Inside My Heart

Inside My Heart
Episode 13


__ADS_3

Viola larut dalam lamunan nya, sebentar lagi ia akan bertemu dengan pujaan hati nya itu, ia menanti Nero sampai saat ini, tak ada yang bisa menggantikan Nero di hati nya.


Semalam dia tidak bisa tidur karena memikirkan hal-hal yang bisa di katakan tidak terlalu penting, dia memikirkan akan membeli minyak wangi baru, dia juga memikirkan tatanan rambut yang baru dan semacam nya, dia ingin terlihat sempurna ketika bertemu dengan Nero nanti nya, Ya walaupun sebenar nya Viola itu selalu sempurna.


" Kira-kira wanita yang direkrut untuk menjadi sekretaris baru siapa ya " gumam viola sambil menggigit-gigit ujung pulpen yang ia pegang.


" Viola, kalau kau lapar sebaiknya kau makan pie daging, bukan nya pulpen " Kata lusi yang tiba-tiba datang,entah dari mana.


Viola tertawa kecil, " Ini enak, kau mau coba " sambil menyodorkan pulpen nya.


" Tidak dan terimakasih banyak " Kata Lusi memalingkan wajah nya.


Viola hanya terkekeh, membuat kedua lesung pipi nya terlihat jelas.


" Oh iya, kau di panggil tuan Alexandre ke ruangan nya " Kata Lusi.


Viola kaget. " Aku?" Kata nya


" Iya kau, memang nya ada berapa banyak nama Viola di sini " Kata Lusi


" Ada apa ya? Kok rasa nya tumben sekali, tuan Alexandre memanggil ku secara langsung " Kata Viola


Lusi mengangkat bahu nya " Entah lah, apa kau melakukan kesalahan? Ah.. atau mungkin kau akan di jodoh kan dengan pak Nicholas " Kata Lusi.


" Lusiana.. Kau ini kenapa " Wajah viola cemberut.


Lusi hanya terkekeh saat itu.


Di dalam lift, Viola berpikir sejenak. Ia menggigit-gigit kuku jari tangan nya, " Ada apa ya " Batin nya


Sesampai nya di depan ruangan tuan Alexandre, Viola menghela nafas dan mengetuk pintu nya, terdengar suara sahutan dari dalam, tanda di perbolehkan untuk masuk.


" Anda memanggil saya pak " Kata Viola dengan suara yang pelan dan lembut.


" Iya benar viola, kemarilah " Kata tuan Alexandre.

__ADS_1


Viola pun mendekat ke arah meja tuan Alexandre.


" Kau pasti bingung kenapa kau kupanggil kemari " Kata Alexandre.


Viola menganggukan kepala nya. " Iya pak, Apa saya telah melakukan kesalahan pak " Kata viola dengan wajah yang cemas dan bingung.


Alexandre tertawa. " Oh bukan.. bukan itu Viola, saya memanggilmu karena ingin memberitahukan sesuatu. beberapa hari lagi saya tak akan ada disini lagi, mungkin untuk hal ini kau sudah tahu bukan?" Kata Alexandre.


Viola menganggukan kepala nya.


" Ya saya ini sudah terlalu letih untuk mengurusi perusahaan ini lebih lama lagi, saya butuh istirahat, saya juga tidak boleh egois untuk hal ini, Anak-anak saya juga berhak untuk ini viola " Kata nya lagi


Viola hanya diam mendengarkan, " Apa tuan alexandre sedang mencurahkan tentang kehidupan nya kepadaku? tapi kenapa dia bercerita itu kepadaku " Kata Viola dalam hati kebingungan.


" Karena Anne juga sudah mengundurkan diri dari perusahaan ini, jadi saya minta kamu untuk menggantikan posisi Anne nanti nya, saya sudah lihat potensi kamu dalam bekerja,dan saya juga sudah mempertimbangkan nya, jadi saya menerima rekomendasi dari Anne untuk menempatkanmu ke posisi Secretaris nanti nya, Apa kau bersedia Viola?" Kata Alexandre.


Viola membulatkan mata nya, dia seakan tak percaya, dia diangkat menjadi sekretaris menggantikan Anne, dan yang lebih penting ia akan mendampingi Nero nanti nya.


