
"Sekte naga surgawi diwilayah kerajaan cui ya. Sepertinya cukup bagus, terima kasih saudara Lin. " Ujar Bai Chen.
"Ngomong-ngomong apakah saudara Chen ingin menjadi murid disekte naga surgawi..? " Tanya Situ Lin.
"Ya, aku ingin masuk kedalam sekte naga surgawi. Dan mungkin mulai besok aku akan kesana. " ujar Bai Chen.
"Em... Tapi kenapa saudara Chen memilih sekte yang lemah?, bukankah lebih baik masuk kesekte yang kuat?. " Tanya Situ Lin.
"Memang masuk kedalam sekte yang kuat adalah impian semua orang, namun tidak demikian denganku." Bai Chen tersenyum penuh makna.
"Huh, saudara chen, kau memang memiliki selera yang beda, aku cukup kagum denganmu. tapi dengan kekuatanmu ini aku yakin bahwa sekte itu akan segera melambung tinggi. " Ujar Situ Lin.
Bai Chen hanya menanggapinya dengan anggukanya, lalu ia memenatap tekhnik tombak yang digunakan oleh Situ Lin. Dalam pengamatanya Bai Chen melihat banyak kekurangan pada tekhnik tombak itu, walaupun dia tidak memiliki tekhnik atau jurus, Bai Chen memiliki pengalaman tempur yang banyak, walaupun pertempuranya hanya dia habiskan dengan para monster di dunia miliknya, tapi itu semua sudah cukup untuk melihat kekurangan dalam tekhnik itu.
"Saudara Lin, apakah anda ingin menyempurnakan tekhnik ini?. " Tanya Bai Chen.
"Saudara Chen, kau tahu jika tekhnik ini ada yang salah!!." Situ Lin terkejut. Dia yang melatih tekhnik ini tentu saja menyadarinya, ada hal aneh yang hilang dalam gerakan dalam tekhnik ini, tapi dia tidak tahu apa itu, lagipula ketika dia mengamatinya, Situ Lin tidak menemukan apapun yang salah dari gerakan maupun kelihaianya dalam menggunakan tombak.
"Ya sekilas tekhnik ini memang sempurna, tapi saudara kau belum menguasai hati tombak. " Ujar Bai Chen seperti seorang guru.
"Hati tombak!! apa itu??." Situ Lin sama sekali tidak pernah mendengar yang namanya hati tombak, bahkan sebenarnya Bai Chen juga hanya mengarangnya.
Tapi dia tidak mengarangnya juga, pikiran itu tadi teringat dari cerita novel, atau donghua.
Dicerita novel berbau fantasi timur, seorang ahli senjata seperti, pedang, tombak atau senjata lainya harus menguasai yang namanya hati senjata.
Lalu disusul kelevel yang lebih tinggi seperti Jiwa pedang, tubuh pedang, jantung pedang atau yang lainya, tapi intinya bukan hanya pedang tapi juga senjata lainya.
Tingkat hati dalam penguasaan sebuah senjata berarti sipengguna harus memahami senjata yang dipakainya, dari mulai sifat senjata, lalu gerakan yang mencerminkan bahwa senjata dan sipengguna memiliki hati yang sama.
Penguasaan dalam sebuah senjata memang sangat sulit, untuk menaikan satu level saja dapat memakan waktu ratusan atau bahkan ribuan tahun, dengan ini bisa dikatakan bahwa Situ Lin ini termasuk jenius, karena diusia 25 tahun dia hampir menguasai tingkat pertama dalam penggunaan senjata.
__ADS_1
Tapi didunia wuzhu ini hanya sedikit orang yang tahu tentang yang namanya tingkatan dalam penguasaan senjata.
Lagipula ini wajar. Karena dunia ini merupakan dunia level rendah, sehingga pengetahuan didunia ini terbatas.
Walaupun sebenarnya Bai Chen hanya mengarang, tingkatan seperti ini memang ada tapi dia tidak terlalu peduli, lagipula dia tidak perlu menguasai sebuah tekhnik atau jurus, karena kekuatan mutlak tidak perlu hal seperti itu, tapi beda lagi jika tekhnik itu memang menarik bagi Bai Chen.
Alasan Bai Chen ingin bergabung ke sebuah sekte karena dia ingin mencari sebuah pengalaman, selain itu dia juga cukup malas karena tidak melakukan apapun didunia ini. Bai Chen berpikir mungkin bergabung dengan sebuah sekte dapat membuat dirinya bersemangat, apalagi saat ini tujuan dirinya memilih sekte lemah karena dia ingin mengangkat sekte tersebut untuk menjadi sekte super kuat.
