Ingat, Aku Mencintaimu

Ingat, Aku Mencintaimu
EPISODE 9


__ADS_3

Bilqis dan Dinda sedang memasak dengan senang, hari masih pagi, dan Bilqis pun belum bersiap apa apa, ia masih memakai pakaian biasa ia pakai tidur. Pekerjaan nya pun belum sepenuh nya selesai.


"Qis, 3 tahun ini kamu bekerja apa?" tanya Dinda.


"Ana, aku hanya bekerja sebagai OG di salah satu perusahaan yang dekat sini, selain itu aku juga kerja sampingan, aku buka Laundry kecil kecilan," jawab Bilqis.


"Ya ampun Bilqis, aku minta maaf. Aku minta maaf karna aku gak ada di samping kamu di saat kamu susah," ucap Dinda dengan rasa bersalah.


"Heii Ana, untuk apa meminta maaf kepadaku, kau tidak salah apa apa, kamu cukup menjadi sahabat aku pun aku senang." Bilqis langsung menggenggan kedua tangan Dinda, ia sudah sangat bahagia Dinda menjadi sahabat nya, ia tidak butuh apa apa lagi mengenai Dinda, ia hanya ingin mereka bersahabatan selamanya.


Kemudian mereka melanjutkan memasak nya, tak lama kemudian dua bocah lucu itu datang.


"Assalamualaikum Bunda!" teriak mereka.


Bilqis langsung berteriak bahwa dirinya sedang berada di dapur.


Dua bocah kecil itu langsung berlari bersamaan untuk bersalaman kepada Bunda nya, tapi langkah nya terhenti saat melihat wanita cantik yang berada di samping Bunda nya.


"A-aunty Ana?" gugup Zora.


"Hai sayang, bagaimana kabarmu, kamu masih ingat dengan aunty?" tanya Dinda sambil membelai rambut Zora lembut.


Setelah ingatan nya kembali ke 3 tahun sebelum nya, waktu itu ia berumur 4 tahun, ia tau bahwa Bunda nya mempunyai sahabat, dan Ana lah sahabat nya yang selalu membantu bunda nya. "Aaaa, aunty apa kabar? aku rindu dengan mu aunty," Zora langsung memeluk Dinda kegirangan.


Dinda memang mengajarkan kedua anak Bilqis untuk memanggilnya Aunty, dia tidak mau di panggil tante, dan supaya lebih keren, ia menyaran kepada kedua anak Bilqis untuk memanggilnya aunty.


"Hei, rupanya kamu ingat dengan aunty. Aunty juga rindu dengan mu," ucap Dinda yang membalas pelukan Zora.


Sedangkan Dery hanya mengerutkan kening nya heran, ia pun berfikir siapa Aunty Ana? dan kenapa kakak nya sangat akrab dengan orang yang bernama aunty Ana.


Dinda mengalihkan perhatian nya kepada bocah kecil yang sedang kebingungan melihat pemandangan di depan nya.


"Heii Dery, bagaimana kabarmu, kamu semakin tampan saja," ucap Dinda yang mengulurkan tangan nya kepada Dery. Sedangkan Dery tetap diam, ia tidak mengenal orang yang ada di depan nya.


Zora menyenggol tangan Dery pelan, ia berbisik bahwa dia adalah orang dulu sering membantu bunda nya dan sering menjaga mereka juga. Seketika Dery merasakan familiar dengan sentuhan tangan Dinda, ia merasa pernah merasakan sentuhan itu.

__ADS_1


"Aunty, mungkin aku tidak ingat dengan mu," ucap Dery yang membalas uluran tangan Dinda dan memeluk nya.


"Wajar saja sayang, dulu kamu masih umur 2 tahun, mana kamu ingat dengan aunty sedangkan kita berpisah sudah 4 tahun," jawab Dinda.


Sedangkan Bilqis hanya sesekali melihat kedua anak nya sambil terus melanjutkan masakan nya.


Setelah semua selesai, mereka makan bersama, dengan tidak sungkan Dinda menikmati semua nya. Walaupun ia hidup mewah tapi ia sangat rendah hati, rasa ingin menolong Bilqis sepenuh nya sudah sangat terbukti sampai saat ini.


Setelah semua nya selesai, Dinda mengajak Bilqis untuk jalan jalan.


"Qis, kita sudah lama tidak bertemu, maukah kita jalan jalan?, sekalian kita weekend nan," tawar Dinda.


