
Viola membuka matanya, dan terlihat nicholas memegang tangan bryan yang hendak memukul nya.
Nicholas melepas kan genggaman nya, terlihat cukup santai ketika nicholas memegang tangan bryan, namun sangat cukup membuat bryan meringis kesakitan.
" yang ingin kau lakukan itu tidak lah benar, bung " Kata Nicholas sambil menatap bryan
" Kau ingin melawan seorang wanita? baiklah.. aku akan membuat nya mudah untuk mu, aku akan menggantikan posisi nona viola untuk berhadapan denganmu, bagaimana ? Kata Nicholas
" Ti..tidak pak, bukan begitu.. tadi saya hanya bercanda " Kata Bryan gugup
" bagaimana ini, kenapa dia tiba-tiba ada disini " batin bryan
Nicholas hanya tersenyum, Viola diam melihat bryan yang sangat gugup dan berkeringat.
" Aku sangat tidak menyukai pria yang kasar bekerja di perusahaan ayahku " Kata Nicholas dengan masih memasang raut wajah santai dan tersenyum.
" Maafkan saya pak, saya melakukan kesalahan, tapi ini semua juga salah viola pak, dia menggoda saya, saya bilang saya tidak mau dengan nya, tapi dia terus menggoda saya dan menampar saya, saya jadi hilang kendali setelah nya " Kata bryan berdalih panjang lebar.
Kali ini Nicholas mengeryitkan dahinya lalu menengok ke arah viola " Bernarkah " Kata nicholas, Viola hanya menggeleng-gelengkan kepala nya " Itu tidak benar tuan, saya tidak mungkin melakukan itu " ujar viola.
" Baiklah, kalau ini bukan lah kesalahan mu, kembali lah ke kantor. " Kata Nicholas kepada bryan.
" Dan kau Nona viola, kau tetap disini karena kau harus kuhukum " Kata nya lagi
Viola pun menatap Nicholas, tatapan nya itu terlihat seperti anak kecil yang hendak berkata kalau bukan dia lah yang mencuri permen.
Nicholas suka sekali menggoda viola, karena dia terlihat begitu menggemaskan.
Bryan tersenyum puas, " Terimakasih pak, atas kebijaksanaan bapak " Kata nya sambil membungkuk dan berlalu
__ADS_1
Baru saja bryan melangkah kan kakinya, Nicholas berkata lagi " Oh ya bryan "
Bryan pun menoleh " Ya pak " Kata nya
" Kau tau, aku sangat tidak menyukai pria yang kasar terhadap wanita,tapi aku lebih membenci pria dengan mulut yang suka berdusta, kau tahu.. orang seperti itu terlihat tak pantas untuk menjadi karyawan diperusahaan ayahku," Kata Nicholas, kali ini dengan raut wajah yang serius. " Ah sepertinya bukan hanya di kantor ayah ku saja, sepertinya dia juga tak pantas menjadi karyawan di perusahaan manapun "
Bryan terdiam dan menenggak Air liurnya.
" Kembalilah, temui aku diruanganku 30 menit dari sekarang " Kata Nicholas.
Bryan tidak menjawab dan hanya menganggukan kepala nya lalu ia berlalu.
" Terimakasih tuan Nicholas " Kata Viola
" Terimakasih saja sepertinya tidaklah cukup nona viola " Kata Nicholas tersenyum, dia menggoda viola lagi.
" ng? "
Viola terlihat bingung
Melihat kebingungan di wajah viola, Nicholas tertawa " Tidak Nona viola, aku hanya bercanda, Terimakasih kembali, aku hanya tidak suka melihat laki-laki yang sangat kasar pada seorang wanita, apalagi wanita nya secantik dirimu " Kata Nicholas. jelas perkataan nya tadi bukan lah sebuah candaan.
Viola hanya tersenyum, senyuman yang di berikan nya itu sukses membuat rona di pipi Nicholas.
" Ayo nona viola, bukan kah kau juga harus kembali ke kantor " Ajak Nicholas
" Ah iya tuan nicholas, Aku jadi lupa kalau aku masih berada di jam kerja "
" Sekarang kau akan bekerja di perusahaan ini juga tuan ? Tanya viola
__ADS_1
" Ya sepertinya, kenapa nona viola? Kau tak menyukainya ?
" Oh tidak..tidak, bukan begitu maksud ku "
Nicholas menyembunyikan tawa nya, lucu sekali wajah nya bila aku menggoda nya, batin nya
" Kau akan menetap disini dan tak kembali ke Australia " Tanya viola
" Aku tak akan kembali ke australia, di australia aku belajar mengenai bisnis ini dan itu hanya dengan teori, dan sekarang waktunya aku untuk terjun untuk mempraktek kan apa yang telah saya pelajari, dimulai dari perusahaan ini "
Viola hanya mengangguk.
" kalau nicholas saja menetap untuk mengurus perusahaan ini, lalu kenapa nero tidak, apa dia betah disana? atau mungkin ia telah menikah dan hidup bahagia disana "
Viola melamun, " Nona Viola, disana ruanganmu " Kata nicholas, Viola masih sibuk dalam lamunan nya dan tak mendengarkan nicholas
" Nona Viola " Kata nicholas kali ini menepuk pundak Viola
" Ah iya tuan " Kata Viola terperanjat.
" Kau tak apa, apa yang sedang kau pikirkan ?"
" Ah tak ada tuan, baiklah saya permisi " Kata viola
baru saja viola hendak melangkah kan kaki, ia berbalik kembali " Ah tuan nicholas, Apakah.. ng.." Kata viola ragu-ragu
" Ya nona? Apa yang ingin kau tanyakan? Kata nicholas
" Tidak apa-apa, sebaiknya saya permisi " Kata viola sambil tersenyum tak enak hati dan berlalu.
__ADS_1
Nicholas masih berdiri menatap viola yang pergi, lalu ia tersenyum dan menaikan pundak nya sebentar lalu berlalu memasuki lift menuju ruangan nya.