Ingat, Aku Mencintaimu

Ingat, Aku Mencintaimu
EPISODE 5


__ADS_3

Pagi pun tiba, matahari dengan malu malu menampakkan dirinya, suara kicauan burung membuat pagi menjadi sangat indah. Seperti biasa, Bilqis sudah mengerjakan semua nya, hari ini ia lebih santai karna bisa di izinkan untuk libur, ini hari sabtu, Dery sudah bangun dan sedang bermain dengan mainan nya karna di setiap hari sabtu sekolah TK di liburkan, sedangkan Zora sudah berangkat sekolah.


Senyum yang terlahir dari malam tidak pudar sampai sekarang, ia masih terbayang akan wajah hangat bos nya yang tidak mudah di lihat orang. Ia sekarang sadar, ternyata ia memang harus bersyukur dengan ia bisa akrab dengan bos nya. Tapi ia masih takut jika tidak bisa menjaga hati nya, ia takut terikat lebih dalam dengan bos nya, ia sadar bos nya tidak mungkin menyukai nya dan ia pun berfikir hanya dirinya yang menyukai bos nya. Ia sudah trauma dengan ada nya cinta, ia sangat takut jika harus patah untuk yang kedua kalinya.


Hari ini ia berencana untuk liburan bersama kedua anak nya, ia mungkin akan mengunjungi taman nasional atau yang lain nya, ia sangat ingin menghabiskan waktu dengan anak anak nya, setiap seminggu sekali kadang di saat akhir pekan Bilqis tidak mengajak anak anak nya untuk berlibur, ia hanya bekerja untuk mendapatkan uang lebih. Begitupun Zora dan Dery sama sekali tidak tertarik untuk keluar, mereka masih tau diri dengan keadaan keluarga nya dan mereka tidak ingin semakin merepotkan Bunda nya.


●●●●●


Erick sedang berada di mansion milik nya, ia tak henti henti nya memandang sebuah foto kecil yang sempat terkirim oleh sekertaris nya. Ia tersenyum dengan manis, rasanya ia ingin mencium foto itu, tapi kesadaran nya masih stabil, ia tidak mungkin melakukan hal sebodoh itu.


Tak lama kemudian sekertaris nya datang, David lagi lagi di buat heran oleh sikap bos nya yang berubah.


Kenapa sekarang dia lebih sering tersenyum.


Bahkan aku datang pun ia tidak tahu.


"Permisi tuan," ucap David.


Tidak ada jawaban, ia kembali mengucapkan kata sama, tidak ada lagi jawaban, dan di kata yang ketiga...


"Permisi!" ucap nya sedikit berteriak.


"Aku dengar!" ucap Erick dengan tegas.


"Lalu, kenapa anda tidak menjawab tuan, setidak nya menoleh atau apa," protes David.


Walaupun Erick adalah bos nya, tapi David tidak terlalu takut kepada Erick, bahkan mereka sering berbincang asik sambil sesekali bercanda. Sejak mereka kecil, mereka berteman dengan baik, dan saat Erick akan sekolah di luar negri, mereka terpisah sampai beberapa belas tahun, dan saat Erick pulang dari luar Negri dan sudah di angkat menjadi CEO oleh Ayah nya, mereka kembali bertemu menumpahkan rasa kerinduan. Ayah Erick sengaja menjadikan David untuk menjadi sekertaris Erick, orang yang selalu ada di samping Erick, orang yang di percaya oleh keluarga Erick, selain itu David juga mempunyai fisik yang sangat kuat.


Erick hanya diam, ia tidak menjawab, memang dia salah, dia tidak menjawab sapaan David tapi kan ia sedang sibuk.


"Aku hari ini tidak datang ke kantor," ucap Erick tanpa mengalihkan pandangan nya dari ponsel nya.


"Tuan, apa anda akan keluar?" tanya David.

__ADS_1


"Hmm" jawab nya.


Cih. David hanya berdecih kesal, kenapa harus merepotkan dirinya yang memang sudah repot dengan pekerjaan nya sendiri, sekarang ia harus mengerjakan semua pekerjaan bos nya.