"Ana, aku tidak punya uang untuk jalan jalan, aku takut Dery ingin sesuatu," ucap Bilqis pelan.


"Heii, kau anggap aku apa? aku teman mu, aku bisa menelaktir mu. Ayo kita ke mall ajak anak anak jalan jalan," dengan senang hati Dinda membiayai semua nya, yang di sukai Dinda dari Bilqis adalah, walaupun Bilqis tau Dinda orang kaya, tapi Biqlis tidak pernah memanfaatkan kekayaan nya, Bilqis tidak pernah meminta ini itu, dan yang paling penting, Bilqis adalah seorang wanita tangguh yang mampu menjalani kehidupan pahit nya sendiri tanpa ada yang membantu nya.


"Iya iya, kamu teman ku, kamu sahabat ku, aku dan kamu akan selamanya menjadi begitu." Bilqis mengucapkan kata kata terakhir disaat mereka berpisah, itulah janji mereka, mereka tidak akan pernah berpisah kecuali maut yang memisahkan.


Setelah itu mereka langsung bersiap siap untuk pergi. Zora dan Dery pun dengan semangat bersiap siap dan mereka pun berangkat memakai mobil pribadi nya Dinda.


Setelah sampai, mereka pun turun.


"Ana, kenapa kesini? ini sudah pasti barang barang nya mahal," ucap Bilqis saat ia sudah sampai di parkiran Mall yang mewah.


"Qis, jangan sungkan, aku akan membayar semua nya," ucap Dinda yang langsung menarik Bilqis agar segera masuk.


Mereka mengunjungi beberapa tempat, seperti baju, gaun, batik, dan lain lain, tidak lupa juga mereka mengunjungi toko tas, dan kosmetik, mereka belanja dengan senang senang, bermain bersama, Zora dan Dery pun sangat senang, setelah lumayan lama mereka berbelanja, dan tas tas yang ada di tangan pun sudah penuh, mereka menunjungi salah satu Cafe yang pemilik nya adalah teman Dinda.


Mereka memesan tempat duduk dan mereka pun memesan minuman yang paling favorit di Cafe itu.


Tak lama pun pesanan mereka datang.


Dinda mencoba menghubungi seseorang, dan Dinda pun mengajak seseoramg itu untuk bertemu.


"Hallo, aku sudah pulang, aku sudah ada di Indonesia, bisakah kita bertemu di Cafe mu?" ucap Dinda kepada seseorang di sebrang telfon.

__ADS_1


Dinda pun melanjutkan pembicaraan nya dengan Bilqis.


"Qis, nanti teman ku akan kesini, nanti aku kenalkan," ucap Dinda.


"Ah aku malu, pasti teman mu kaya kaya semua, sedangkan aku?"


"Dia orang nya baik, aku pun suka," jawab nya tanpa sadar.


Bilqis hanya tersenyum saat melihat sahabat nya bahagia.


"Bunda, aku ingin pipis," ucap Dery tiba tiba.


"Ana, aku tidak tahu di mana toilet nya,"


"Kamu lurus saja, terus di dekat toko perhiasan belok kiri, di situ ada toilet." jelas Dinda.


"Bunda aku ikut," rengek Zora.


Kemudian mereka berjalan menuju arah yang di arahkan oleh Dinda, lumayan lama mereka berada di toilet itu.


Sedangkan Dinda sudah duduk bersama pemilik Cafe itu yang tadi ia panggil.


"Kau bersama siapa?" tanya pria itu.


"Aku bersama teman ku, tunggu saja dia sedang berada di toilet," ucap Dinda.


Tak lama Bilqis pun kembali menuju tempat tadi ia minum bersama Dinda, dan saat melihat Dinda sedang bersama seseorang, ia langsung merapikan pakaian nya, ia tidak ingin memalukan Dinda di hadapan teman nya. Laki laki yang bersama Dinda itu mebelakangi Bilqis, jadi ia tidak tahu siapa laki laki itu.


Setelah Bilqis dekat Dinda langsung berdiri.


"Qis sini, ini teman ku," ucap Dinda yang mengenalkan teman nya.


Laki laki itu berdiri dan berbalik, dan Bilqis pun menoleh ke samping nya dan melihat wajah laki laki itu. Mata nya terbelalak saat melihat siapa yang ada di samping nya.


"Ka-kamu..."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2