehabisan stok nya"

__ADS_1


sesuai perintah Mika, Leo pun keluar dari kamar Mika dan menuju ke dapur. kini orang di kamar Mika hanya tinggal lima orang, yaitu. Navin, Stevan, Ricky, Daffa dan Mika. kemudian navin menantang Stevan main PS dan Stevan pun menyetujui ajakan Navin. sedangkan Ricki tengah mengotak-atik laptop Mika. Mika mengizinkan Ricky mengotak-atik laptopnya karena Ricky adalah seorang hacker handal.


dan sekarang hanya tinggal Daffa yang bisa Mika ajak bicara. "Daff pernikahan nyokap-bokap gue dipercepat jadi minggu ini, lo dan yang lain bisa datang kan?"


"bisa, tapi kenapa dipercepat?" tanya Daffa balik "tadi gue baru aja dapat pesan dari bokap, katanya pesta dipercepat karena bokap ada urusan bisnis di Singapura"


"oh gue usahain datang kok".


"Thanks bro"


*****


di dapur Leo sudah mengambil beberapa cemilan untuk dimakan, kemudian dia pun langsung bergegas kembali ke kamar Mika. dan pas di tangga Leo bertubrukan dengan seseorang. "aduh" ringis mereka berdua.


merasa familiar Leo mengadahkan kepalanya menghadap ke seseorang itu "elo" Leo menunjuk seseorang itu, Leo kenal seseorang itu. bagaimana mungkin Leo bisa melupakan seseorang itu, dia adalah orang yang telah mempermalukan dirinya dalam duel silat.


Silvi pun mengadakan kepalanya menghadap ke arah Leo. Silvi mengerutkan keningnya "ini orang kok ada di sini" batin Silvi. "lo ngapain di sini, mau nge-maling rumah orang lo" tuduh Leo "perasaan waktu dia nantangin gue nih orang kelihatan pinter Lah ini kok bodoh ya pakai banget lagi" batin Silvi lagi.


Silvi yang merasa kesal dengan tuduhan Leo, langsung segera menjawab "hei, seharusnya gue nanya ke lo,


ngapain lo di sini, mau nge-maling makanan gua lo"


"enak aja lo nuduh-nuduh gua, emang lu siapa" kini terjadilah pertengkaran adu mulut antara mereka. Silvi sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, sehingga membuat Leo sedikit mundur ke belakang. "eh pak, seharusnya gue yang nanya ke elo. lo itu siapa" kesal Silvi "gua, gua ini temannya pemilik rumah ini" jawab Leo dengan sedikit menunjuk dirinya sendiri. "cuman temen, nih denger ya buka telinga lo. Gua ini NONA besar di rumah ini!." jawab Silvi dengan sedikit menekan kata 'nona'


Leo tampak terkejut dengan pernyataan Silvi. "jadi dia adiknya Mika, jadi dia adiknya Mika yang Stevan cerita tadi" batin Leo. sepertinya sekarang Leo tahu, alasan tadi saat duel Mika tidak datang menyemangatinya. rupanya karena ini. karena Silvi adiknya dan hal itu membuat Mika bingung Untuk mensupport Leo atau Silvi. "heh... kenapa diam?, ga bisa jawab lagi? Makanya jangan songong lo"


pertengkaran adu mulut antara Leo dan Silvi tidak bisa dibilang dengan suara kecil melainkan dengan suara besar, sehingga terdengar sampai ke kamar Mika dan hal itu membuat Mika dan Daffa segera menghampiri mereka, tapi tidak dengan Navin, Stevan dan Ricky. karena mereka bertiga sibuk dengan dunia mereka sendiri. "apa sih lo teriak-teriak nggak lo banget deh Sil" kesal Mika yang baru sampai ke tempat mereka.


"nih kak, ada maling yang nyuri makanan gue padahal jelas-jelas di makanannya ada nama gue". kalau dalam masalah makanan. Jangan pernah berdebat dengan Silvi. Silvi tidak akan segan-segan mencincang orang yang mengambil makanannya. untuk Mika saja Silvi tidak pernah mengizinkannya apalagi untuk orang lain.


Leo mendengar perkataan Silvi pun langsung melihat kearah makanan yang diambil dari lemari dapur, dan benar saja di situ ada sebuah sticky note berwarna biru muda dengan tulisan 'punya Silvia zahra Pratama'. memang terkesan berlebihan, tapi begitulah Silvi.


sifat Silvi memang dingin tapi dia memilika porsi makan yang lumayan banyak. sementara Mika sudah kesal bukan main. Mika menepuk jidat dengan sebelah tangannya "Astagfirullah Silvi" geram Mika


"cuma karena makanan lo teriak-teriak"


*****


***hai guys ketemu lagikita, maaf ya kalo menurut kalian telat up nya, bukannya author ga tepati janji, tapi kerena akhir-akhir ini author harus bantu kakak author yang mau nikah, jadi sebagai seorang adik yang baik author juga bantu-bantu😅. maaf ya jadinya author jd telat up sekali lagi author. minta maaf 🙏🙏.

__ADS_1


guys boleh minya like and comant nya gak, boleh ya. kasian nih author nya. boleh y, please🙏🙏🙏***


__ADS_2