
Hari sudah sore, dengan langkah juntai Viola berjalan pulang. Hari ini merupakan hari yang cukup melelahkan bagi Viola, karena ini adalah hari pertama dia kerja.
" Ternyata bekerja itu melelahkan, pasti bibi Anne lebih kelelahan, kan bibi sudah bekerja cukup lama " gumam Viola
Ketika sedang berjalan,langkah Viola terhenti di depan pohon apel yang buah nya lebat dan merah.
" Wah.. bagaimana bisa pohon apel ini tumbuh subur di pekarangan rumah tak berpenghuni, siapa yang merawat nya ? "
" Kalau ku ambil satu buah mungkin tak apa "
Dengan nekatnya, Viola pun memanjati pohon itu, " Wah merah sekali apel nya " Kata Vio dengan mata kegirangan. Diapun memetik satu. Ketika sedang diatas alangkah terkejutnya Vio ketika mendengar orang yang berbicara dari bawah.
" Apa yang kau lakukan? Kau mencuri ? "
Viola terperanjat, hingga tubuh nya kehilangan keseimbangan dari atas sana, dan benar saja, Viola pun terjatuh tepat di depan orang itu.
Orang itu hanya berdiri dan diam saja ketika melihat Viola jatuh dari atas pohon, Untung nya Vio memanjat tak terlalu tinggi, hingga ketika dia jatuh, dia tak mengalami cedera apapun. Viola menoleh ke orang itu dan betapa terkejutnya ternyata orang itu adalah orang yang sama yang membeli buku di toko nya pagi tadi.
Orang itu pun memapah Viola berdiri dan berkata " Maafkan aku, Ukuran tubuhku saat ini tak cukup besar dan kuat untuk menangkap mu yang jatuh dari atas, menilik dari tubuh mu itu bila kupaksakan maka akupun pasti akan terjatuh". Ya tubuh Viola itu walaupun masih berusia 12 tahun tetapi tubuh nya berisi dan cukup padat tapi bukan nya gendut.
Viola yang awal nya kesal karena dia tak membantu, Sekarang hanya menganggukan kepala nya saja.
" kau tak apa ? Apakah ada yang luka ? tanya nya
" Oh tidak apa apa.. tak ada yang terluka hanya sedikit sakit di bagian belakang ku " .
" Namaku Nero " Katanya sambil mengulurkan tangan.
" Oh Aku Viola.. Viola Givanna " balas Vio dan menjabat tangan nya dengan malu malu.
Nero tersenyum, simpul namun manis sekali, " Viola ya.. Nama yang cantik ". Mendengar penuturan Nero, Wajah mulus viola bersemu merah.
__ADS_1
" Kau mau kemana " Kata nya
" Aku ingin pulang kerumah ku tuan " Balas Viola.
" Apa kau sedang sibuk ? Bagaimana kalau kau menemaniku untuk makan? Tapi kalau kau keberatan aku mengerti, mungkin lain kali " Tanya Nero cuek namun sebenarnya dia mengharapkan jawaban Ya dari Viola.
Viola berpikir sejenak, dia tidak pernah menerima ajakan seseorang yang tak dia kenal, Tapi entah mengapa ketika Nero yang mengajak nya, Viola malah seperti merasa kesenangan.
" Emh baiklah tuan.. Tapi aku tak bisa berlama-lama " Kata Viola
" Baiklah itu lebih dari cukup.. dan ya kau tak perlu memanggilku tuan, aku sudah memperkenalkan namaku, apa aku Perlu mengulangi nya "
" Oh tidak perlu.. Maaf tuan.. Ah maksud ku Nero, Aku hanya belum terbiasa " Kata Viola terbata bata.
" Sekarang kau harus membiasakan nya " balas Nero.
Viola hanya menganggukan kepala nya sambil sedikit tesenyum canggung, Namun itu membuat wajah polos nya sangat lah mempesona, cantik hingga Nero tak dapat mengalihkan pandangan nya dari gadis itu.
" 12 tahun " Balas Viola.
" Ayolah Nero, Dia hanya gadis berumur 12 tahun, Apakah sekarang aku menjadi pedofil.. tapi lihatlah dia sangat cantik, rambut nya indah,matanya menawan, kulitnya putih bagai susu dan senyum nya astaga, ternyata di negara ini ada anak secantik ini " Kata Nero dalam hati ".
" Kau mau makan dimana ?" Viola bertanya
seketika lamunan Nero pun buyar, " Oh disana.. Aku ingin memakan makanan yang ad di restoran sebelah sana, Kita naik taxi saja " .
Viola mengangguk pelan, mereka pun menaiki taxi dan Viola duduk di dekat jendela mobil taxi sambil melihat keluar, Angin mulai bertebaran hingga rambut coklat muda Viola beterbangan, nero yang melihat itu tanpa sadar,tangan nya spontan membenahi rambut yang melayang di wajah Viola, menyelipkan nya di belakang telinga viola.
Viola yang mendapat perlakuan itu pun kaget, Ketika Nero sadar akan hal yang dia lakukan, dia pun langsung memindahkan posisi badan nya agak menjauh dan memalingkan wajah nya yang memerah karena malu.
Jantung Viola berdegup kencang, perasaan ini sama seperti pada saat pertama kali dia bertatapan dengan Nero pagi tadi.
__ADS_1
" Kita sudah sampai, Ayo " Ajak Nero
Viola mengikuti Nero, merekapun masuk ke salah satu restoran dan duduk disana.
Setelah memilih menu mereka pun memesan makanan.
" Apa kau sebegitunya menyukai buah Apel ?" Tanya Nero
" Hah? Viola bingung mendengar pertanyaan Nero
Nero menghela nafasnya, " Kau tadi jatuh dari pohon itu karena mengambil apel nya kan ?
" Oh itu.. Aku hanya tergiur dengan apel yang begitu merah di atas sana " Kata Viola sambil tertawa kecil, begitu manis lesung pipi nya terlihat jelas.
" Pemandangan macam apa ini " gumam Nero dalam hati .
Makanan mereka pun telah tiba, dan mereka menyantap makanan nya.
" Oh iya, kulihat tadi pagi kau diantar dengan mobil mewah dan beberapa orang berjas hitam, sekarang dimana mereka ? Tanya Viola
" Aku kabur dari mereka " kata Nero singkat sambil memakan steak yang dipesan nya.
" Kabur? Kenapa? memang nya mereka itu siapa? "
" Mereka itu penjagaku, mereka disuruh ayahku untuk menemaniku kemana pun aku pergi, Aku bosan bila kemana mana harus selalu diikuti, mangka nya aku kabur " Jelas Nero.
Mulut Viola hanya berbentuk O ketika mendengar penjelasan dari Nero.
Mereka pun menghabiskan makanan mereka dan sesuai janji Nero, selesai makan mereka langsung pulang, karena Viola bilang dia tak bisa berlama-lama.
VOTE GAISS PLSP
__ADS_1