
Hari ini adalah hari minggu, karena hari ini Viola sedang libur bekerja, ia berniat pergi untuk mencari kado untuk sahabat nya, Diana, bukan kado ulang tahun, melainkan kado pernikahan. Diana akan menikah minggu depan.
Awal nya Viola akan pergi bersama dengan Anne, namun karena Anne tiba-tiba sakit kepala, jadi Viola harus pergi sendirian.
Di perjalanan, Viola mampir ke sebuah toko buku, Karena telah lama ia tak membeli ataupun membaca buku lagi.
Ketika Viola berkeliling, ia melihat ada satu buku yang menarik, Viola pun hendak mengambil buku tersebut, namun tak disangka ada tangan lain yang hendak mengambil buku itu juga, hingga tangan mereka bersentuhan.
Viola kaget lalu memalingkan wajah nya ke samping untuk melihat orang itu.
Viola membulatkan mata nya, dia sangat terkejut dengan siapa yang kini tengah di hadapan nya.
NERO.. kata viola dalam hati.
" Kalau kau mau, ambil saja buku itu " Kata pemuda yang ternyata adalah Nero itu sambil berbalik ingin pergi.
" Ahh Nero.. " Viola spontan saja meneriaki nama Nero, sambil mengangkat tangan nya ke arah nero, berharap pemuda itu jangan pergi.
Nero terhenti karena viola menyebut nama nya, lalu ia berbalik memandang Viola.
" Kau tau namaku?" Kata Nero mengeryitkan dahi.
Viola terlihat kikuk, dia terdiam sesaat lalu berkata dengan ragu-ragu, " Tidak, aku hanya membaca tulisan yang ada di kalungmu, kupikir itu adalah namamu tuan " Kata Viola menunjuk kalung bertuliskan Nero yang terpasang di leher nya.
Nero hanya menganggukan kepala nya lalu pergi.
" Ternyata ada wanita secantik itu di negara ini " Batin Nero
Viola masih diam memandang Nero yang pergi keluar dari toko itu hingga bayangan nya hilang.
Viola sungguh tak menduga dia akan bertemu kembali dengan Nero setelah sekian lama, Namun ia telah berubah, Selain wajah nya yang terlihat lebih tampan dari sebelum nya, ia terlihat lebih dewasa dengan gaya yang sangat berkarisma membuat semua wanita mungkin akan antri untuk menjadi kekasih nya, tapi ada yang menganjal di hati viola, Nero seperti tak mengenali Viola sama sekali.
__ADS_1
" Apa aku sungguh terlihat berbeda dari 10 tahun yang lalu, ia seperti tak mengenali aku " gumam Viola.
Viola pulang kerumah, dia mengecek keadaan Anne dan terlihat Anne sedang tertidur pulas di kamar nya, Viola hanya menghela nafas sambil tersenyum, lalu ia masuk kemar nya. Viola duduk di depan meja rias nya dan melihat dirinya di depan cermin, " Tak ada perubahan signifikan dalam diriku " gumam nya sambil menyentuh pipi-pipi nya yang kenyal.
Viola membersihkan dirinya dan merebah kan dirinya di atas kasur kesayangan nya. ia selalu teringat kejadian di toko buku tadi.
" Selalu saja di toko buku, ada apa dengan toko buku " gumam nya sambil terkekeh
lalu ia pun terlelap dalam tidurnya.
Hari ini adalah hari pertama Viola bekerja dengan jabatan baru yaitu sekretaris, ia telah belajar banyak mengenai tugas seorang sekretaris dari Anne.
lumayan banyak berkas-berkas yang harus viola salin dan kerjakan, dan ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani oleh CEO.
Viola pun bergegas menuju ruangan CEO untuk meminta tandatangan, tak lupa ia sudah membenahi penampilan nya untuk terlihat sempurna ketika akan bertemu kembali dengan CEO-nya itu, rambut nya di potong sedikit dan di gerai nya namun terlihat rapi agar penampilan nya sama seperti 10 tahun yang lalu. Ketika sampai di depan pintu ruangan CEO, Viola menghela nafas dan mengetuk pintu tersebut, terdengar jawaban "masuk" dari dalam ruangan.
Viola pun masuk dan menghampiri meja Nero.
Mendengar penuturan Nero, wajah Viola menjadi sumringah, " Jadi kau mengingat semua nya " Kata Viola, cukup lancang berbicara dengan atasan seperti itu memang.
Nero mengeryitkan dahi nya, " Kau berbicara seolah-olah aku ini bukan atasan mu, tentu saja aku ingat, kejadian itu baru kemarin " Kata Nero dingin.
Viola terdiam dan wajah nya langsung tertunduk, ternyata yang dimaksud nya adalah toko buku kemarin bukan lah toko buku 10 tahun yang lalu.
" Maaf kan kelancangan saya pak " Kata viola
Nero menghela nafas nya, tentu dia tak benar-benar marah saat tadi, " Ada apa " Kata Nero.
" Ini adalah berkas yang harus kau tanda tangani pak " Kata Viola
" Baiklah, kau taruh saja di situ nanti aku tanda tangani " Kata Nero yang sibuk memainkan laptop nya dan tak memandang Viola.
__ADS_1
" Baik, saya permisi " Kata Viola dengan nada lembut namun terdengar lesuh.
Viola berbalik dan pergi meninggal kan ruangan itu, Nero yang ternyata memandangi Viola hingga ia keluar dan hilang karena pintu telah tertutup.
" Ck.. pintu sialan " gerutu nya.
Lalu ia seperti menyadari sesuatu.
" Aku seperti dejavu " gumam nya.
Viola berusaha menahan tangis nya, muka nya merah padam saat itu, ia pun pergi ke toilet dan disana tangis nya pecah, ia terisak tak bersuara, hati nya sakit, yang pertama karena ia di bentak oleh Nero dan yang paling menyakiti hati nya adalah kenyataan bahwa Nero benar-benar tak mengingat nya, gadis kecil yang 10 tahun lalu ia kecup dahinya ketika ia akan pergi.
Viola keluar dari toilet dengan wajah yang agak pucat, namun tetap cantik
ia tak sengaja berpapasan dengan Nicholas saat itu.
Nicholas yang awal nya tersenyum senang melihat Viola saat itu, langsung berubah menjadi khawatir melihat wajah viola yang pucat.
" Nona, kau tak apa " Kata Nicholas
" Oh selamat siang tuan nicholas, ya aku baik-baik saja " Kata Viola berusaha tersenyum.
" Tapi wajahmu terlihat pucat nona, Apa kau sakit?" Kata Nicholas terlihat khawatir.
" Ah sungguh?" Kata Viola meraba wajah nya lalu tersenyum kecil, " Sebenar nya aku memang sedikit pusing tuan, tapi sudah tak apa".
" Kau yakin? sebaik nya kau pulang saja nona viola, mari biar kuantar " Kata Nicholas sambil mengajak Viola.
" Aku baik-baik saja tuan Nicholas, sungguh. Dan pekerjaan ku juga masih banyak, sebaiknya aku permisi " Kata Viola lalu pergi.
Nicholas hanya diam memandangi viola yang berlalu, terlihat jelas kekhawatian nya terhadap Viola di kedua mata pemuda itu.
__ADS_1