Ingat, Aku Mencintaimu

Ingat, Aku Mencintaimu
EPISODE 13


__ADS_3

Bilqis memasuki rumah itu dengan tatapan takjub, ia merasa bemimpi bisa masuk ke rumah sebesar ini dan semewah ini.


Orang tua Erick pun keluar dan menyambut Erick dengan hangat, Sarah langsung menghampiri Bilqis dan bersalaman, tapi salman bukan sekedar salaman, tangan Bilqis di tekan erat sampai Bilqis meringis kesakitan. Sarah menatap Bilqis dengan sengit, bahkan Bilqis tidak berani menatap wajah Sarah. Bilqis tersenyum canggung, ia sangat ingin keluar dari rumah itu, tapi ia tidak enak dengan Erick, kemudian Alfan menghampiri Bilqis dan menyapa Bilqis hangat.


Setelah itu mereka mengadakan makan malam bersama, hanya ada hening di dalam meja makan itu, sedangkan Tasya tidak berhenti mengoceh kepada Erick, ia menunjukkan semua sikap manja nya kepada Erick, agar Bilqis tau bahwa Erick akan menuruti semua kemauan adik nya. Tasya selalu menatap sengit Bilqis. Setelah makan malam selesai, Alfan mengajak Erick ke ruang kerja nya.


Sedangkan Bilqis langsung di ceramahi oleh Tasya dan Sarah.


"Heii, kamu jangan terlalu pede disini, mungkin cinta Erick hanya sementara, ingat kamu sudah mempunyai anak, dan Erick masih lajang dan juga belum pernah menikah, Erick pantas mendapatkan perempuan yang masih Ori tanpa ada yang cacat, sedangkan kamu, kamu sudah menjadi janda tapi mendekati laki laki yang masih bujang," ucap Sarah dengan sinis.


"Iya! kakakku tidak mungkin cinta kepadamu, apa kamu pakai ilmu hitam? atau pakai apa? hih dasar perempuan gatal, kalo kamu butuh uang, nih saya kasih!" ucap Tasya kepada Bilqis. Bilqis mencoba menahan air mata nya agar tidak jatuh, ia sama sekali tidak bisa menjawab semua kata kata yang di keluarkan oleh Sarah dan Tasya.


Tidak tahu kenapa, tidak tahu ada apa dengan Sarah dan Tasya, mereka bilang, mereka sangat menyukai Bilqis, dan saat Biqlis di pertemukan dengan mereka, bahkan Bilqis tidak di perlakukan dengan layak. Bahkan Sarah sudah menyuruh putri nya untuk membenci Bilqis, jangan sampai Bilqis merebut semua yang Erick miliki. Mereka sudah menyiapkan kata kata yang menyakitkan yang akan di keluarkan untuk Bilqis. Sangat terlihat mereka ingin menyingkirkan Bilqis dari samping Erick.


Sedangkan Erick sedang berbincang asik dengan Papah nya, ia menceritakan semua kedekatan nya dengan Bilqis, ia menceritakan semua latar belakang Bilqis, ia pun menceritakan keakraban dirinya dengan kedua anak Bilqis.


"Putraku," ucap Alfan, laki laki yang sudah beruban, tapi badan nya yang tetap kekar karna setiap minggu sekali ia berolah raga si ruang GYM nya.


Erick tidak menjawab, ia memilih diam dan mendengarkan semua apa yang di kataka Papah nya.

__ADS_1


"Kamu serius dengan nya?" tanya Alfan tiba tiba.


"Hah," Erick mengerut kan kening nya heran.


"Putraku, Papah tau semua latar belakang Bilqis tanpa kau beri tahu, papah tau kapan kalian bertemu, papah pun tau di mana rumah Bilqis, Papah menyukai sikap sopan nya, dia menang wanita yang tulus dan baik hati, jika kamu serius percepatlah pernikahan kalian." Alfan menatap Erick lekat, ia seperti meminta jawaban putranya, serius atau tidak, karna ia sudah tau semua rencana istrinya. Ya memang semua nya untuk kebaikan Bilqis dan Erick juga, Sarah dan Tasya tidak mau orang sebaik Bilqis akan menderita karna kakak nya.


"Pah, benarkah? tapi, Bilqis tidak kau cepat cepat menikah, dia masih syok dengan semua kejadian di masa lalu, dia belum siap untuk menikah lagi." Erick menatap Papah nya lesu.


"Mungkin dia belum sepenuh nya percaya dengan mu. Erick, apakah kamu menerima apa adanya dengan semua keadaan Bilqis?" tanya Alfan yang mebuat Erick mengerutkan kening nya heran.


"Pah, jika aku tidak bisa menerima apa adanya, aku tidak mungkin berpacaran dengan nya," ucap Erick seperti protes.


