Ingat, Aku Mencintaimu

Ingat, Aku Mencintaimu
EPISODE 1


__ADS_3

Bilqis Charissa, ia adalah seorang janda muda beranak dua, dengan paras nya yang sangat cantik membuat para pemuda banyak yang menyukainya. Dia bekerja di sebuah perusahaan besar di kota nya sebagai OG (Office Girl). Selain itu, ia juga membuka laundry kecil kecil lan untuk menompang hidup nya sehari hari. Orang tua Bilqis sudah meninggal sejak ia kecil dan mantan suami nya meninggalkan Bilqis karna berselingkuh dengan teman nya sendiri, sedangkan mantan suami nya sudah tidak pernah memberikan uang bulanan untuk kedua anak nya, jadi ia berusaha keras untuk bisa menghidupi keluarga kecil nya.


Kedua anak nya masih sangat kecil jika harus di tinggalkan, tapi mau bagaimana lagi ia harus bekerja agar bisa bertahan hidup. Anak perempuan pertama nya bernama Zora Ardenes. Zora berumur 7 tahun dan ia masih menduduki bangku kelas 2 SD, dia sangat pintar dan cantik, banyak tetangga nya yang sayang dengan Zora. Anak laki laki kedua nya bernama Dery Ardenes. Dery masih berumur 5 tahun dan ia baru sekolah TK, Dery sangat lucu dan imut yang membuat para tetangga pun menyukai Dery, banyak orang yang menawarkan agar Dery bisa di adopsi oleh tetangga nya, tapi walaupun Bilqis mengalami masa sulit saat mebesar kan kedua anak nya, tapi ia tidak mempunyai niat untuk mengadopsikan anak nya kepada tetangga nya.


Rutinitas saat pagi, Bilqis bangun di jam 5 pagi. Ia mandi dan melaksanakan shalat subuh bersama Zora, setelah sahalat, Zora kembali tidur dan Bilqis membersihkan semua rumah nya, kemudian ia mencuci baju baju pelanggan nya sambil ia memasak nasi. Setelah itu semua selesai, tepat nya pukul 06.30 ia membangunkan kedua anak nya untuk sekolah, di saat kedua anak nya sedang bersiap siap, ia memasak nasi goreng untuk kedua anak nya dan untuk nya. Mereka selalu melakukan nya bertiga, tanpa ada rasa kesepian, tanpa ada kesedihan, kedua anak nya sangat mengerti dengan keadaan semua nya hingga mereka tidak menuntut apapun.


Lalu Bilqis mengantarkan kedua anak nya bersekolah, setelah itu ia mengantarkan baju baju yang sudah siap kepada tetangga tetangga nya dan setelah jam menunjukkan pukul 09.00 ia menjemput Dery di sekolah nya. Kemudian ia melanjutkan pekerjaan nya saat Dery sedang berlajar di ruang tamu. Saat jam menunjukan pukul 10.00 Zora pulang dari sekolah nya. Makanan pun sudah siap di meja makan, dengan senyum tegar nya Bilqis mengurus semua nya tanpa rasa lelah.


"Zora, Dery, ayo makan nak," teriak Bilqis dari dapur.


Mereka menghampiri Bunda nya, "Iya Bun," teriak kedua anak itu yang langsung menghampiri Bunda nya.


"Kalian cuci tangan dulu."


Dery dan Zora berlari ke arah kamar mandi.


"Kakak! aku duluan!" teriak Dery.


"Ish kamu berisik," kesal Zora.


Kemudian mereka keluar. Dery masih menekuk wajah nya kesal karna kakak nya tidak mau kalah dengan nya, sedangkan Zora tesenyum puas saat bisa mengerjai adik nya.


Setelah itu mereka makan dalam keheningan, semua fokus dengan makanan nya masing masing.


Setelah semua nya selesai Bilqis membereskan semua piring lalu mencuci nya. Seperti biasa Zora selalu membantu Bunda nya mencuci piring, sedangkan Dery ia kembali dengan pekerjaan rumah nya.


"Bunda, apa tidak lelah?" tanya Zora polos.


"Lelah? kenapa kamu bertanya seprti itu?"

