Ice girl vs bad boy

Ice girl vs bad boy
Chapter 5


__ADS_3

«lo nantang, gue ladenin. jangan kira gue takut sama lo»


°°°°


Di lapangan olahraga tampak penuh dengan para siswa yang tengah berkumpul disana.


para siswa yang berkumpul disana dengan satu tujuan, yaitu melihat duel antara Silvi dan Leo.


sangat jarang bagi mereka melihat wakil bad boy itu ber duel dengan seseorang, ini merupakan kesempatan langka bagi mereka.


di samping kiri yang hampir mendekati tengah tengah lapangan, tampak Silvi yang sudah siap dengan perlengkapan silat nya, dengan baju putih khas silat yang iya pinjam dari klub silat, dan berambut lurus ikal bawah nan panjang miliknya di gerai bebas, sehingga menambahkan kesan manis baginya.


sama halnya dengan Silvi, Leo pun sudah siap dengan perlengkapannya.


di tempat para siswa yang berkumpul disana sebagai penonton, tampak Mika, Daffa dan para komplotan nya di sana.


Mika memandang khawatir ke arah Silvi, iya takut kalau terjadi apa-apa terhadap Silvi.


terlebih lagi lawannya adalah Leo, salah satu orang jago silat dalam kelompok yang dipimpin oleh nya, dan lagi, Leo juga salah satu sahabatnya karibnya,


ini membuatnya bingung untuk mendukung siapa Leo atau Silvi.


kini perasaan khawatir telah memuncak sehingga Mika memutuskan untuk menghampiri Leo, tiba-tiba tangan Daffa mencekal pergerakan Mika melalui tangannya.


"mau kemana lo"


"ke tempat Leo, gue mau bilang jangan terlalu serius buat ngadepin Silvi"


"emang cara lo ini bisa buat silvi senang, Mik lo itu kakaknya, seharusnya lu harus lebih tau kalau Silvi itu tipikal orang gimana"


Mika terdiam, dalam hati ia membenarkan perkataan Daffa. berkat perkataan Daffa, Mika pun menghentikan niatnya itu dan kembali menjadi penonton.


mata Mika pun beralih menatap kearah Silvi


"lha, tu anak rambutnya kok malah di gerai?"


jujur kali ini Mika kesal dengan Silvi, padahal silvi tahu kalau dia saat ini tengah ber duel dengan seorang bad boy tapi kenapa Silvi malah menggeraikan rambutnya.


"tenang, mungkin silvi ada rencana" kata dafa yang berusaha menenangkan Mika.


"gimana bisa tenang, lo lihat deh gimana kelakuan dia"


sebagai seorang kakak Mika memang berhak meng-khawatirkan Silvi, Mika juga ingin percaya kepada adiknya itu tapi, melihat kelakuan Silvi membuatnya ragu.


"kok gue merasa pernah liat ya, tuh cewek" kata seseorang dari komplotan Mika yang bernamanya Navin,


kini pandangan Mika, Daffa, dan para komplotan yang lain pun tertuju ke arah Navin


"yeee, lu mah emang gitu, asal ketemu cewek cantik emang selalu merasa pernah lihat gitu" kata seorang dari komplotan mereka yang mulai membuka mulut.


"tapi ini beda, gue merasa pernah lihat dia gitu di tipi-tipi"


Navin memang memang terkenal playboy kelas kakap, bahkan jumlah mantannya sudah tidak bisa dihitung dengan jari, dan hampir rata rata ucapannya itu hanyalah sebuah lelucon


tapi berbeda dengan kali ini, kata-katanya yang tadi memang keluar dari perasaannya, perasaan pernah lihat cewek itu


"yakin lo" tanya Daffa memastikan


"iya yakin Daf, gue merasa kayak pernah lihat dia gitu"


Daffa hanya bermanggut-manggut mengerti, memang benar sih kata Navin,

__ADS_1


waktu awal dia ketemu dengan Silvi di pernikahan nyokap bokap mereka, Daffa memang merasa pernah melihat silvi.


kini pandangan mereka kembali menghadap ke arah Leo dan Silvi, mereka berdua sudah siap sepenuhnya.


tiba-tiba silvi mengangkat suaranya


"gue mau ajuin persyaratan, kalau gue menang lo harus berhenti menindas para adik kelas..." Silvi menghentikan ucapannya kemudian melanjutkan kembali ucapannya.


"...dalam peraturan sekolah setiap murid dilarang membuat keributan dan barangsiapa yang melanggar akan dikenakan sanksi, karena duel ini nggak resmi, jadi siapa yang kalah dia harus menanggung sanksinya"


kemudian silvi tersenyum mengejek kepada Leo. Leo pun menyetujui persyaratan Silvi sambil membalas senyuman mengejek Silvi


"oke"


seluruh murid yang menentang menonton duel ini pun menatap dengan ketakutan ke arah mereka, bahkan Mika dan Daffa pun begitu,


mereka berdua meneguk saliva nya dengan kasar, bagaimana tidak, pemandangan di depan mereka sangat menakutkan keduanya tampak saling merendahkan


"kok gue merasa aura di lapangan mulai berbeda ya" ucap Navin tanpa mendapat respon dari teman-temannya.


sama halnya dengan Mika, Daffa dan barat komplotan yang lain, Yora yang menjadi wasit di acara dua ini pun membuat bulu keduknya secara tiba-tiba berdiri.


aura di lapangan benar-benar sangat dingin.


tapi berbeda halnya dengan stevan, ia tidak merasakan aura dingin dari lapangan itu.


tiba-tiba sekelebat ingatan masa lalu kembali hadir dalam otaknya, ingatan saat dimana Leo nantangin si dia sama halnya seperti sekarang.


sejurus kemudian, ada satu pertanyaan yang berhasil lolos dari bibir tipisnya itu.


