Ingat, Aku Mencintaimu

Ingat, Aku Mencintaimu
EPISODE 4


__ADS_3

Dery dan Zora tak henti henti nya menatap Erick, sedangkan Erick masih menetralkan detak jantung nya karna lelah. Ia melihat kedua bocah itu sedang menatap nya sengit, Erick mengerutkan dahi nya karna ia berfikir kenapa kedua anak itu menatap nya dengan lekat.


"Sayang, coba tolong ambilkan minyak angin untuk Bunda mu," ucap Erick.


Kemudian Zora menyenggol tangan Dery, lalu Dery pun mengerti dan Dery lah yang mengambil minyak angin itu.


"Paman siapa?" tegur Zora dengan datar.


Erick hanya diam, ia berdiri dan melangkah keluar kamar.


"Sangat rapi," gumam nya.


"Kalian urus dulu Bunda kalian, paman pergi sebentar," ucap Erick dengan lembut.


Tidak tahu kenapa hati nya sangat ingin membantu keluarga itu, tapi ia bingung, jika karyawan nya sudah mempunyai anak otomatis wanita itu sudah mempunyai suami bukan? tapi ia hanya menepis pikiran itu dan langsung pergi membelikan makanan untuk mereka.


●●●●●


Bilqis sadar saat kedua anak nya berada di samping nya dan ia menghirup minyak angin.


Ia tersadar bahwa dirinya tadi bersama dengan bos nya yang sangat menyebalkan.


"Sayang, Bunda tadi di antar siapa?" tanya Bilqis kepada Zora.


"Tadi ada paman yang aku tidak kenal mengantar Bunda kesini, tapi sekarang sudah pergi."


Bilqis yang ingin meminta maaf dan berterima kasih pun tidak sempat, dan kenapa juga dia bisa pingsan sebelum ia sampai di dalam rumah nya.


Tak lama kemudian, ada yang mengetuk pintu, dan Zora lah yang membukakan nya.


"Untuk apa paman kemari lagi" ucap Zora dengan ketus.


Zora memang di ajarkan untuk tidak terlalu baik dengan orang yang baru di kenal nya, tetap sopan, tapi harus juga menjaga komunikasi lebih.


"Sayang, paman hanya mengantarkan ini untuk kalian dan bunda kalian," ucap Erick dengan lembut.


Zora tersentuh dengan senyum tulus Erick, lalu dia mempersilahkan Erick untuk masuk menemui Bunda nya.


"Bunda, ini paman yang tadi menolong Bunda," ucap Zora saat mereka sudah sampai di pintu kamar Bilqis.


Bilqis hanya tersenyum kepada Erick.


"Terimakasih pak," ucap nya lirih.


Erick membalas senyuman itu, dan ia pun mendekat ke arah Bilqis.


"Besok istirahat saja, biar aku yang bicara kepada pengurus mu agar tidak memotong gajihmu," ucap Erick sambil mengelus rambut Zora.

__ADS_1


"Terimakasih pak." jawab nya. Bilqis mencoba untuk duduk, ia tersenyum saat melihat bos bersama Zora.


"Sayang, kenalkan sia bos Bunda," ucap Bilqis memperkenalkan Erick.


"Hallo paman, kenalkan nama ku Zora," sapa nya sambil mencium tangan Erick.


"Haii Zora, panggil saja aku paman Erick yah," ucap Erick dengan lembut.


"Paman Erick, makasih sudah membantu Bunda, maafkan aku tadi yang tidak sopan kepada paman," jawab bocah itu.


"Tidak apa apa, paman mengerti?" sungguh berubah, sikap Erick saat berada di perusahaan dan di luar, tidak tahu kenapa Erick sangat ingin mengenal lebih dalam lagi kepada keluarga Bilqis.


"Oh iya, aku lupa nama mu. Nama mu siapa?" tanya nya kepada Bilqis.


"Bilqis pak," jawab nya.


Kemudian Zora berlari menuju adik nya, ia menarik adik nya yang sedang menggambar di ruang tamu.


"Kakak! ada apa, aku sedang menggambar," teriak Dery saat ia merasa di ganggu oleh kakak nya.


"Heii, dengarkan kakak, ternyata paman itu bukan orang jahat, dia bos nya Bunda," ucapnya berbisik. Kemudian mereka langsung kembali menghampiri Bilqis dan Erick.