__ADS_1


"Bunda bekerja dari pagi sampai malam apakah tidak lelah?" Zora kembali bertanya.


"Sayang, ini sudah kewajiban Bunda untuk bekerja, memang nya kenapa?"


"Ya aku kasihan kepada Bunda, dari pagi sampai malam Bunda tidak beristirahat sama sekali."


"Sayang, maafkan Bunda yang sangat sibuk yah jadi tidak ada waktu untuk kalian. Bunda janji libur nanti Bunda akan ajak kalian jalan jalan."


"Bunda bukan itu maksudku, aku..."


"Sudah jangan pikirkan Bunda yah, sekarang kamu harus giat belajar supaya tambah pintar." Bilqis mengelus rambut Zora lembut. Zora pun langsung mengikuti perintah Bunda nya.


Zora langsung memeriksa tas sekolah nya untuk mengerjakan tugas nya.


"Der, Der." ucap pelan Zora sambil menepuk pundak Dery pelan.


"Kakak! kau menggangguku!" kesal Dery.


"Kak, aku pun sangat kasihan kepada Bunda, tapi aku belum bisa berbuat apa apa," betapa dewasa nya pemikiran bocah itu.


"Iya, andai kakak sudah besar, pasti kakak akan membahagiakan Bunda." Zora terus bercerita kepada Dery, kadang adik kakak itu sangat kasihan terhadap Bunda nya yang bekerja keras untuk mereka.


Setelah semua selesai, Bilqis berpamitan kepada kedua anak nya untuk mengantarkan pakaian yang sempat belum terantarkan. Setelah itu Bilqis pulang dan mandi membersihkan diri karna harus bersiap untuk bekerja.


Setelah mandi ia melihat jam menunjukan pukul 12.00 masih ada 10 menit untuk ia bersantai di rumah nya karna jam masuk nya pukul 12.30.


Kemudian ia merebahkan dirinya di sofa sambil melihat kedua anak nya yang sedang belajar dan sesekali bercanda ria.


Kantuk pun menyelimutinya, ia tertidur di sofa itu. Beberapa menit kemudian ia mendengar teriakan Dery dan Bilqis pun bangun.

__ADS_1


"Kakak! jangan ganggu aku."


"Ada apa sayang?" Bilqis langsung menghampiri putra nya itu.


"Bunda, kakak mengganggu ku."


"Sayang kenapa mengganggu adik mu." Dery memeluk sang Bunda dan Zora tak mau kalah dengan Dery, Zora pun memeluk Bunda nya.


"Bunda, dia meminjam penghapus ku, dia meminjam nya lama sekali," menguak kebenaran dengan juluran lidah yang menyebalkan.


"Bunda aku hanya meminjam nya sebentar." Dery pun tak kalah menjulurkan lidah pada kakak nya.


"Sudah sudah, kalian jangan bertengkar lagi, Bunda mau berangkat yah."


Setelah itu Dery dan Zora berbaikan dengan terpaksa, Bilqis pun berpamigan kepada kedua anak nya.


"Zora, Dery, Bunda berangkat yah. Zora jaga adik mu," pamit nya.


"Iya Bunda," cup, Zora mencium pipi kanan Bilqis. "Aku mencintaimu," ucapnya.


Dery pun melakukan apa yang di lakukan kakak nya kepada Bilqis.


"Bunda juga mencintai kalian," balas nya.


Setelah itu Bilqis berangkat, ia tak lupa menitipkan anak nya kepada tetangga nya yang sangat baik lalu ia mengehentikan angkot dan berangkat ke kantor tempat nya bekerja.


Bilqis memang mengajukan permohonan saat ia pertama bekerja agar ia bisa masuk siang dan pulang jam 6 atau jam 7 sore agar bisa mengurusi kedua anak nya di pagi hari.


Setelah sampai ia selalu mengerjakan pekerjaan nya dengan sabar, ya walaupun ia sering di lakukan tidak terlalu baik oleh teman teman nya, tapi ia selalu sabar dengan semua yang teman teman nya katakan.

__ADS_1


Dia mengerjakan nya dengan sangat telaten, dan selama ia bekerja pun belum pernah ada masalah dalam dirinya saat bekerja.


Bersambung...


__ADS_2