
Melihat pemandangan itu Bai Chen merinding. Bagian bawahnya terlihat bergetar dan terlihat lemas.
"Wanita itu terlalu kejam. " Ucapnya bergidik ngeri. Karena tak tega melihat siksaaan itu. Bai Chen menjentikan jarinya.
Kelima orang itu yang terlihat pasrah dan meratapi nasib sambil berteriak kesakitan dengan tiba-tiba menghilang dari hadapan para wanita itu.
"Ehh... Menghilang kemana mereka?"
"Sial, padahal aku belum puas menyiksa mereka. "
"Benar, jika mereka ketahuan mengintip lagi, akan kupastikan mereka tidak akan bisa menghasilkan keturunan lagi. "
"Menyeramkan, ini benar-benar menyeramkan. "
Tujuan Bai Chen yang ingin mengintip para wanita pupus, dia tidak berani mengintip para penghancur aset ini.
Bai Chen menghilang dari tempatnya, dia fokus ketujuan awalnya lagi yaitu pergi ke sekte naga surgawi.
Jika dilihat dari peta, sekte naga surgawi tinggal 30 km dari sini. dia tidak terburu buru, Bai Chen menikmati perjalanan itu dengan santai.
Di Jalan Bai Chen melihat kerumunan orang orang yang sedang bersorak dengan ramai.
"Semoga tuan putri diberkati oleh para dewa. "
"Semoga tuan putri Bahagia. "
Mendengar sekilas Bai Chen paham penyebab keramaian itu.
Bai Chen mendekat, Tatapanya tertuju kepada para prajurit yang menyediakan makanan gratis disana.
Bai Chen tak tahu ini acara apa, jadi dia bertanya kepada seseorang disana.
"Tuan, ini ada apa?. " Tanya Bai Chen.
Seorang berbadan kekar dan tinggi sekitar 2 meter lebih itu menoleh dan menatap Bai Chen yang tingginya hanya sepundaknya.
"Tuan, anda tidak tahu. " Suara serak dan besarnya bergema ditelingai Bai Chen.
"Tentu, jika aku tahu mana mungkin aku bertanya padamu. " Bai Chen menjawab dengan mata mengernyit.
"Hari ini adalah hari pertunangan putri Cui Yu dan pangeran Ying Hua, yang ak am segera diasakan dialun alun ini. " Ujar pria kekar itu.
"Oh, jadi begitu. " Setelah tahu acara itu, Bai Chen menyeringai.
__ADS_1
Dia mendekati meja makanan yang penuh dengan kue.
"Hahaha... Makan gratis. " Tanpa rasa malu Bai Chen mulai melahap satu persatu kue.
"Hm.. Tekstur kue ini sungguh nikmat, apalagi rasa kelapanya itu, gurih dan manis." Ujar Bai Chen.
Ini benar benar rasa lapar mengalahkan rasa malu. Padahal pihak kerajaan belum memperbolehkan mereka makan, tapi Bai Chen sudah melahap hidangan itu.
Semua orang menatap Bai Chen. dari pakaian Bai Chen terlihat mahal, dan wajah tampan Bai Chen sepertinya dia dari keluarga besar, tapi bagaimana orang dari keluarga besar bisa begitu tidak tahu malu.
Bahkan Cui Yu yang berada diperon tersenyum melihat tindakan Bai Chen yang berani.
Cui Yu ini merupakan korban kerjasama antar kerajaan, dia tidak mencintai pangeran Ying Hua tapi karena pihak kerajaan memaksanya dia tidak ada pilihan lain selain setuju.
Menjadi seorang tuan putri memang impian semua orang, tapi tidak untuk Cui Yu. Karena menjadi tuan putri berarti menjadi barang atau alat tukar bagi kerajaan.
Seorang jendral mendekati Bai Chen yang sedang makan, lalu duduk disampingnya.
"Nak, kamu makan dengan cepat. " kata jendral itu.
"He pak tua, kau tidak makan. MMaanan ada untuk dimakan bukan untuk dilihat saja. " ujar Bai Chen masih fokus dengan makananya.
"Hahaha... Kau benar, aku sungguh salut dengan keberanian dan rasa tidak tahu malumu. "Ujar jendral itu menepuk pundak Bai Chen dengan Qinya.
