
Diudara.
"Pyton kecil membesarlah. " Ujar Bai Chen.
pyton darah mendengar itu, memgangguk kecil, lalu pyton itu membesarkan tubuhnya kembali.
Bai Chen naik di atas kepala Pyton darah. pyton darah dan Bai Chen terbang di udara dengan tenang, menuju kerajaan cui, Sekte naga surgawi.
Tidak ada yang mengganggu mereka, setiap keduanya melewati hutan besar pasti hewan buas yang melihatnya akan kabur, ini karena tekanan garis darah pyton darah yang diambang berubah menjadi naga, dan naga adalah kaisar para hewan jadi, demon beast dengan garis darah rendah harus tunduk.
Tak terasa 5000 kilometer telah terlewati, Bai Chen dari kejauhan bisa melihat kota yang berada di domain kerajaan Cui. Kota itu terlihat besar lebih besar dari kota Zhen. Dengan ini saja seseorang dapat tahu bahwa kerajan Cui lebih makmur dari kerajaan Guo.
Bai Chen tidak turun, dia masih terbang kekota itu dengan santai. Tentu Demon Beast miliknya menarik perhatian semua orang disana, apalagi dengan Bai Chen diatasnya, itu terlihat seperti dewa abadi.
Dikota ini tidak dilarang untuk menggunakan demon beast terbang. Bahkan selain Bai Chen, terlihat sedikit lalu lalang demon beast disana.
Demon beast Pegasus, atau sejenis kuda terbang disini menjadi transportasi utama. Kota clover ini bahkan menyediakan tempat jual beli pegasus.
Selain pegasus sebagai demon beast terbang, disana sangat langka demon beast terbang lainya. Hal itu dikarenakan demon beast terbang yang dapat dipelihara dan diburu dengan mudah adalah jenis pegasus ini, tapi hal ini juga yang membuat keberadaan pegasus semakin langka, perburuan pegasus ini membuat populasi pegasus mengecil dan hampir punah.
Bahkan di kota clover ini yang dapat membeli pegasus hanya orang dikalangan berada.
Selain itu hanya menggunakan kendaraan darat. Bai Chen mendarat di tempat lapang, kedatanganya membuat kegaduhan disekitar, banyak orang berkumpul ditempat lapang itu untuk menyambut Bai Chen. Mereka memang tidak kenal Bai Chen tapi melihat kendaraanya adalah jenis pyton darah, mereka yakin bahwa Bai Chen adalah orang besar.
Bai Chen berpikir, jika didunianya mungkin ini adalah rasa ketika seseorang menaiki lamborgini atau Ferari, tapi disini bedanya dia menaiki pyton darah.
" Tuan selamat datang dikota Clover. " Ujar seorang pria tua, dengan pakaian jubah abu-abu berjenggot panjang.
Bai Chen mengangkat tanganya bak seorang bangsawan yang memerintah segalanya.
Pyton darah mengecil dipundaknya. Bai Chen kemudian berjalan menjauh dari kerumunan itu, tapi walai begitu dia masih diikuti oleh mereka.
"Sialan jika begini ini terlalu merepotkan. " gumam Bai Chen.
Bai Chen menoleh kesamping dan melihat sekilas beberapa orang yang mengiktinya.
__ADS_1
"Tuan-tuan sekalian lihat diatas sana ada gajah terbang. " ujar Bai Chen.
Mendengar itu seketika semua orang penasaran dan menoleh keatas langit, tapi ketika mereka mencari apa yang dimaksud Bai Chen, mereka sama sekali tidak menemukanya.
"tuan, dimana gajah terbang itu?. " ucap salah seorang kepada Bai Chen, tapi sayangnya Bai Chen yang berdiri tegak didepan mereka tadi lenyap seketika.
Semua orang sekarang merasa dibodohi. Mereka mengikuti Bai Chen hanya ingin menambah relasi terhadap orang kuat, supaya dapat membantu mereka dimasa depan, atau jika didunianya sebelumnya mereka menyebutnya dengan sebutan orang dalam.
"Pantas saja mc dinovel dulu selalu low profile, tenyata mereka tidak mau ribet menarik perhatian seperti tadi. " Gumam Bai Chen.
