IMMORTAL GOD : BAI CHEN

IMMORTAL GOD : BAI CHEN
BERJUDI


__ADS_3

Selesai makan pai panas, Bai Chen berdiri dan berjalan kesebuah tempat bernama seribu harta. Tempat ini adalah tempat perjudian paling terkenal dikota Zhen.


Bai Chen sama sekali tidak punya uang jadi dia memutuskan untuk melakukan perjudian, dia hanya memiliki 1 koin perak dan itupun dia temukan dijalan.


Ketika Masuk tempat judi itu, Bai Chen disambut ramah oleh seorang wanita seksi dengan pakaian yang hanya menutupi bagian intimnya.


"Besar sekali. " Ucap Bai Chen tanpa sadar.


"Besar, apanya tuan. " Kata pelayan itu memerah.


"Eh, maksudku tempat ini besar. " Ujar Bai Chen mencoba mengalihkan isu.


"Tentu tuan, tempat judi ini adalah tempat perjudian paling terkenal dan besar di kota Zhen ini." Wanita itu menjelaskan dengan profesional.


"Pemilik tempat ini adalah keluarga Hu, yang merupakan salah satu keluarga besar di kerajaan Xing ini." Tambah Pelayan itu.


Bai Chen hanya menanggapi dengan anggukan.


"Tuan ingin kelantai berapa. " Tanya Pelayan itu.


"Ya aku kelantai bawah saja. " Ujar Bai Chen menatap semua meja judi dengan menyeringai.


.....


"Tuan Heng, anda sangat hebat, anda memang pantas disebut dengan Dewa judi, bahkan situ Lin yang digadang sebagai kaisar perjudian hanya anak anak dideoan anda. " Kata seorang penjilat kepada Lu Heng.


"Hahaha, aku memang dewa judi, siapapun yang melawanku pasti akan kalah. " Lu Heng terlihat sombong.


Bai Chen mendengar itu tersenyum"Baiklah biar aku lihat seperti apa yang disebut dewa judi itu. "


Mendengar ucapan Bai Chen, semua orang menoleh dan menatap pemuda tampan yang berdiri tak jauh dari mereka.


"Oh, bocah apakah kau meragukan kemampuanku. " Tanya Lu Heng.


"Memang, kau bendot tua, hanya bisa melakukan metode curang untuk mencapai kemenangan, jadi jangan sombong, sebenarnya kau sama sekali tidak tahu skil judi." Bai Chen mencemooh.


"Curang, hahaha, apakah kau punya bukti jika aku curang." Tanya Lu Heng.


"Huh, kau menaruh artefak penglihatan didalam gelas kocok dadu itu, jadi bukti apalagi yang perlu dijelaskan. " Ucap Bai Chen membuat Lu Heng tertegun, tapi dia kembali ke ekspresi normal supaya tidak ada yang mencurigainya.


"Bocah, kau jangan sembarangan bicara. Semua orang disini lihat di gelas kocok dadu itu tidak ada apa apa. " Kata Lu Heng sembari menunjukan gelas kocok dadu yang terlihat kosong.

__ADS_1


"Hehe, semua orang mungkin tidak melihatnya tapi aku melihatnya. " Ujar Bai Chen mengambil gelas dari tangan Lu Heng, dan kemudian dia menjentikan jari, disitulah terlihat benda kecil yang menempel di atas gelas kocok dadu tersebut.


"Apakah kau akan mengelak lagi pak tua. " Bai Chen menyeringai.


"Itu, pasti kau menfitnahku, aku tidak pernah meletakan itu didalam gelas. " Ujar Lu Heng mengelak.


"Pak tua, trik fitnahmu ini benar benar kuno. Menurutmu apakah aku tidak membuktikanya jika yang menaruh artefak kecil ini adalah kau. "


" Coba saja, jika memang aku yang melakukanya, aku akan memberikan semua yang aku punya padamu, dan aku akan berlari telanjang saat pulang kekediaman keluargaku. " Lu Heng terlihat percaya diri.


"Baiklah, jika itu yang kau katakan, maka bersiaplah. " Bai Chen menggenggam artefak itu, dan merasakan jiwa yang terhubung didalam artefak itu, kemudian ia menghancurkanya.


Tas...


"Arggkkkk.... "


Karena kekuatan jiwa Lu Heng yang dihancurkan dengan paksa, itu membuat dirinya kesakitan dibagian kepalanya.


"Kalian, semua bisa lihat, aku baru saja menghancurkan jiwa yang terhubung di artefak ini, dan Pak tua ini tiba tiba saja kesakitan, pasti kalian tahukan artinya apa.!!"Ujar Bai Chen.


