Ingat, Aku Mencintaimu

Ingat, Aku Mencintaimu
EPISODE 8


__ADS_3

Di dalam kamar, senyum yang sejak tadi terlahir tidak juga memudar, ia berjalan menuju jendela, melihat indah nya lampu lampu di kegelapan, ia berandai semoga dia bisa menyaksikan momen seperti ini dengan pujaan hati nya. Sekarang ia sedang berada di dalam kamar nya, selalu tersenyum dan memegang dada nya yang berdetak dua kali lebih cepat.


Ternyata benar, jatuh cinta itu memang indah. Aku tak menyangka bahwa yang membuka hati ku adalah orang yang sederhana dan mempunyai anak dua. Tapi apakah mamah akan setuju jika aku akan berhubungan dengan nya?. Semoga saja setuju, bukankah dia sering memaksaku untuk menikah, jadi mamah tidak mempunyai alasan untuk melarang ku.


Ia merenung sambil melihat sekeliling, lalu ia mengambil ponsel nya dan menyalakan nya. Ia beralih ke foto yang sejak tadi pagi ia pandangi, walaupun sudah berumur, tapi dari wajah nya Bilqis masih seperti umur 20 tahunan atau lebih. Ia terus memperhatikan foto itu, dan terus mengelus nya, senyum pun tak pernah pudar dari bibir nya. Saking ia fokus memperhatikan foto yang ada di ponsel nya, ia sampai sampai tidak sadar bahwa mamah nya sudah ada di belakang dan juga memperhatikan foto itu.


"Ekhm,"


Erick langsung berbalik dan terkejut. "Kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu," ucapnya dan langsung mengembalikan layar ponsel nya ke menu utama.


Wanita yang bernama Sarah itu langsung menghampiri anak nya, dan duduk di samping anak nya.


"Sayang, apa yang tadi kau lihat?" tanya nya pura pura tidak tahu.


Apakah mamah melihatnya?.


"Tidak mah," langsung menggeserkan diri dan sekarang ia sedang menghadap mamah nya.


"Coba sini mamah lihat, bukan kah tadi kamu sedang memperhatikan sebuah foto?,"


"Tidak mah, aku tadi hanya..." ucapan nya terpotong, ia sungguh kehilangan kata kata untuk membicarakan kepada mamah nya.


"Hanya apa?. Sayang sini coba mamah lihat," tatapan mamah nya yang memohon membuat hati Erick luluh, dengan perlahan Erick menyodorkan ponsel nya. Dan sekarang ponsel itu sudah beralih ke tangan mamah nya.


Sarah menatap lekat perempuan yang ada di foto itu, "Cantik," gumam nya.

__ADS_1


Erick dengan antusias mendekatkan dirimya kepada Sarah, "Benarkah?." Erick bertanya dengan penuh harap agar Sarah bisa mendukung nya untuk mendekati Bilqis.


Sarah menatap lekat putra nya, tampak raut wajah bahagia yang terpampang jelas di mata nya, anak nya sangat bahagia, Sarah pun berfikir untuk terus mendukung nya.


"Siapa dia?" tanya Sarah tanpa mengalihkan pandangan nya dari ponsel itu.


"Dia Biliqs mah," jawab nya dengan cepat.


"Apa kamu sudah pacaran dengan nya?" tanya nya lagi.


"Belum," jawab nya lemah.


Kemudian Sarah mengembalikan ponsel tersebut ke tangan Erick, lalu Sarah berdiri, ia menatap anak nya lekat. "Berjuang lah, setelah dapat langsung bawa ke rumah." ucap Sarah yang membuat mata Erick berbinar.


"Aaaa, terimakasih mah,"


"Pah,"


"Ada apa sayang?" tanya Alfan sambil melingkarkan tangan nya di pinggang sang istri.


"Pah, Erick sudah mepunyai calon untuk kita," ucap Sarah sambil melingkarkan tangan nya di pundak sang suami.


Cup. Alfan mengecup bibir Sarah sekilas, ia mengelap bibir manis Sarah dengan ibu jari nya. "Kamu kira aku tidak tahu?" tanya Alfan yang membuat Sarah kesal.