"Hallo paman, maafkan aku yang tidak sopan tadi," ucap Dery yang memanyun kan bibir nya membuat Erick gemas sendiri di buat nya.


"Tidak apa sayang, oh iya nama mu siapa?" tanya Erick lembut.


"Pasti Ayah dan Bunda mu bangga memiliki kalian se lucu ini," ucap Erick sambil tersenyum, sedangkan ekspresi ketiga nya langsung berubah.


"Pak, tolong jangan bahas tentang suami," ucap Bilqis dingin.


Erick hanya mengerutkan dahi nya, ia berfikir kenapa Bilqis seperti benci kepada suami nya, tapi ia hanya menepis pikiran itu dan menuruti apa kemauan Bilqis.


Tring.. Tring.. Suara ponsel Erick membuat mereka hening sesaat.


"Hallo mah, ada apa?" tanya Erick.


"Kamu di mana? kenapa tidak pulang, mamah tanya kepada David tapi sekertaris mu tidak tahu kau di mana?" hardik sang ibu.


"Memang nya ada apa, pekerjaan ku sudah selesai," ucap Erick lembut.


"Sayang, jangan pulang terlalu malam, jaga kesehatan mu," ucap Wanita itu khawatir.


"Mah, aku juga tidak berbuat apa apa, aku hanya main main sebentar."


"Ya sudah, jangan pulang terlalu malam," ucap Mamah nya langsung mematikan telfon itu.


Erick langsung kembali memasukan ponsel nya ke saku nya, dan ia menatap Bilqis yang memang dari tadi menatap dirinya.

__ADS_1


"Maaf, aku harus pulang sekarang," ucap Erick yang menghampiri Bilqis.


"Terimakasih pak," ucapnya.


"Coba deh jangan panggil bapak, aku bahkan lebih muda darimu. Panggil saja aku Erick," ucap Erick yang tersenyum kepada Bilqis.


Semua gosip yang di sebarkan oleh seluruh penduduk perusahaan itu sudah hancur, bahkan Erick sekarang sangat bersikap hangat dan baik kepada Bilqis yang memang baru ia temui.


"Ma-maaf Pak, eh Erick," gugup Bilqis.


Kemudian Erick tersenyum kepada Bilqis lalu ia mengalihkan pandangan nya kepada dua anak kecil yang sangat lucu.


"Zora, Dery, paman pulang dulu yah, nanti kalau ada waktu paman main lagi," ucapnya lembut.


"Iya paman, hati hati," ucap mereka bersamaan.


"Dadahh," Erick melambaikan tangan nya kepada Zora dan Dery saat ia akan masuk ke dalam mobil, sedangkan Bilqis mengintip di balik jendela, ternyata Erick mempunyai hati yang hangat dan bahkan ia sangat baik, yang membuat Bilqis tertarik dengan Erick.


Erick tersenyum saat melihat Bilqis lebih memperlihatkan wajah nya, hati nya sedikit tergoyah oleh wanita janda beranak dua tersebut.


Bahkan saat di perjalanan ia tak henti henti nya tersenyum saat memikirkan Bilqis.


Kemudian ia meraih ponsel nya dan menelfon sekertaris nya.


"Hallo ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya orang yang di sebrang telfon itu.


"Tolong kirim semua data data tentang OG yang bernama Bilqis," ucapnya.


"Baik tuan," jawab nya, walaupun ia masih heran ada apa dengan tuan nya, tapi ia tidak berani membatah sekalipun.


"Apa masih ada lagi tuan?"


"Oh ya satu lagi, besok 'dia' izin kepadaku dia tidak masuk karna sakit, jangan lupa bicarakan kepada staf yang mengurus pekerjaan nya jangan potong gajih dia," ucap Erick dan langsung mematikan telfon nya secara sepihak.


Sedangkan di sebrang sana masih bingung dan bertanya tanya, siapa 'dia' itu?.


Dia berfikir keras, dia di perintahkan untuk mengirim semua data data tentang OG yang bernama Bilqis, dan mungkin juga 'dia' yang bos nya maksud adalah Bilqis.


Ah memang sepertinya dia. gumam nya.


Ia langsung mengerjakan perintah bos nya yang aneh, dan semua nya sudah selesai.


●●●●●


Ting..


Ponsel Erick bersuara, berarti ada notif masuk, ia pun langsung mengecek nya dan ternyata inilah yang ia tunggu tunggu. Ia membaca semua nya, sekilas ia tersenyum saat selesai membaca data data tentang Bilqis.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2