
"Baiklah, kalian kembalilah." ujar Bai Chen setelah puas melihat para naga barat kekosongan dihajar habis habisan.
"Baiklah, mari kita berangkat. " Bai Chen kembali melesat.
Hari demi hari, bulan demi bulan telah berlalu, tak terasa Bai Chen saat ini berada di dekat planet itu, dari jauh Bai Chen dapat merasakan bahwa tebakanya sama sekali tidak salah, didalam planet datar itu memang ada makhluk hidup, disana Bai Chen bisa melihat ada beberapa ras didalamnya, dan salah satunya adalah ras manusia.
"Hahaha, akhirnya aku menemukanya, ini sangat bagus, tidak sia sia aku berpergian sejauh ini. " Bai Chen terlihat senang.
Tak sabar Bai Chen terbang ke arah planet datar tersebut dan mendarat di hutan pinggiran kota.
"Huupp.. haaahhh, udara di planet datar ini buruk, jika dibandingkan dengan planet miliku itu sama dengan sampah dan sebuah berlian. " Kata Bai Chen sedikit aneh.
Tapi siapa suruh dia membandingkan dengan planetnya, planet miliknya adalah pemberian author baik hati ini.
Bai Chen berjalan dijalan setapak menuju gerbang kota. didepan gerbang kota Bai Chen menemukan beberapa orang yang sedang antri untuk masuk kedalam kota itu.
Bai Chen sebagai manusia yang baik dan taat peraturan tentunya dia tidak ikut antri, karena bagaimanapun dia tidak terbiasa antri, selama 19 tahun ini Bai Chen tidak mengenal kata antri, selama ia mau dia akan mengambilnya sendiri.
Saat ia menerobos jalan, penjaga disana menghentikanya, dan melarang dirinya masuk karena harus mengantri.
Bai Chen hanya mengangguk dan menunggu giliranya untuk masuk, Bai Chen berada di nomor antrian 125 dan cukup belakang, disetiap langkah dia hanya mendesah pelan karena kesal harus mengantri.
Ketika dia sedang kesal mengantri, di sana seorang pria mengenakan pakaian glamor menerobos tanpa harus mengantri, dan bahkan pria itu dan beberapa rekanya terlihat sombong.
Bai Chen kesal melihat ini, dan ia tidak terima.
"Hei, bagaimana bisa dia masuk lebih dulu, bukanya harus mengantri. " Ucap Bai Chen marah.
"Bocah..diam...., apakah kau tahu siapa dia? Ha..., dia adalah putra dari keluarga Hu yang merupakan salah satu dari 8 keluarga besar, dan juga dia adalah murid dari sekte Pedang suci, jadi dia memiliki hak untuk tidak mengantri. " Penjaga itu marah karena Bai Chen memberontak.
"Cih, Aku tidak peduli dengan itu pak tua sialan." Bai Chen menjawab dengan tidak terima.
__ADS_1
Hu Tao melihat hal itu tersenyum sinis, dan menatao Bai Chen remeh.
"Penjaga usir saja orang malang itu, dia sangat menganggu pemandangan. " Ujar Hu Tao.
"Orang malang? Bocah asal kau tahu, aku bisa menghancurkanmu dengan satu napas, jadi hati hati kalau bicara. " Ujar Bai Chen kesal, tapi dia masih bisa mengendalikan amarahnya.
Jika tidak mungkin alam akan beresonansi, bagaimanapun Bai Chen adalah eksistensi setingkat para dewa, jadi dika dewa marah tentu alam juga akan marah.
Bai Chen adalah pemuda yang terbilang tampan, tapi didunia kultivator tampan adalah nomor sekian sedangkan kekuatan adalah nomor satu.
"Hahaha, bocah kau pandai sekali dalam mengancam, tapi ancaman tidak berarti bagiku dan karena kau sudah menyinggung diriku maka kematianlah yang dapat kau tanggung. " Ujar Hu Tao mengangkat tombaknya dan segera melesat kearah Bai Chen.
Melihat ini Bai Chen tersenyum, bahkan dia tidak menghentikan tombak itu yang akan menusuk ke arah jantungnya.
Krakk....