"Kamu tau, dia janda, bahkan dia sudah mempunyai anak 2, dan pastinya kamu tahu, kesucian nya sudah di rebut oleh mantan suami nya, apakah kamu masih bisa menerima nya?" lagi lagi ucapan itu membuat Erick heran, ada apa dengan papah nya.


"Kamu bisa menerima malam pertama mu tanpa berusaha?" tanya Alfan lagi seakan akan ingin putra nya mengatakan tidak.


"Pah, aku tidak memikirkan itu, aku hanya ingin hidup bahagia bersama wanita yang aku cintai pah. Papah juga begitukan? Mamah bukan orang dari keluarga terpandang seperti papah, tapi demi cinta papah, papah tetap menikahi mamah agar bisa mendapatkan restu orang tua Papah bukan?" ucap Erick yang membuat Alfan tersenyum.


"Putraku, papah hanya tidak mau kau menyakiti wanita yang mencintaimu, jika kamu benar benar mencintainya, buktikan bahwa kau serius dengan nya. Menemukan dirinya dengan keluarga bukanlah sebuah keseriusan yang tepat, tapi jika kamu langsung melamar nya dan menikahi nya di waktu yang singkat, itu akan membuktikan bahwa kau memang serius dengan nya." Alfan menatap lekat putra nya, ia mendapatkan perubahan mimik wajah Erick.

__ADS_1


"Pah, bagaimana jika aku..." ucapan nya terpotong karna Alfan sudah mendahului nya.


"Erick, semua yang papah ucapkan itu menyangkut dengan apa yang ingin kau katakan tadi, papah tidak mau kau menyakiti hati wanita yang mencintaimu, tapi papah pun ingin kau mendapatkan wanita yang mencintaimu, dan kau pun mencintainya, tapi jika kalian berjodoh semoga semua nya akan bertahan lama, bahkan sampai akhir dunia ini." Alfan menepuk pundak putra nya dengan pelan, ia pun sangat menderita mendapatkan anak nya yang harus menderita.


"Pah, doakan aku." Erick memeluk Papah nya, ia lemah saat di depan papah nya, dan jarang sekali ia berbicara banyak dengan papah nya. Tak terasa Erick mengeluarkan air mata nya yang sejak tadi ia tahan, begitupun Alfan, ia pun sangat lemah jika menyangkut masalah putra nya.


Setelah itu mereka merapikan diri dan keluar dengan wajah yang kaku dan dingin seperti biasa. Mereka menuruni tangga dengan perlahan, dan seperti terhipnotis Bilqis memperhatikan Erick tanpa berkedip, sedangkan Sarah dan Tasya menghampiri mereka berdua.


Sarah langsung menggandeng tangan suami nya, begitulun Tasya, ia langsung menggandeng tangan Erick seperti mengatakan bahwa Erick sangat akrab dengan nya.


Bilqis hanya menatap Erick seperti meminta agar cepat cepat ia bisa pulang, dan untung saja Sarah dan Tasya hanya sibuk dengan ponsel nya masing masing setelah mengatakan kata kata yang menyakitkan hati Bilqis.


"Sayang, ayo kita pulang," ucap Erick yang kembali menulurkan tangan nya agar Bilqis mengandeng tangan nya. Biqlis hanya tersenyum dan menerima uluran tangan itu.


"Kakak, aku baru saja pulang, kakak kita rindu dengan ku, kakak tidak menginap dulu disini?" rengek Tasya kepada kakak nya. Dia menag seperti itu, jika ia lama tidak bertemu dengan kakak nya, ia akan merengek meminta kakak nya agar bisa menginap di rumah papah dan mamah nya.


"Aya, kakak besok kan bekerja, kakak janji, weekend nanti kita jalan jalan," ucap Erick yang membuat Tasya senang kegirangan. Walaupun umur nya sudah menginjak 20 tahun, Tasya memang sangat manja kepada kakak nya, ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan kakak nya dari pada dengan orang tua nya.


"Benarkah? ah kakak aku sayang kakak," ucap Tasya yang menggandeng tangan kiri Erick.

__ADS_1


Kemudian Erick melepaskan pegangan nya pada Bilqis, kemudian ia mengecup kening Tasya dengan sikap hangat nya.


Dan Erick pun berpamitan kepada Mamah dan Papah nya, begitupun Bilqis, Bilqis mencium tangan Alfan dan Sarah, sikap sarah kembali mengahangat saat di depan Alfan dan Erick, Sarah bahkan tersenyum dengan manis dan tulus kepada Sarah, begitupun Tasya, tatapan sengit yang ia berikan kepada Bilqis tidak terlihat lagi, hanya ada tatapan kagum dan hangat di dalam nya, dan Tasya pun menerima tepukan pelan Bilqis di pundak nya, senyum yang ia layang kan saat ini sangat manis kepada Bilqis, bahkan Bilqis pun heran dengan sikap Tasya dan Sarah.


__ADS_2