
Di sebuah mansion besar dan mewah, Erick masih berada di dekat kolam itu, kemudian ia berfikir untuk berjalan jalan di sekitar kota nya, ia ingin mencari udara segar tanpa ada yang mengagnggu nya. Kemudian ia bersiap siap untuk berangkat, ia mengendarai mobil nya sendiri dan memakai pakaian yang sangat santai, wajah nya pun berbeda dengan sebelum nya, wajah nya bertambah tampan, tapi kegarangan atau wajah dingin nya mengurang.
Ia menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang, ia berfikir ingin mampir ke tempat Bilqis tapi ia merasa malu, takut Bilqis berfikir yang tidak tidak kepada dirinya, jadi ia memutuskan untuk terus menjalankan mobil nya dan berhenti di sebuah taman kota yang lumayan banyak pengunjung nya di hari sabtu.
Erick berjalan menyusuri jalan jalan kecil sambil melihat sekeliling, ia memakai kaos biasa dengan jeans pendek nya membuat ia tak terlalu di kenali oleh orang.
Ia terus berjalan melihat sekeliling, banyak para orang tua yang sedang memperhatikan anak anak nya, dan ia pun melihat kebahagiaan di mata mereka, kadang suasana itu membuat nya ingin sekali menikah, tapi ia belum siap jika harus menyakiti wanita nya jika ia sudah tidak ada lagi.
Ia melihat bunga bunga yang sangat indah, dengan angis sejuk yang ada di taman itu, angin segar membuat nya merasa rilexs, tidak tahu kenapa ia ingin sekali menikmati indah nya dunia luar. Ia melihat sekeliling taman itu, sampai ia melihat dua anak kecil yang sangat familiar, saat ia menatap nya lebih tajam ternyata benar dugaan nya, itu adalah Zora dan Dery. Kenapa bisa pas seperti ini?. begitu pikirnya. Saat ia akan berjalan ke arah Zora, ia melihat Bilqis yang sedang diam dan di belakang nya ada seorang laki laki yang memegang pundak nya.
Siapa dia?.
Erick lebih baik memperhatikan semua nya, ia melihat wajah panik Bilqis, tapi ia hanya diam saja lebih memilih memperhatikan nya.
●●●●●
"Kau! kenapa kau berada di sini?. Bukan kah kau di penjara?" ucap Bilqis kaget.
Setau dia, mantan suami nya masuk penjara karna kasus pencurian, dan ia sekarang melihat mantan suami nya berada di belakang nya.
"Aku sudah bebas sayang" jawab nya.
Sesaat ia merasa menyesal telah menceraikan istrinya, tapi ini sudah terjadi, tapi apakah Bilqis bisa menerima nya kembali.
Dia adalah Affan Ardenes, mantan suami Bilqis yang meninggalkan Bilqis demi wanita lain yang bahkan teman baik Bilqis sendiri. Affan membawa semua harta milik Bilqis tanpa sisa, bahkan kedua anak nya tidak di kasih sepserpun oleh nya. Affan di penjara karna kasus pencurian saat itu, dan saat ia di tahan, istrinya langsung meninggalkan Affan karna alasan tidak mau memiliki suami seorang napi.
__ADS_1
Affan saat itu sangat syok, ia sudah tidak mempunyai siapa siapa lagi selain istrinya. Lalu ia terfikir tentang Bilqis, ia meminta tolong kepada kepolisian untuk menelpon Bilqis dan dengan kebaikan hati Bilqis, ternyata Bilqis pun datang. Ia membawa makanan dengan sejuta senyuman, yang membuat Affan sadar bahwa Bilqis lah yang benar benar mencintainya dan selalu ada bersama nya di saat susah maupun senang. Ia menyesal telah meninggalkan istri sebaik Bilqis. Bilqis sangatlah di sipilin dalam pekerjaan, Bilqis pun sangat patuh kepada suami nya, ia tidak mebantah ataupun beralasan. Dan dengan sifat Bilqis yang seperti itu membuat Affan bebas untuk mencari yang lain, tapi Bilqis jelas tidak terima, ia ingin sekali tidak mebantah semua ucapan suami nya, tapi apakah jika suami nya sudah melanggar batas apa dia harus tetap diam, tentu saja tidak. Ia terus melawan dan mempertahankan rumah tangga nya, tapi sayang, hati Affan sudah tertutup rapat untuk Bilqis yang membuat Bilqis mencoba mengikhlaskan semua nya.