Bai Chen kemudian melihat sekitarnya, dan melihat gedung didepanya yang bertuliskan pemandian wanita surgawi.
"Ah sial, bagaimana bisa ada pemandian menakjubkan disini. Didalamnya pasti banyak wanita cantik yang sedang saling membasuh tubuh, membayangkanya benar benar membuatku gila. " ujar Bai Chen yang ingin melangkahkan kakinya kedalam, tapi kemudian dia berhenti kembali.
"Jika aku masuk, aku tidak bisa menjamin tubuhku ini akan dihajar oleh para wanita itu. Lalu apa yang harus kulakukan untuk melihatnya?. "
Bai Chen berpikir sejenak.
"Benar!!! mengintip!!!, ini adalah hal yang paling seru ketika berada dipemandian wanita." Bai Chen memindai dengan energi spiritualnya.
"Sialan mereka sudah mendahuluiku. " Bai Chen mengutuk diam diam.
Bai Chen melompat keatap dan menuju tempat tujuanya. Sesampainya ditempat tujuan Bai Chen dapat melihat 5 orang yang sedang mmendiskusikan penampilan dari wanita yang mereka lihat.
"Wah bukit little Wang ternyata lumayan besar, ku melihatnya dulu masih segenggam tangan, tapi setelah lima tahun tidak melihatnya besarnya bahkan satu genggamanku tidak bisa memenuhinya. " ujar Ling Rui.
"Tapi menurutku lebih bagus senior Ruo Xing, dia terlihat sangat besar, itu bahkan hampir sebesar kepala seseorang, dan juga tubuhnya yang indah itu, Huh siapa yang tidak ingin memilikinya. " ujar Gao Bu.
Dibelakang Bai Chen memperhatikan mereka berlima.
"hihi ternyata kalian menggunakan artefak penyembunyi aura sehingga para wanita itu tidak merasakan kehadiran kalian. " Gumam Bai Chen.
"Karena aku adalah orang yang baik maka aku akan menghilangkan kekuatan artefak itu. " Bai Chen kemudian menjentikan jarinya.
Tanpa mereka sadari, Artefak yang mereka bawa tidak memiliki fungsi sama sekali.
__ADS_1
Ketika kekuatan artefak itu menghilang, seburan persepsi spiritual itu langsung menyembur kearah mereka.
Dan yaps, para wanita di dalam pemandian wanita surgawi langsung mengarahkan pandanganya keatap yang terlihat terbuka, dan mereka melihat sosok kelima orang itu yang masih saling membicarakan tubuh
wanita.
"Pria sialan, berani sekali mengintip kami. " semua wanita itu melepaskan aura membunuh kearah kelimanya.
Sementara itu Bai Chen berada di atap gedung lain sembari melihat pertunjukan bagus.
"Saudari-saudari tahukah kamu hukuman bagi Pria yang mengintip di pemnadian ini. " kata bui Qin Zing.
"Ya, mereka harus dikebiri. " Ruo Xing menjawab.
Sementara itu kelima orang itu sama sekali tidak bisa bergerak, menghadapi tekanan yang begitu banyak mereka menjadi patung yang hidup.
Tapi setelah mendengar hukuman itu, tekad mereka langsung oulih dan mencoba pergi dari sana. Jika tidak pergi aset berharga mereka bisa hilang, jadi mereka memaksa tekanan itu agar tidak menghalangi mereka.
"Ayo kawan, ini semua demi aset kita, jika kita tidak lari, maka kita tidak akan pernah bisa mencekik aset kita lagi, dan kita juga tidak bisa menjalani kenikmatan duniawi yang sesungguhnya. " Ujar Ban Feng.
Dengan tekad yang kuat agar tidak kehilangan aset. Mereka bangkit dengan sepenuh tenaga dan mencoba kabur.
Tapi anehnya tekanan lainya membuat mereka tidak kuat dan belutut disana.
Itu tidak lain adalah tekanan milik Bai Chen yang telah mengunci pergerakan mereka.
Dalam sekejap para wanita yang sudah memakai pakaian segera
menghampiri mereka.
Dan bisa ditebak nasib mereka menjadi menyedihkan karena aset berharga mereka ditendang oleh semua wanita disana.
Membuat mereka meronta ronta kesakitan.
......
__ADS_1
BERAAMBUNGGG