IMMORTAL GOD : BAI CHEN

IMMORTAL GOD : BAI CHEN
MENCURI ROTI


__ADS_3

Setelah direcoki oleh para wanita tadi, Bai Chen berjalan tanpa arah, dia saat ini hanya ingin melihat detail kota ini, dan menghapal denahnya, lagipula dia adalah orang baru didunia ini jadi penting mengetahui jalan.


Ketika dia sedang asik memeriksa tempat tempat di kota Zhen, langkahnya tiba-tiba saja berhenti karena ia menemukan dua aura kuat yang sedang bertarung, jaraknya sekitar 60 km dari dirinya berada, Bai Chen membelah ruang dan memasukinya untuk melihat pertempuran macam apa yang terjadi, walaupun pertempuran ini hanyalah pertempuran anak anak baginya, bagaimanapun pertempuran tetap pertempuran dan itu seru untuk dilihat.


Bai Chen berdiri diudara dan melihat seorang pria dan wanita yang sedang melakukan perselisihan dan berdebat sembari bertarung, Bai Chen melihat ini merasa aneh, apakah mereka pasangan yang sedang marahan atau mereka memang musuh.


Bai Chen masih terus memperhatikanya, bahkan semakin lama menjadi semakin seru.


"Li Chen, cepat kembalikan artefak armor emas milik sekte bunga kami..!!" Teriak seorang wanita bergaun merah muda.


"Mengembalikanya, hahaha, bukankah kau yang memberikanya padaku saat itu, dan kau setuju jika artefak armor emas itu adalah miliku. " Ujar Li Chen mengelak.


"Kau.. kai menipuku, dasar pria sialan. " Yuan Bing mengutuk Li Chen.


Mendengar penyataan keduanya, Bai Chen tahu bahwa wanita itu dan pria yang bertarung bersamanya dulu mereka adalah seorang kekasih, tetapi sayangnya pria itu hanya mempermainkanya dan yang ia incar ketika mendekati wanita itu adalah artefak armor suci, yang merupakan artefak tingkat ilahi yang sangat kuat dan sangat langka, bahkan keberadanya dapat membuat perselisihan contohnya seperti yang Bai Chen lihat saat ini.


Keduanya masih bertarung dengan serius dan menampilkan beberapa gerakan mereka, tapi terlihat Li Chen berada di atas angin sedangkan Yuan Bing sedang bertahan dengan pakaianya yang robek sebagian.


"Gila, pria ini benar benar berani, bagaimana dia bisa menyakiti sebuah keindahan seperti itu. " Untuk Bai Chen kecantikan hanya perlu dihargai, tidak dirusak, sebagai seorang yang bermimpi memiliki harem tentu saja dia sangat menghargai wanita, tentu garis miring wanita itu juga harus baik dan penurut jika tidak dia akan mmeamparnya, sebagai orang kuat wanita akan selalu datang, jadi menolak beberapa wanita bukan masalah.


"Binger, tubuhmu sangat indah, bagaimana jika kau memberikanya padaku. " Ujar Li Chen.


"Bajingan, jangan mimpi. " Yuan Bing memaki sembari menutupi bagian baju yang sobek.


"Hehe.... Binger, tak tau kah kau jika aku masih mencintaimu, mungkin jika bukan karena paksaan sekteku, aku tidak akan mencuri harta paviliun bungamu itu, Bagaimana jika begini kembalilah bersamaku dan aku pasti akan berusaha mengembalikan artefak itu pada paviliunmu. " Ujar Li Chen terlihat serius.


Mendengar ini Yuan Bing sedikit tergerak, bagaimanapun dia masih mencintai Li Chen, dan dia tidak pernah melupakan cinta pertamanya itu walaupun dia adalah seorang bajingan, yang telah menghianatinya.


"Benarkah. " Kata Yuan Bing polos, ya begitulah jika orang sedang jatuh cinta, mereka akan tunduk kepada cinta dan tidak akan pernah berpikir bahwa keputusan yang mereka ambil berada di jalan yang salah atau benar.


"Hmmm, aku janji. " Li Chen tersenyum tipis, tapi sebenarnya dihatinya hanya ingin menguasai tubuh Yuan Bing yang indah itu.

