Inside My Heart

Inside My Heart
Episode 10


__ADS_3

Viola duduk di depan meja kerja nya sambil memainkan handphone nya, dia terlihat sedang membalas sebuah pesan dari diana yang mengajak nya makan siang bersama.


viola, hari ini aku akan makan siang bersama mu, aku tunggu di restoran x dekat kantormu, aku rindu kau ^_^


begitulah isi pesan dari diana


Viola tersenyum membaca pesan dari sahabat nya itu, ia memang telah lama tak berjumpa dengan diana, lantaran diana tengah sibuk dengan pekerjaan nya di dunia modeling, ya sahabat nya itu memang cantik, tak heran jika ia menjadi seorang model sekarang.


Barulah Viola hendak pergi, seorang pemuda sepertinya seorang teman kerja viola datang menghampiri nya.


" selamat siang viola, kulihat Anne tak ada hari ini " Kata pemuda itu


" selamat siang bryan, Iya.. Anne hari ini meeting keluar kota bersama tuan alexandre " Kata Viola.


" Kalau begitu, mau makan siang bersama ku, waktu itu kau menolaku karena kau selalu makan siang bersama Anne, sekarang Anne sedang tak ada " Kata bryan.


Viola hanya tersenyum kecil lalu menjawab " Ah.. sepertinya sekarang pun tidak bisa bryan, aku sudah janji makan siang bersama temanku "


Bryan menghela nafas terlihat agak kesal.


" Baiklah " Kata nya, lalu ia pun pergi.


Viola telah sampai di restoran X, terlihat diana telah menunggu nya disitu


" Violaaaa " teriak diana sambil memeluk Viola, viola hanya tersenyum dan membalas pelukan sahabat nya itu.


" Aku merindukan muu vio " Kata nya lagi


" Aku juga " Kata Viola

__ADS_1


" Ayo duduk, aku sudah memesankan makanan untuk kita, kali ini aku yang traktir " Kata Diana sambil meminum es lemon tea nya.


" wah diana, baik sekali kau hari ini " Kata viola sambil terkekeh


" Ayolah vio, bukan hanya hari ini aku baik " Ujar diana


" Iya, kau baik setiap hari "


Makanan mereka pun telah datang, dan mereka makan dan juga bercerita.


setelah selesai...


" Vio, sepertinya aku harus kembali, sekarang aku ada jadwal pemotretan " Kata Diana sambil bersiap ingin pegi


" Oh begitu, baiklah kau duluan saja, sebentar lagi juga aku akan kembali ke kantorku " Kata Viola


" Baiklah, lain kali kita akan berjalan-jalan bersama " Kata Diana sambil mencium pipi kanan dan kiri viola


" Dah " Viola membalas lambaian tangan diana.


Viola melihat arloji nya, " Aku juga harus kembali ke kantor " Bisik nya


Viola pun berdiri dari kursinya, hendak kembali menuju kantor nya dan Bryan tiba-tiba ada di depan nya.


" Wah viola, inikah yang kau sebut makan bersama temanmu, yang kulihat disini kau hanya sendirian " Kata nya


" Ah itu, temanku baru saja pergi " Kata viola


Bryan terkekeh, terlihat sekali kalau dia kesal dengan gadis itu.

__ADS_1


" Wah wah.. selain cantik, ternyata kau juga sangat pandai mencari alasan " Kata bryan sambil menepuk nepuk tangan nya


" Aku tak paham maksud mu bryan " Kata viola mengernyitkan dahinya, tanda kalau ia memang tak paham dengan penuturan bryan.


" Kau ini memang cantik, tapi kau sangat lah jual mahal " Kata bryan dengan ekspresi meledek


Viola hanya diam, dia sebenar nya agak takut dengan tingkah bryan yang seperti memergoki pacar nya berjalan dengan laki-laki lain.


" sebutkan berapa harga mu " Kata bryan lagi


" Maaf ?" Kata Viola bingung


" Berapa harga untuk mu, agar kau mau berjalan dengan ku " Kata bryan tak tau malu


Muka Viola memerah menahan amarah nya, selama ini dia selalu menolak makan siang atau pun berjalan dengan bryan dengan sangat sopan, bukan hanya bryan yang pernah di tolak nya, tapi hampir semua pemuda yang mengajak nya selalu di tolak oleh viola, tapi tidak ada yang sekurang ajar ini.


" Ayolah viola, sebutkan saja berapa! Aku akan membayar mu asal kau mau pergi dengan ku " Kata bryan kurang ajar, dan yang lebih kurang ajar nya lagi, tangan nya hendak mengelus pipi mulus Viola.


Sontak viola pun langsung menampar pria kurang ajar itu.


Restoran itu tengah sepi karena kebanyakan yang makan disitu adalah karyawan Ac group, dan sekarang jam makan siang telah selesai, semua karyawan sudah kembali ke kantor.


Mendapat tamparan di pipi nya membuat amarah bryan makin menjadi-jadi, ia pun ingin membalas dengan menampar kembali Viola.


" ******, berani-berani nya kau.. " Bryan mengangkat tangan nya yang telah siap memukul viola.


Ketika hendak mendaratkan pukulan, tangan bryan ditahan oleh seseorang


sontak bryan menengok ke arah orang itu.

__ADS_1


" P..pak Nicholas " Kata Bryan terbata-bata.


__ADS_2