"Cih, aku tak menyangka, jika Lu Heng ini sebenarnya hanya penipu, jika bukan karena pemuda ini, mungkin uang kita akan habis ditanganya. " Kata salah seorang pengunjung tempat judi.


"Hehe... Uang kalian memang tidak akan habis oleh pak tua idiot ini, melainkan uang kalian akan habis karena aku. " Batin Bai Chen.


"Pahlawan ini, siapa nama anda, saya Situ Lin dari keluarga Situ." Ujar Situ Lim dengan sopan.


Keluarga situ juga termasuk salah satu dari 8 keluarga besar, walaupun masih dibawah keluarga Hu, keluarga situ ini juga kuat, bagaimanapun jika suatu keluarga dicap sebagai keluarga besar maka kekuatan mereka tidak akan main main.


"Oh, aku Bai Chen dan aku adalah seorang pengelana dari jauh. " Ujar Bai Chen menjabat tangan Situ Lin.


"Ternyata adalah saudara Chen, apakah saudara Chen ingin bermain judi juga. " Tanya Situ Lin.


"Tentu, lagipula aku juga sudah punya modal untuk taruhan. " Bai Chen menatap Lu Heng yang masih terbarimg dengan wajah kesakitan, dan busa dimulutnya.


Bai Chen mengambil cincin penyimpananya, dan kemudian melucuti semua pakaian yang dibawa Lu Heng, lalu melempar tubuh Lu Heng yang telanjang dari rumah judi seribu harta.


"Tuan Chen benar benar berani, apakah tuan tidak takut dengan keluarga Lu. " Kata Situ Lin memperingatkan.


"Tidak, lagipula siapa itu keluarga Lu. " Tanya Bai Chen.


"Keluarga Lu adalah keluarga yang terbilang besar, walaupun mereka belum bisa disebut sebagai 8 keluarga besar, mereka tetap memiliki pondasi yang kokoh, selain itu anak dari patriak keluarga Lu adalah menantu dari keluarga Hu. " Ujar Situ Lin menjelaskan.

__ADS_1


"Oh, baiklah, terima kasih sudah menjelaskan, kalau begitu aku akan bermain. " Bai Chen segera duduk dan mulai melakukan taruhan dalam judi.


Dengan mata langit dan perhitunganya dalam masa depan, Bai Chen melibas habis dari berbagai permainan judi ini, bahkan bisa dikatakan bahwa Lu Heng yang curang itu hanya anak anak dimata Bai Chen ini.


Semua orang disana bergidik ngeri melihat protagonis baru ini, sembari memegang harta mereka.


Sekarang bahkan setiap orang yang akan diajak taruhan oleh Bai Chen, mereka semua mundur, takut harta mereka akan terkuras habis, Situ Lin disana bahkan tidak kalah terkejut, untung saja dia tidak bertaruh dengan Bai Chen jika tidak, hartanya mungkin akan hangus.


"Saudara Chen apakah kau titisan dari dewa judi. " Tanya Situ Lin yang masih tertegun.


"Mungkin. " Bai Chen hanya menyeringai.


Setelah puas dan tidak ada lawan lagi dari ketiga lantai rumah judi, Bai Chen keluar dengan eajah yang sumringah, Sementara itu Situ Lin dia mengekor di belakang Bai Chen.


Situ Lin adalah pria yang cukup tampan, dia adalah pria berumur 25 tahun, memang cukup muda, tapi dia dicap sebagai sampah keluarga, karena setiap harinya dia hanya lakukan untuk bermain judi, selain itu kenapa dia dicapsampah karena kultivasinya yang tidak akan pernah naik lagi.


Pada saat masih berumur 10 tahun dia dipuji sebagai jenius beladiri karena kultivasinya yang sangat cepat, tapi pada saat umurnya sudah mencapai 15 tahun kultivasinya tidak pernah bisa meningkat, bahkan para juniornya sudah meninggalkanya.


Tingkatan kultivasi didunia Wuzhu ini.


Pembentukan tubuh


Pengumpulan Qi


Pengendalian Qi


Jalan surgawi


Raja hebat


Kaisar sejati


Nirwana


Leluhur suci


Ranah pembentukan tubuh hingga ranah raja hebat memiliki 10 tingkatan, sedangkan kaisar sejati hingga leluhur suci memiliki 5 tingkatan.


.......


BERSAMBUNGGGG....

__ADS_1


__ADS_2