"sebenarnya, lo itu siapa sih sil?"


°°°°


se jurus kemudian, mereka berdua pun menyiapkan kuda-kuda mereka, setelah menyiapkan kuda kudanya, Silvi sama sekali tidak menyerang Leo.


seluruh penonton terheran-heran dengan sikap Silvi, padahal Silvi mempunyai kesempatan untuk menyerang Leo,


tapi kenapa silvi tidak maju untuk menyerang?


apakah silvi tidak tahu bahwa dirinya memiliki kesempatan untuk menyerang Leo?


ada setumpuk pertanyaan yang tidak bisa terjawab dalam benak penonton.


Leo yang melihat Silvi tidak langsung menyerang nya, pun langsung mengambil kesempatan menyerang Silvi.


saat hendak menyerang, tak sengaja Leo melihat silvi tersenyum sedetik, dan pas tinjuan Leo hampir mendarat di tubuh Silvi,


dengan cepat Silvi menghindar dari tinjuan Leo.


dan disaat yang sama, tiba-tiba kepalanya sedikit merasakan nyeri,


di dalam otaknya tiba-tiba tergambar seorang lelaki kecil hendak menyerang perempuan kecil, entah kenapa situasi dalam gambaran otaknya sangat sama dengan situasi yang sekarang silvi hadapi.


dan akibat rasa nyeri pada kepalanya, membuat silvi gagal menghindar dari tinjuan Leo dengan sempurna.


akibatnya tinjuan Leo mengenai ujung rambutnya, sehingga membuat ujung rambutnya sedikit berantakan.


para siswi perempuan yang menonton pun berteriak histeris, tapi ada juga sebahagian mereka tersenyum puas.


"rasain tuh"

__ADS_1


"makanya jangan sok sok-an"


"sok berlagak jadi pahlawan aja lo"


"rasain tuh, makannya jangan ke gatel kegatelan buat deketin Mika gue"


hampir rata rata, sorak-sorakan pedas itu berasal dari cabe-cabean sekolah nasional high.


dan mereka yang menyorak-nyorakan pedas pun segera mendapat pelotokan tajam dari Mika.


°°°°


"muka cantik, rambut di gerai, muka cantik, rambut di gerai..."


mulut Navin sibuk berkomat-kamit bagaikan baca mantra, dan membuatnya di tatap aneh oleh para teman-temannya dan Daffa.


tapi tidak sama halnya dengan Mika, dirinya masih sibuk menatap einstein ke arah lapangan.


"lo kenapa sih, kayak cenayang lagi baca mantra aja"


"GUE INGAT" teriak Navin dengan suara yang tiba-tiba naik dua oktaf


"hah, maksud lo"


"dia itu, cewek yang udah menangin lomba pencak silat tingkat nasional tahun kemaren" terang Navin yang masih setengah berteriak


"APA"


"kenapa nggak lu bilang dari tadi tadi sih"


°°°°


Silvi berhasil menghindar dari tinjuan Leo, hal itu membuat Leo kehilangan pertahanan dari belakang.


dan silvi pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia langsung bertindak menahan kaki Leo, sehingga membuat Leo tersungkur.


kemudian silvi pun langsung mengunci pergerakan Leo melalui tangannya, sambil menduduki di atas punggung Leo.


sontak seluruh murid terkejut, begitu juga dengan Mika, Daffa, Navin dan para komplotan yang lain.


bagaimana tidak, leo seorang bad boy yang paling jago silat di antara komplotan Mika, bisa kalah dengan seorang si dengan seorang gadis, benar-benar kesempatan langka bagi mereka,


Berbeda halnya dengan Stevan, dia memang sempat terkejut, tapi bukan terkejut akibat kekalahan Leo, melainkan alur duel mereka sangat sama persis dengan duel Leo masa lalu.


Stevan bagaikan melihat kenangan masa lalu kembali diputar di kepalanya.


"Silvi"


tanpa sadar, satu nama yang selama ini dia pendam pun berhasil lolos dari mulutnya.


¤¤¤¤


***hay guys, ketemu lagi kita, hehehe


gimana ceritanya seru?, bagus?, menarik? ato pun jelek?, gpp kok, author kan baru pemula bukan pro, jadi kalo jelek emang wajar.


oh y guys, auhtor juga menerima kritikan kalian kok, author mau balajar dari kesalahan


terakhir guys kalo bisa jgn lupa like, komen, end suscribe (eh, iya kah tulisan nya gini. aish, kagak tau dah. abaikan😅) , author cuma mau bilang like dan komen dari kalian benar2 sangat membantu kok.


bye guys, sampe ketemu di chapter selanjutnya.😘😊😋***

__ADS_1


__ADS_2