David langsung melengos pulang, ia sangat sebal dan kesal kepada bos nya, kenapa bisa bersikap menyebalkan seperti itu. Bahkan itu bukan sama sekali sikap nya.


Sedangkan Erick tetap memandang foto kecil itu. "Cantik" gumam nya.


Erick masih berada di taman dekat kolam renang, ia masih setia memandangi foto kecil itu. Tidak tahu debaran apa yang ada di dalam dada nya, yang ia tahu hatinya sekarang sering berdebar jika bertemu dengan nya. Bisa di bilang ia sudah sangat tertarik dengan wanita itu, apalagi saat ia melihat kedua anak kecil yang sangat lucu lucu.


Bilqis?, ya benar, foto Bilqis lah yang dari tadi ia pandang. Sejak pertemuan pertama, saat melihat wajah panik Bilqis pun ia merasa wajah Bilqis sangat lucu, ia pun sudah muali tertarik saat itu, ia bahkam baru pertama kali menawarkan tumpangan kepada karyawan nya apalagi ini seorang OG. Bukan pekerjaan tinggi, tapi ia dengan kekeh nya ingin megantarkan wanita itu.


●●●●●


Tepat di jam 10.00 Zora pulang dari sekolah nya, setelah Zora pulang, mereka langsung makan bersama.


Heningg...


"Bunda," ucap Dery memecahkan keheningan.


"Bunda, aku suka kepada paman Erick, dia sangat baik," ujar bocah kecil itu membuat Bilqis tersedak.


Hati nya berdebar dengan cepat saat nama Erick di ucap oleh sang anak. Ia langung mengambil air minum nya dan bersudah menetralkan detak jantung nya.


"Bunda, apa kau tidak apa apa?" tanya Zora.


"Tidak apa apa sayang," ucap Bilqis sambil menatap putri nya.


Tatapan nya beralih ke arah Dery.


"Dery, dia bos Bunda. Kamu jangan pernah lagi bicara seperti itu, apalagi kalau di depan nya," ucap Bilqis sambil menatap Dery tajam. Sedangkan Dery hanya melengos sebal melihat Bunda nya yang tidak mau menikah lagi.


Mereka melanjutkan makan nya dengan diam, sunyi yang mereka rasakan.

__ADS_1


Setelah selesai seperti biasa Zora membantu Bunda nya untuk membereskan semua nya.


"Bunda," ucap Zora.


"Iya ada apa?" tanya Bilqis.


"Bunda, apa salah nya jika Bunda menikah lagi?" tanya Zora ragu.


"Heii sayang, kenapa sekarang kalian sering berbicara tentang itu?" bahkan Bilqis sendiri sangat heran kenapa anak anak nya ingin dia menikah lagi.


"Kita kesepian Bun," jawab nya lemas.


"Sayang, maafkan Bunda yah, Bunda masih belum bisa mencari Ayah untuk kalian," ucap Bilqis dengan lirih.


"Bagaimana kalau paman Erick Bunda?"


"Heii! paman Erick tidak mungkin mau dengan Bunda," hardik nya.


"Paman Erick tidak mungkin mau dengan Bunda?," terlihat Zora berfikir sebentar. "Berarti Bunda mau dengan paman Erick," tanya Zora berbinar binar.


"Heii mana mungkin," ucap Bilqis dengan sedikit malu malu.


Sedangkan Zora menyunggingkan senyum nya saat melihat wajah merona dari Bunda nya.


Setelah semua nya selsai, mereka bersiap siap untuk bermain ke taman, untung saja cuaca di luar tidak panas, sedikit mendung namun sangat segar.


Setelah sampai mereka dengan senang bermain bersama, sedangkan Bilqis hanya diam ti bangku taman sambil memperhatikan kedua anak nya.


Tak lama kemudian ada seseorang yang memegang pundak nya, ia terperanjat kaget saat tau siapa orang itu. Kenapa orang itu bisa ada di sekitar ini, apakah orang itu mengikutinya?. Jantung nya sudah berdebar dengan sangat cepat, apalagi saat tangan itu belum juga terlepas dari pundak nya.


Bilqis dengan berani menepis tangan itu, ia langsung berdiri dan menatap orang itu dengan penasaran.


"Kau..."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2