Sarah melepaskan pelukan nya, "Kenapa tidak memberitahuku?!" ucapnya dengan nada kesal yang membuat Alfan gemas kepada istrinya.

__ADS_1


Alfan langsung menarik tubuh mungil Sarah kedalam pelukan nya, Alfan kembali mengecup bibir manis Sarah, dan lama kelamaan ciuman itu menjadi panas, dan Alfan membawa Sarah untuk keluar dari ruangan kerja nya dan masuk kedalam kamar mereka.


Sedangkan Erick dengan setia mengembangkan senyum nya, kemudian ia beranjak dari tidur nya dan berjalan ke arah kamar mandi. Setelah selesai, ia memakai pakaian santai dan ia langsung keluar menuju meja makan. Orang tua nya belum juga keluar, ia sudah 10 menit menunggu kedatangan orang tua nya, tapi tak kunjung datang, kemudian Erick meninggalkan meja makan dengan keadaan kesal. Waktu baru menunjukan pukul 20.00 sedangkan waktu makan malam yang ada di keluarga itu pukul 20.30. Ya mungkin Erick terlalu senang dengan tanggapan mamah nya, ia ingin cepat cepat mengenalkan Bilqis kepada papah nya.


●●●●●


Pagi pun tiba, matahari yang sudah menerangi bumi tidak membuat Erick bangun dari mimpi indah nya. Erick tertidur dengan pulas, tidak tahu karna cape atau dia mimpi indah. Di saat waktu menunjukan pukul 8.00 pagi, Sarah membuka pintu Erick perlahan.


Sarah berdecak karna mendapatkan Erick masih tertidur pulas di bawah selimut, Sarah dengan perlahan membuka selimut itu dan Erick pun menggeliat.


Saat Sarah melihat anak nya juga belum bangun, ia membuka gorden jendela yang membuat cahaya matahari memaksa Erick untuk bangun.


Erick menggeliat, kemudian ia mengucek mata nya dan melihat sekeliling. "Mah, ada apa?" tanya Erick yang masih berguliat dengan bantal guling.


"Ini sudah siang sayang, kamu mau terus tidur?" kemudian Sarah membuka gorden lain nya yang membuat kamar itu sangat terang oleh cahaya matahari.


"Mah ini Weekend, biarkan aku tidur sebentar lagi," ucap Erick yang langsung kembali tidur.


Sarah kemudian pergi meninggalkan Erick yang kembali terlelap. Kemudian Sarah kembali ke kamar nya, di saat Weekend rumah itu memang sepi, jadi mereka tidak membiasakan untuk bangun pagi.


●●●●●


"Bilqis, bagaimana kabarmu?" tanya Wanita yang ada di depan Bilqis.


"Aku baik, bagaimana juga kabarmu, sudah lama kita tidak bertemu," ucap Bilqis dengan senang.

__ADS_1


"Aku pun baik, maaf yah aku tidak pernah mengabari mu, aku sangat sibuk dengan tugas tugas ku," ucap Dinda yang tak lain adalah sahabat Bilqis.


Adinda Amora adalah gadis cantik yang baru saja lulus kuliah di luar negri, ia juga teman Bilqis yang sangat baik, bisa di bilang mereka juga sahabatan. Dulu saat Bilqis mengalami masa sulit saat di tinggalkan oleh mantan suami nya, ia bertemu dengan Dinda yang sedia membantu nya dan memberikan nya tumpangan untuk kembali ke rumah orang tua nya. Rumah orang tua nya memang sudah sangat lama tidak di huni, semenjak ia menikah dengan mantan suami nya, rumah itu di biarkan kosong, dan hanya Dinda yang membantu semua nya, Dinda membantu membereskan semua barang barang milik Bilqis, bahkan Dinda mengirim orang untuk memperbaiki semua rumah nya menjadi baru lagi. Saat beberapa bulan mereka berteman, mereka harus berpisah dengan jangk waktu yang sangat lama karna Dinda harus kuliah di luar negri. Bilqis tidak pernah melupakan semua kebaikan Dinda.


__ADS_2