" Viola.. Kau bersedia?" Kata Alexandre mengulangi nya karena tak ada respon dari Viola.


Alexandre juga tersenyum, " Baiklah, kau bisa mempelajari tugas-tugas seorang sekretaris kepada Anne " Kata Alexandre. " Sekarang Kau boleh kembali viola " Kata nya lagi.


" Baik pak, Saya permisi " Kata Viola dan di balas dengan anggukan kepala Alexandre.


Viola kembali ke ruangan nya dengan senyuman yang terus merekah di bibir nya, wajah cantik itu tampak sangat berseri-seri.


" Mungkin tuhan sudah menakdirkan aku untuk terus berdampingan dengan Nero dengan cara ini " Kata Viola dalam hati sambil menggigit bibir bawah nya, begitu menawan sampai membuat karyawan laki-laki yang ada disana tak bisa mengalihkan pandangan mereka.


Di rumah.


" Bibi kau merekomendasikan aku kepada tuan Alexandre untuk menggantikan posisimu, kenapa kau tak bilang kepada ku bi " Kata Viola


Anne hanya tersenyum, " Aku sengaja, agar kau terkejut " Kata Anne.


Viola melihat Anne yang sibuk meratakan adonan pie nya. " Dan kau berhasil bi, aku benar-benar terkejut " Kata Viola

__ADS_1


" Tapi kau senang bukan " Kata Anne.


Viola tersenyum lebar, lalu menghampiri Anne. " Aku sangat senang bi, terimakasih. Terimaksih untuk semua nya, Kau yang terbaik " Kata Viola sambil memeluk Anne.


Anne tersenyum tulus. " Sama-sama vio-ku "


Esok nya seperi biasa, Viola telah siap untuk berangkat bekerja, setelah ia siap, dan keluar pintu apartemen nya, ia tiba-tiba menepuk jidat nya, ia lupa kalau mobil nya kemarin sedang di servis dan belum sempat untuk mengambil nya, terpaksa ia harus menaiki taxi untuk sampai ke kantor nya, Viola harus berjalan sedikit untuk mencari taxi, di perjalananan ia terhenti di depan sebuah pekarangan rumah yang tak berpenghuni.


" Pohon nya sudah tak ada lagi " gumam nya.


ia berbicara mengenai pohon apel yang ada di pekarangan rumah itu.


Viola hanya tersenyum mengingat kejadian itu.


Sudah hampir 30 menit viola berdiri, namun taxi tak kunjung lewat.


" Kenapa tak ada taxi disini " Ujar Viola.


Ketika Viola sedang berdiri menunggu taxi, sebuah mobil hitam mewah berhenti tepat di depan nya, Viola hanya diam memandangi mobil yang berhenti di depan nya itu, Viola mungkin bertanya-tanya kenapa mobil ini berhenti, jelas mobil mewah itu bukan lah taxi yang sedang di tunggu nya.


" Butuh tumpangan nona " Kata seseorang di dalam mobil itu yang tenyata adalah nicholas, ia sangat tampan dengan kemeja dan jas yang ia kenakan.


Viola sedikit terkejut karena itu adalah nicholas, " Oh tak usah tuan, Aku sedang menunggu taxi " Kata viola.


" Di sini taxi cukup sulit di temukan nona, kau akan terlambat nanti nya, tenang saja, aku tak akan menggigitmu, " Kata Nicholas dengan tertawa kecil.


Benar juga yang dikatakan Nicholas, sedari tadi Viola berdiri namun taxi tak kunjung ada yang lewat, dan jika ia terus menunggu taxi, bisa-bisa ia akan terlambat untuk sampai ke kantor nya.


" Baiklah tuan, Maaf merepotkanmu " Kata Viola menghampiri.


" Tunggu sebentar " Kata Nicholas.


Viola berhenti. lalu tiba-tiba Nicholas turun dari mobil nya dan membuka kan pintu untuk Viola.


" Masuklah Nona viola " Kata Nicholas.

__ADS_1


Viola tertawa kecil melihat perlakuan Nicholas terhadap nya, lalu ia pun masuk ke mobil.


__ADS_2