●●●●●
Affan berjalan mendekati Bilqis, lalu Affan duduk di samping Bilqis, Bilqis langsung menjauh dari Affan ia tidak mau jika harus kembali berurusan dengan laki lai egois seperti Affan.
Tak lama kemudian kedua anak mereka menghampiri mereka, Zora sedikit mengerutkan kening nya, ia seperti kenal dengan laki laki yang ada di samping Bunda nya.
"Bilqis, apa ini Zora dan Dery?" tanya Affan berbinar.
Karna saat perpisahan tersebut, Zora masih berumur 3 tahun dan Dery berumur 1 tahun.
Tidak ada jawaban dari bibir Bilqis, ia hanya menatap Affan dengan tajam.
"Bunda ini siapa?" tanya Dery ketus. Ia sudah menyukai Erick, jadi ia merasa tidak ada yang berhak mendekati Bunda nya kecuali Erick.
"Dia..."
Tak lama Zora langsung mengingat, dan benar saja dugaan nya, laki laki yang ada di samping Bunda nya itu adalah Ayah kandung nya sendiri. Laki laki yang sering membuat Bunda dan dirinya menangis, laki laki yang sangat tidak bertanggung jawab, dan laki laki yang tidak perperasaan terhadap perempuan.
"Ayah, untuk apa kau kemari," ucap Zora sambil menatap Affan sengit.
"Ayah?" Dery langsung terbelalak, apakah benar ini ayah kandung nya.
"Der, jangan pernah menyentuhnya!" ucap Zora tegas.
__ADS_1
"Zora! jaga sikapmu. Bagaimana pun dia ayah mu." tegas Bilqis.
"Bunda!, dia sering menyakiti Bunda, dia sering membuat Bunda menangis, dulu aku masih kecil, aku tidak bisa berbuat apa apa, aku hanya melihat kekasaran yang 'dia' lakukan kepada Bunda, aku sudah dari dulu membenci nya Bunda, apalagi saat ia meninggalkan Bunda tanpa memberi apapun kepada kami dan Bunda!" tangis Zora pecah saat mengingat masa lalu nya, ia sudah sangat membenci Affan saat pertama kali ia melihat Bunda nya menangis karna laki laki yang ada di hadapan nya.
Affan tak kuat menahan air mata nya, begitupun Bilqis, Affan dengan cepat memeluk putrinya yang dulu sering bermanja dengan nya, anak yang mereka tunggu tunggu kelahiran nya.
"Sayang, sayang, maafkan ayah, ayah tidak bermaksud seperti itu," ucap Affan sambil memeluk Zora erat.
Sedangkan Zora melawan, tangis nya semakin pecah, untung saja taman yang sedang ia kunjungi tidak terlalu ramai.
"Ayah lepaskan aku! aku sudah tidak membutuhkan mu lagi! kau seorang pengec*ut!" ucap Zora yang membuat Affan melepaskan pelukan nya.
Begitu kotor kah aku di hadapan nya?. Ya memang semua salah ku, aku juga tau mereka tidak akan memaafkan nya, tapi apakah salah seorang ayah ingin memeluk putrinya.
Bilqis langsung memeluk Dery dan Zora, Zora semakin sesegukan di pelukan Bunda nya, ia tidak mau membenci ayah nya tapi hati nya belum bisa memaafkan perlakuan ayah nya kepada Bunda dan dirinya.
Sedangkan Dery menangis ketakutan, ia sangat takut melihat kilat marah dari wajah sang kakak, ia baru melihat kemarahan Zora.
"Sayang, Maafkan Ayah," ucapnya lirih dan langsung pergi meinggalkan mantan istrinya dan kedua anak nya.
Erick yang melihat itu langsung mengahmpiri mereka, ia berjalan dengan perlahan dan menyentuh pundak Zora pelan.
"Jangan pernah menyentuhku!" teriak Zora.
Ternyata yang menyentuhnya bukan lah ayah nya, ia adalah paman Erick yang ia rindukan saat ini.
__ADS_1
Zora langsung memeluk Erick, ia lebih merasa nyaman saat berada di dekat Erick, jika Erick bersedia, Zora ingin sekali Erick menjadi ayah tiri nya. Tak lama Dery pun ikut memeluk Erick, tangis nya kembali pecah, mereka menumpahkan semua kesediahan nya lewat laki laki yang baru mereka temui tapi mereka sudah merasakan kenyamanan.
Bersambung...