Tapi tepukanya itu tidak membuat Bai Chen terluka atau apapun, karena bagaimanapun tubuh Bai Chen tidak bisa di lukai hanya dengan tepukan belaka.
"Pak tua, jangan mengangguku atau kau akan mati. " Bai Chen berbisik dan tersenyum.
Bai Chen kembali melanjutkan makanya.
Jendral itu mendengar bisikan Bai Chen mematung, seolah olah dia ditekan oleh gunung yang besar sehingga dia tidak bisa bergerak dan ketakutan.
Setelah beberapa menit akhirnya dia terbangun, dan pada saat ini ia menyadari sosok seperti apa Bai Chen ini.
Dengan suara lirih, jendral itu berkata.
"Tuan maafkan saya karena tidak sopan."
Bai Chen hanya mengangkat jarinya. dan kembali melahap.
Acara itu dimulai dengan meriah, semua orang bersorak senang atas pernikahan itu, tapi kecuali satu orang dan itu adalah Cui Yu.
Diperon yang sudah disiapkan dia hanya berekspresi dingin.
__ADS_1
Cui Yu adalah seorang gadis cantik, dia memiliki mata yang indah, hidung yang pas tidak terlalu mancung dan tidak pesek wajahnya seperti dewi dan kulitnya halus seperti giok, kaki putih panjangnya terlihat sangat halus dan dua bukit sombongnya yang terlihat lumayan membuatnya sangat begitu elegan.
Siapapun pasti akan tertarik padanya, bahkan Pangeran Ying Hua disampingnya melirik gadis itu setiap saat, dengan tatapan buas, seolah olah dia akan memakanya.
Tapi tak lama kemudian orang orang berjubah hitam entah datang dari mana tiba-tiba saja muncul begitu saja.
Mereka mengepung seluruh alun alun dengan pedang panjang mereka.
Didahi orang orang itu terdapat tato bulan sabit hitam, menggunakan pedang panjang dan jubah hitam. Tentu siapa lagi jika bukan perkumpulan sesad darah iblis bulan.
Pembantaian adalah tujuan mereka, dengan membantai mereka percaya bahwa dosa dunia akan bertambah cepat sehingga dapat menarik iblis bulan untuk membawa kedamaian sejati bagi mereka.
Entahlah dapat pemikiran dari mana mereka sehingga percaya dengan hal seperti itu.
Bai Chen masih tetap duduk manis ditempatnya dengan tenang.
Dia sama sekali tidak peduli dengan lalat lalat yang tidak penting itu.
"Hahaha.... Ini akan menjadi panen yang besar bagi kita, mungkin setelah membantai mereka dewa iblis bulan akan datang dan memberikan rahmat kepada kita. " ujar salah satu oramg di perkumpulan darah iblis Bulan.
"Yahahaha, kalian bisa membantai semuanya tapi tinggalkan wanita itu, aku ingin menikmatinya terlebih dahulu sebelum membunuhnya. " Ujar pemimpin perkumpulan dewa iblis bulan.
Semua orang berlarian kesana kemari, mereka ketakutan. Putri dan pangeran langsung dikelilingi oleh para prajurit.
Keamanan mereka adalah yang pertama.
"Hahaha... Apakah kalian kira prajurit bodoh seperti itu bisa menghentikan kami. " ujar perkumpulah darah iblis bulan.
"Semuanya kepung dan bunuh mereka. " Perintah pemimpin darah iblis bulan.
Perkumpulan darah iblis bulan mulai membunuh satu persatu orang, sementara itu Bai Chen masih tetap tegak ditempat duduknya, dia tidak peduli dengan pembantaian atau apapun, tapi jika mereka menganggu dirinya tentu dia akan menghancurkanya.
Salah satu dari perkumpulan darah iblis bulan melihat Bai Chen yang tenang tanpa rasa takut.
"Orang ini sepertinya meremehkan kami, maka aku akan membunuhnya supaya diakhirat dia tahu bahwa perkumpulan darah iblis bulan harus dihormati. " ujar orang itu melesat kearah Bai Chen.
Wush...
Brakk....
Meja makan Bai Chen hancur, dan meledak menjadi serpihan.
Dengan dingin Bai Chen melihat orang itu, dan menjentikan jarinya.
__ADS_1
.........
Bersambungg....