Dan tujuanya adalah untuk mengacaukan kunjungan para dewa itu, dia ingin membentuk sebuah kekuatan dalam enam bulan ini.
Jadi pada saat waktunya tiba, Bai Chen dapat bersantai sembari menonton pertunjukan yang menarik.
Bai Chen melakukan ini semata-mata hanya demi kesenanganya. Dari dulu dia selalu membayangkan menjadi seorang pengacau bagi para penguasa, dan pada saat inilah merupakan kesempatan baginya.
"Saudara Situ, Hati tombak adalah tingkat pertama dalam penguasaan tombak, yang berarti sipengguna harus memahami tombak hingga mencapai satu hati, atau bisa dibilang penggunan dan tombak itu harus memiliki satu hati yang sama sehingga keduanya dapat saling memahami. " Bai Chen menjelaskan sepertu yang dia ingat didalam novel dikehidupanya dahulu.
Situ Lin mendengar itu mengernyitkan dahinya, ia mencoba memahami maksud dari Bai Chen. Situ Lin memandang tombaknya, dia tidak pernah berharap bahwa tombak mati ini juga memiliki hati, memang aneh tapi penjelasan Bai Chen juga masuk akal.
"Lalu bagaimana caraku agar dapat memahami hati tombak?. " Tanya Situ Lin.
Situ Lin masih bingung, dan menatap Bai Chen dengan penuh tanda tanya.
Bai Chen yang melihat Situ Lin masih bingung, ia kemudian terdiam dan kemudian menghela nafas kasar.
"Huhh... Begini. bayangkan saja bahwa tombak itu adalah teman, sahabat, atau kekasihmu, jika kau masih tidak paham kau bayangkan saja tombak itu adalah sesuatu yang paling berharga untukmu, lalu pahamilah pelan-pelan dan coba rasakan kehadiran tombak itu di alam kesadaranmu. " Bai Chen membimbing Situ Lin.
Situ Lin terhanyut oleh perintah Bai Chen, dia sekarang berada dilautan kesadaranya. Situ Lin membuka matanya dan melihat ruangan gelap kosong yang merupakan alam kesadaranya, didepanya juga berdiri sebuah tombak berwarna emas dengan ukiran naga di gagang tombaknya.
Situ Lin memegang tombak yang ada didepanya, tapi tombak itu bergeser seolah menolak untuk dipegang olehnya.
Melihat itu, Situ Lin tidak menyerah. Situ Lin mempercepat gerakanya dan hampir memegang tombak itu. Tapi seakan tahu pergerakan Situ Lin tombak itu bergeser lagi dan lagi.
__ADS_1
Situ Lin yang merasa dipermainkan oleh tombak, dia merasa frustasi dan tetap mencoba untuk memegang tombak itu.
Setiap kali ia bergerak, tombak itu akan bergeser, dan begitu seterusnya hingga Situ Lin merasa lelah.
"Argkkhhh.. Tombak sialan. " Situ Lin mengutuk tombaknya.
"Apa yang harus kulakukan?. " Situ Lin terlihat bingung dan mencoba berpikir keras.
Sesaat kemudian terbesit sebuah pikiran dikepalanya.
"Pahami tombakk!!. " Situ Lin bergumam.
"Benar, aku disini untuk memahami tombak bukan untuk menaklukanya. " Ujar Situ Lin tersadar dengan kesalahanya.
Mengetahui kesalahanya, Situ Lin kembali terdiam, dia menutuo matanya dan menfokuskan dirinya pada tombak didepanya.
Ketika dirinya menfokuskan tombak, tiba-tiba saja terdengar suara dikepalanya.
"Tombak..!!" Hanya kata ini yang terdengar.
"Ha. " Situ Lin masih bingung dengan kalimat tombak tersebut.
Tetapi beberapa saat kemudian suara itu kembali terdengar, dan lebih jelas lagi.
"Tombak..!! Jalan lurus adalah tombak, keadilan adalah tombak, kebajikan adalah tombak, keagungan adalah tombak, satu tombak menghancurkan Iblis, satu tombak menghancurkan Dewa, satu tombak menghancurkan Budha, Tombak adalah kaisar. " Suara itu berdengung di alam bawah sadar Situ Lin.
Situ Lin tertegun, Suara ini begitu agung, dan sangat mendominasi.
"Apakah ini yang dinamakan hati tombak. " Gumam Situ Lin.
Tapi sayangnya situ Lin salah sangka, itu bukan hati tombak melainkan sesuatu yang lebih dari itu.
__ADS_1
......
Bersambungg......