Suara nyaring terdengar keras, tapi itu bukan suara besi yang menusuk tubuh, melainkan adalah sebuah tombak yang hancur ketika menyentuh tubuh Bai Chen.
"Hehe, senjata sampahmu itu sudah berkarat, itu sangat rapuh bahkan hanya untuk menggores tubuhku yang lembut ini saja tidak bisa, sungguh payah. " Ujar Bai Chen meremehkan.
Hu Tao menatap kosong, tombak tingkat emas adalah termasuk senjata yang langka dan dia banggakan selama ini, tapi saat ini rusak tepat didepan matanya dan dia bahkan tidak bisa melakukan apa apa, dengan begini saja dia tahu seberapa kuat Bai Chen ini, bahkan bisa jadi Bai Chen ini sekuat ayahnya.
Karena hanya ayahnya yamg dapat menahan tombaknya dengan tangan kosong, tapi ayahnya pun tidak bisa menghancurkanya dengan mudah, tapi pemuda tampan didepanya yang sangat halus seperti batu giok yang terlihat lemah ini dapat menghancurkan tombaknya dengan mudah, bahkan yang lebih mengejutkan adalah dia menghancurkanya tanpa melakukan apapun.
Tubuh Bai Chen adalah tubuh suci abadi yang bahkan tidak bisa hancur oleh serangan apapun, bisa dikatakan tubuh itu adalah tubuh abadi, yang selamanya tidak akan pernah mati kecuali jiwa atau roh Bai Chen dihancurkan.
"Baiklah, aku tidak akan mengungkitnya lagi, karena hari ini suasana hatiku sedang dalam keadaan yang baik. " Ujar Bai Chen yang kemudian masuk kota tanpa harus antri.
Didalam kota Bai Chen hanya tersenyum senyum sendiri, rasanya pamer kekuatan didepan umum memang sangat menyenangkan.
Bai Chen menatap kota ini dengan kagum, setelah lama tidak bertemu dengan kota akhirnya kali ini dia bisa melihatnya kembali walaupun kota ini adalah kota kuno, tapi merasakan perasaan ramai seperti ini memang menyenangkan dari pada harus berbicara sendiri dengan kayu dan batu seperti orang gila.
__ADS_1
Berjalan cukup lama Bai Chen berhenti. Pandanganya mendarat di sebuah bangunan tinggi besar yang seperti sebuah istana.
Yang dilihat oleh Bai Chen adalah paviliun bunga, yang merupakan sebuah sekte besar yang dihuni oleh wanita saja.
Bai Chen tidak tahu ini, dia hanya merasa bahwa sekte ini sangat cocok denganya, saat ia masuk semua orang memandangnya dengan aneh dan bingung.
Seorang pria tiba-tiba saja memasuki sekte bunga, sekte bunga melarang muridnya untuk berhubungan atau bahkan berkenalan dengan pria selama mereka belum memenuhi syarat yang ditentukan.
Tapi ini juga kesalahan Bai Chen kenapa dia datang kedalam paviliun bunga.
Bai Chen melihat tatapan para wanita itu mengerutkan keningnya, dan segera membelai wajahnya sendiri.
"Apakah ada yang salah dengan wajahku. " Tanya Bai Chen kepada dirinya sendiri.
"Kau, pria bagaimana bisa kau datang kesekte bunga kami. " Tanya salah seorang murid.
"Eh, apakah salah jika aku kemari? ." tanya Bai Chen bingung.
"Tentu saja salah, ini adalah sekte kusus wanita, dan kau pria, dan apakah kau tahu apa hukumanya jika pria memasuki sekte kami. " Para gadis itu menyeringai.
"Apaa..? " Kata Bai Chen yang setengah menebak.
"Hihihi... Kami harus membuatmu menjadi seorang kasim." Ujar salah seorang gadis menatap Bai Chen.
Bai Chen hanya bisa meneguk salivanya dan kemudian dia menggunakan menggunakan kekuatan teleportasi untuk keluar dari sana.
"Menjadi kasim, sialan cita citaku adalah memiliki banyak harem, bagaimana bisa aku menjadi kasim idiot, Wanita itu benar benar menakutkan. " Ujar Bai Chen bergidik ngeri, ini adalah pertama kalinya dia mengalami ketakutan.
....
BERSAMBUNGG..
__ADS_1