
Suara rintik hujan pun terdengar menyatu dengan suara tangisan anak perempuan kecil yang sedang menangisi pemakaman ibunya, tatkala hari itu adalah hari yang sangat menyedihkan bagi anak perempuan tersebut.
Dia pun terisak sambil sesekali menyeka air mata dari wajah putih mulus nya itu. Dia meringis sambil mengigit bibir bawah nya yang ranum dan merah muda itu meratapi pemakaman ibunya yang berada tepat di depan nya.
" Kenapa kau pergi begitu cepat bu ? " Kata anak itu sambil terisak. " Besok aku berulang tahun yang ke 12, Kau berjanji untuk membuatkan ku kue yang enak serta meniup lilin bersama ku " Lanjutnya.
" Ayolah vio, ikhlaskan ibumu. Dia akan bersedih kalau melihatmu begini " kata seseorang perempuan dewasa berumur sekitar 30-an, namun kecantikanya masih terpancar.
" Aku sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi bibi Anne, ibuku meninggalkanku sekarang bahkan aku tak tahu dimana keberadaan ayahku" kata gadis itu.
" Kata siapa kau tidak punya siapa-siapa lagi? Kau masih punya aku, bagaimana pun ibumu Devina itu adalah sahabat ku, Lupakan soal ayahmu, sekarang kau punya aku vio " Kata anne sembari memeluk lembut tubuh gadis kecil yang tengah bersedih itu.
" Aku bisa tinggal bersamamu ? Benarkah ?" kata viola dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
" Tentu saja, Aku juga tidak punya siapa-siapa semenjak anak semata wayangku nadira meninggal". Viola memeluk anne sambil tersenyum,namun air mata nya masih saja mengalir.
" Baiklah ayo kita pulang, sekarang kau akan tinggal di rumah ku". Viola pun menganggukan kepala nya,dan mereka pun pulang.
Viola givana dakota atau biasa di sapa dengan nama vio, adalah gadis yang ceria,dan cantik.Rambutnya panjang sedikit bergelombang dan berwarna coklat muda, Mata nya yang berwarna selaras menambah kecantikan nya, bila ia tersenyum, lesung pipi di kedua pipinya terlihat jelas membuat gadis itu hampir menjadi gadis yang sempurna . sekarang dia berumur 12 tahun, Ibunya Devina dakota dan sebenarnya, Ibunya ini adalah korban perkosaan dan viola adalah hasil dari insiden tersebut, Walaupun begitu, Devina dulunya sangat menyayangi Viola.
Anne Lauren adalah sahabat devina sejak kecil, Mereka tumbuh bersama, tak heran kalau viola memanggilnya bibi, karena memang kedua nya juga sangat dekat. Anne dulunya mempunyai seorang anak, nama nya adalah Nadira Laurent, Anak nya meninggal karena sebuah kecelakaan yang menewaskan anaknya beserta dengan suaminya.
" Ah itu, sepertinya tidak bibi anne, aku mau bekerja saja ".
kerja?
Viola menganggukan kepala nya
__ADS_1
"Kerja apa viola?tanya anne yang sedang bersiap,seperti tengah ingin pergi.
" Aku bisa menjaga toko buku di sebrang sana, Aku kenal dengan paman rey sang pemilik toko itu bi "
" Apa kau yakin ? Kenapa kau memilih untuk bekerja, Anak seusiamu seharusnya sekolah dan belajar, Aku bisa menyekolahkanmu, ada banyak sekolah di inggris dan soal uangnya kau tak usa pedulikan vio."
Namun sepertinya viola memang enggan untuk meneruskan sekolah nya, " Aku yakin bibi anne, Aku bisa bekerja dan belajar juga disana, toh aku bekerja di toko buku, yang pasti buku apapun pasti tersedia disana".
Anne pun menghela nafas dan tersenyum mendekati viola, diapun mengusap lembut rambut panjang viola dan berkata " Baiklah kalau memang itu yang kau inginkan, tapi kau harus berjanji untuk menjaga dirimu, aku tak bisa untuk terus disampingmu,Aku akan bekerja, dan ada disaat aku harus menginap di tempat kerjaku karena suatu hal, kuharap kau mengerti." dan di balas dengan anggukan
" sekarang aku akan pergi, jaga dirimu dan telpon aku jika kau butuh apapun "
" Ya bibi anne, kau tak perlu khawatir, hati hati dijalan " .
__ADS_1