
" Kau sudah dengar? Pak Nicholas pierce sekarang sudah bergabung disini, dan di hari pertama dia datang, dia telah memecat satu karyawan disini " Kata Lusi Antusias
" Memecat karyawan katamu " Kata Viola menatap lusi
Lusi menganggukan kepala nya " Iya, Apa kau sudah bertemu dengan nya? Demi tuhan dia tampan sekali, dia juga ramah, selalu tersenyum pada karyawan biasa seperti kami " Kata Lusi terkagum sambil memegang kedua pipinya sendiri. " Oh ya dan kau tau siapa yang dia pecat ? Kurasa kau harus bersyukur kali ini, karena yang di pecat nya adalah bryan stockhouse, si penyombong dan penganggu itu " Kata Lusi
" Kau selalu di ganggu oleh dia kan, aku saja sangat risih ketika dia datang padamu dan berharap kau mau makan ataupun pergi bersama nya, Astaga memuakkan " Kata Lusi lagi dengan ekspresi seperti mau muntah.
Viola hanya mengangguk-anggukan kepala nya saja.
" Aku memang sudah menduga kalau dia akan memecat nya " Kata viola tak sadar.
" Apa?kau sudah menduga apa?" Kata lusi dengan nada yang sangat sukses membuat Viola kaget
" Astaga, tidak aku tak menduga apa-apa kau salah dengar, aku tak bilang apa-apa " Kata Viola sambil mengusap dada nya karena kaget.
" Benarkah aku salah dengar?" Ah sudah lah, oh ya viola, mulai minggu depan, tuan Alexandre tidak akan bekerja lagi, ya itu wajar sih usia nya juga sudah cukup tua untuk mengurus perusahaan ini " Kata Lusi
" Oh ya, lalu tuan nicholas lah yang akan menjadi CEO mengantikan tuan Alexandre bukan? Kata Viola sambil membolak-balikan berkas di tangan nya.
" Ya aku juga berpikir sama seperti yang kau pikirkan, tapi ternyata bukan pak nicholas, melain kan anak pertama tuan Alexandre yang akan menjadi CEO disini " kata Lusi.
Viola langsung menghentikan aktivitas nya melihat berkas-berkas itu.
" Kau bilang apa lusi " Kata viola menatap lusi sangat penasaran
Lusi menghela nafas " Aku bilang, yang jadi CEO nya bukan pak nicholas, tapi anak pertama tuan Alexandre, semua karyawan disini bilang, dia sangat tampan, dan berkarisma, usia nya juga masih muda, seperti nya sama seperti pak nicholas.. wah sepertinya kantor kita tidak lagi terasa membosankan " Kata Lusi panjang lebar.
Viola hanya diam saat itu, ketimbang mendengar berita pemecatan Bryan, berita ini jauh lebih mengejutkan nya,jantung nya berdegup, seperti akan runtuh, tidak tau itu adalah perasaan senang atau semacam nya. " Nero..." batin nya
" Hey lihat-lihat, ada pak nicholas "
__ADS_1
Viola menoleh dan melihat, disana jelas ada nicholas sedang berbicara dengan pegawai lain dan ketika nicholas menolehkan pandangan nya, ia melihat viola, ia tersenyum kepada viola, viola hanya membulatkan matanya dan tersenyum kembali kepada nicholas.
" Dia tersenyum kepadamu viola, ya ampun kau lihat, senyum nya sungguh menawan, kau harus senyum sekali lagi padanya, agar aku bisa melihat senyuman nya lagi " Kata Lusi kegirangan sendiri.
Viola hanya menoleh ke lusi sebentar dan menoleh ke nicholas lagi, nicholas masih memperhatikan nya dan kali ini dia melambaikan tangan nya lalu pergi.
Lusi membulatkan matanya, " Apa ini viola, dia pasti menyukaimu, semua orang menyukaimu, astaga mengapa wanita sempurna sepertimu menjadi karyawan seperti ini, harusnya kau itu menjadi model, atau pramugari saja, atau kau bisa menjadi artis " Kata Lusi meracau.
" Kau ini terlalu berlebihan, aku nyaman bekerja seperti ini " Kata Viola kembali membolak-balikan berkas nya tadi. Dia tak terlalu memikirkan itu, yang dia pikirkan saat ini adalah menunggu Anne nanti malam, karena Anne baru pulang dari meeting nya nanti malam, ia akan bertanya mengenai kedatangan Nero minggu depan kepada Anne, ia yakin Anne pasti tahu tentang hal itu.