__ADS_1


Yuan Bing adalah wanita berumur 35 tahun, dia tentu memiliki paras yang sempurna, dengan semangkanya berukuran 36 D, bibir mungil semerah cery, dan hidung yang tidak mancung dan juga tidak terlali pesek alias normal membuat para pria tentu tidak akan tahan jika melihatnya.


Bai Chen tentu tahu bahwa pria ini hanya berkata bohong, tapi wanita itu bisa percaya begitu saja, sungguh bodoh, jika wanita itu tidak percaya mungkin dia akan menolongnya, tapi karena sudah begini dia hanya bisa melihat wanita itu menyesal dikemudian hari.


"Women memang sulit dimengerti. " Bai Chen bergumam dan menghela napas.


Wanita itu mmendekatdan semakin dekat kearah li chen, pada saat wanita itu hendak memeluk lichen, belati kecil yang dia sembunyikan muncul diditangan kananya dan Jleb.


Li Chen tertusuk tepat di jantungnya.


Bai Chen tercengang, "ternyata wanita ini sangat pintar"


Dia mengira plot kekecewaan akan datang tapi ternyata, wanita ini juga pintar.


"Kau.." Li Chen memuntahkan darah di mulutnya.


"Bagaimana rasanya ditipu.? " Yuan Bing menyeringai.


"Wanita ******, aku akan membunuhmu. " Li Chen yang terluka menarik Yuan Bing kepelukanya, dan tubuh Li Chen tiba tiba saja membengkak.


Wush.


Dalam sekejap Yuan Bing yang berada dipelukan Li Chen seketika sudah berada di gendongan Bai Chen.


Yuan Bing masih memejamkan mata dan terlihat pasrah, dia masih mengira bahwa dia akan mati.


"Nona cantik, bukalah matamu, kamu sudah aman sekarang. " Ujar Bai Chen menatap wajah Yuan Bing yang imut.


Yuan Bing membuka matanya dan melihat pria tampan tepat didepan mukanya.


"Kyaaa siapa kau, dan dimana Pria bajingan itu. " Tanya Yuan Bing terkejut.

__ADS_1


"Oh dia aku pindahkan ke angsaka, supaya ledakan dirinya tidak merusak alam sekitar. " Kata Bai Chen santai.


Yuan Bing terkejut, dan melihat sekitarnya, benar saja disini sama sekali tidak ada riak ledakan, berarti yang dikatakan Bai Chen ini benar.


"Terima kasih senior karena telah menyelamatkanku. " Kata Yuan Bing melepaskan diri dari gendongan Bai Chen.


"Yah, tidak apa, lagi pula aku juga tidak ingin suatu keindahan mati begitu saja. " Bai Chen menanggapi dengan santai, tapi Yuan Bing mendengar itu memerah seperti tomat matang.


"Baiklah, terima kasih atas pertunjukan yang menarik tadi, kalau begitu aku pergi dulu. " Bai Chen kemudian menghilang dan kembali muncul di kota Zhen.


Tak Jauh dari Bai Chen dia melihat beberapa anak kecil yang sedang melihat situasi kanan kiri, mereka mengendap endap layaknya seorang pencuri.


Bai Chen disisi lain hanya tersenyum dan menghampiri anak anak tersebut.


"Bocah, berhenti. " Ujar Bai Chen membuat semua anak anak itu terkejut.


"A.. Ada apa paman. " Kata seorang anak yang paling besar diantara lainya.


"Hei, kalian ingin mencuri. " Tanya Bai Chen.


"Tidak paman, kami hanya main disini. " Kata anak itu mengelak.


"Huh, anak sekarang memang pandai berbohong."


"Biar aku jelaskan, mencuri itu tidak baik, kita sebagai manusia yang baik hati dan tidak sombong harus.... "


........


"Nyam... nyamm... Paman cara mencurimu sangat hebat, kami sangat kagum dengan paman. "


"Hei, ingat kita tidak mencuri, kita hanya minta, tapi pemilik roti itu tidak dengar, jadi itu tidak termasuk mencuri, kita sudah bilang soalnya. "Ujar Bai Chen mengunyah roti Pai.

__ADS_1


........


BERSAMBUNGG...


__ADS_2