Di rumah, Viola tengah mondar-mandir menunggu Anne pulang, dirinya tak sabar menanyakan berita kedatangan Nero itu, ia ingin memastikan apakah berita itu benar ada nya.
Tak lama, bel rumah nya berbunyi
Langsung saja Viola bergegas membukakan pintu nya.
" Bibi Anne ... " Kata viola sambil memeluk Anne.
" Akhirnya kau pulang bibi " Kata nya lagi dengan wajah nya yang sumringah, Wah wajah viola yang terlihat natural tanpa make up namun tetap berseri dan bibir tanpa lipstik tetap saja merah, Viola adalah definisi wanita cantik tanpa make up dan sangat cantik dengan make up.
" Aku merindukan mu, Ayo kita masuk, Aku sudah membuatkan mu makan malam yang enak " Kata viola mengandeng tangan bibi nya.
Anne dan Viola kini duduk di ruang tengah sambil menonton televisi usai makan malam, terlihat viola melihat anne ragu-ragu untuk menanyakan perihal Nero.
" Bibi Anne " Kata viola dengan suara lembut
" Ya vio " Kata Anne sambil mengganti saluran televisi.
" Anu.. Apa benar tuan Alexandre akan keluar dan tak lagi bekerja di perusahaan nya " Kata Viola pelan.
" Hmm ya itu benar " Kata Anne
__ADS_1
" Lantas, siapa yang akan menggantikan posisi nya sebagai CEO "? Kata Viola
Anne menatap viola, dia ternyata paham arah pertanyaan viola
" Nero " Kata Anne
" Kau tak sedang bercanda kan bibi " Kata viola, terlihat raut wajah nya mengatakan kalau dia takut itu hanyalah candaan bibi nya saja.
Melihat ekspresi viola, Anne tertawa, Melihat Anne tertawa, Viola langsung menunduk lesuh, wajah nya yang cantik menunjukan kekecewaan yang sangat dalam.
" Ternyata itu hanyalah berita bohong " ujar nya.
" Itu tidak bohong " Kata Anne yang sudah bisa menguasai dirinya agar tak tertawa karena dia gemas dengan viola.
Viola langsung menatap Anne. " Berita itu benar Vio, sebenar nya aku memang akan memberitahukan ini kepadamu selepas aku pulang, tapi aku lupa bahwa dinding kantor dapat berbicara haha " Kata Anne tertawa
" Tuan Alexandre sudah memutuskan untuk menyerah kan perusahaan itu kepada Nero, karena ia merasa Nero telah pantas dan siap untuk meneruskan bisnis dan usaha nya,dan juga badan nya sekarang sudah mudah letih karena usia nya yang tak muda lagi " Kata Anne, Viola mendengarkan.
" Dan Viola, ketika tuan Alexandre memutuskan untuk tak bekerja lagi, aku juga berpikir untuk tak bisa lagi bekerja di perusahaan itu " Kata Anne sambil mengambil cemilan lalu memasukan ke mulutnya.
Viola mengeryitkan dahinya " Maksud bibi?"
" CEO baru juga harus sekretaris baru dong " Kata Anne melirik Viola.
" Ah begitu ya " Kata viola " Kau serius untuk tak bekerja lagi bibi " Kata nya lagi.
" Iya aku serius, kau lihat diriku, umur ku sudah 42 tahun, Aku sudah tak cocok lagi menjadi sekretaris, apalagi kalau CEO nya masih muda dan tampan, setidak nya perusahaan itu akan merekrut wanita muda yang cantik untuk ditempatkan di posisi sekretaris, bukan?" Kata Anne terkekeh.
Viola diam dan berpikir. " wanita muda dan cantik ya, " Kata viola, dia berpikir posisi sekretaris itu adalah posisi yang sangat dekat dengan CEO, kemana-mana mereka selalu bersama, bahkan untuk bisnis keluar kota ataupun keluar negeri pun mereka harus melakukan nya bersama.
" Bibi, kenapa kau harus berhenti, aku tak bisa melihat ada wanita lain yang lebih cantik mendampingi nero nanti nya, untuk memikirkan nya saja aku tak tahan." Kata Viola cemberut.
__ADS_1
Bukan main susah nya Anne menahan agar tak tertawa di depan Viola yang tengah cemburu itu. Lalu raut wajah Anne berubah menjadi serius.
" Tapi sayang nya, tuan Alexandre telah menemukan wanita yang akan menggantikan posisi ku vio " Kata Anne serius.