
Dengan hati-hati dan takut Viola mencoba mendongakan kepalanya untuk melihat pemuda yang sedang berbicara kepada nya.
Dan akhirnya mata mereka bertemu, Pemuda itu terdiam melihat wajah Viola yang ragu-ragu, ia seakan terhipnotis sebentar lalu mengedipkan matanya beberapa kali.
" Dia manusia?.. Atau bidadari itu memang ada? " Kata pemuda itu dalam hati.
" Tuan, aku hanya ingin berjalan-jalan saja di rumah ini, aku tak melakukan tindakan jahat apapun " Kata Viola dengan mata berkaca-kaca, sungguh menggemaskan.
Pemuda itu tersenyum, " Ya, sudah pasti kau tak akan melakukan kejahatan disini, ngomong-ngomong, aku tak pernah melihatmu, kau kenal ibuku? " Kata pemuda itu.
" Oh Aku hanyalah pegawai di AC group tuan " Jawab Viola
Pemuda itu hanya menganggukan kepala
" Perkenalkan, namaku nicholas " kata pemuda itu
" Namaku Viola " jawab Vio
Pemuda itu tersenyum, matanya tak bisa teralihkan dari wajah Viola, sepertinya dia benar-benar terkesima dengan gadis itu.
" Apa kau anak tuan Alexandre " tanya Viola
" Anak nyonya Rosalia tepat nya " jawab Nicholas
Viola hanya mengangguk kan kepala nya.
" Aku turut berduka atas kepergian ibumu tuan Nicholas " Kata Viola.
Nicholas tersenyum " Terimakasih banyak Nona Viola "
" Kau bekerja di kantor Ayahku, Apa sudah cukup lama?Tanya Nicholas.
" Belum cukup lama, aku bekerja sejak dua tahun belakangan ini " Jawab Viola sambil tersenyum sedikit namun tetap tak bisa menyembunyikan kedua lesung pipinya.
" dia cantik sekali " Ujar Nicholas dalam hati.
__ADS_1
" Oh ya.. dimana kau tinggal nona viola " Kata Nicholas.
" Aku tinggal bersama bibiku di Apartemen AXCOMP "
" Bibi? "
" Ya tuan Nicholas, Bibiku juga bekerja di kantor tuan Alexandre, sudah sangat lama, oh ya kau juga pasti mengenalinya, Nama bibiku Anne Laurent, kau mengenalinya bukan? Kata Viola sambil tersenyum kembali, kali ini senyum nya lebih manis.
Nicholas hanya menatap Viola dan tak berbicara apapun, bak tersihir dengan kecantikan viola.
" Tuan Nicholas? Kau dengar Aku? " Kata Viola menyadarkan Nicholas.
Kini wajah tampan nya memerah dan dia terkekeh sebentar " Kau bilang apa Nona Viola "
" Kau mengenali bibiku juga bukan? kata Viola mengulangi nya.
" Bibi yang mana " Kata Nicholas bingung.
Viola menghela nafas " Anne laurent, itu bibiku, apa kau mengenal nya tuan ?
" Jadi kau keponakan nya Nona Viola ?" Tanya nya kembali.
Viola hanya mengangguk. "saudara nya itu pasti Nero.. " batin nya.
" Baiklah Nona Viola, bagaimana kalau kita kembali, mari kuantar" Ajak Nicholas.
" Ah baiklah tuan Nicholas " Kata Viola sambil berjalan mengikuti Nicholas.
Viola menatap Nicholas yang berada di depan nya, Pemuda itu tampan, dia mewarisi rambut pirang ibunya dengan bola mata biru yang menawan, dengan cara nya bertutur kata, jelas sekali kalau dia pemuda yang sopan dan lembut, tidak seperti Nero yang terkesan cuek dan memaksa, Namun bila mereka disandingkan, jelas Nero lebih memiliki karisma walaupun mereka sama-sama tampan.
Viola ingin menanyakan Nero kepada nya, namun rasa nya, mulut Viola bahkan tak terbuka untuk menanyakan itu.
" Viola, kau kemana saja " Suara tak asing itu menghampiri Viola dan Nicholas.
" Hallo Nyonya Laurent, Lama tak berjumpa, senang bertemu dengan mu " Kata Nicholas
__ADS_1
" Senang bertemu denganmu juga Nic, kau sudah dewasa dan tampan rupanya " Kata Anne tersenyum.
Nicholas hanya terkekeh
" Kalian sudah saling mengenal " Tanya Anne sambil menunjuk Viola dan Nicholas bergantian.
" Tidak nyonya Laurent, kami baru saja bertemu tadi, Kurasa Nona Viola tersesat di rumah ini dan tak sengaja bertemu dengan ku " kata Nicholas." Benarkan Nona Viola".
Viola menganggukan kepala " Ya bibi "
" Baiklah kalau begitu, terimakasih atas bantuanmu Nic, Kami berdua sepertinya akan pamit untuk pulang, kau yang sabar ya kau masih punya Ayah dan saudaramu,walau kau tak punya ibu lagi, mainlah kapan-kapan kerumah ku, Ah apa Nero tak ikut pulang ? Tanya Anne
Mata Viola berbinar mendengar pertanyaan Anne, dan langsung menatap Nicholas untuk cepat-cepat mendengar jawaban nya.
" Terimakasih banyak Nyonya Laurent, Aku sudah menerima kepergian ibuku, beliau adalah ibu yang baik walau bagaimanapun " Kata nya tersenyum
" Dan ya Nero, dia tidak ikut pulang, karena dia harus mengerjakan beberapa persoalan disana " Kata nya Lagi.
Mata yang tadi berbinar kini tampak lesuh kembali, Anne yang melihat itu pun tampak tak tega, " Baiklah, kami pamit, Jaga Dirimu" Kata Anne sambil berjalan duluan
" Aku permisi tuan " Kata Viola. " Sampai bertemu lagi Nona, jaga dirimu " Kata Nicholas dengan lembut dan tersenyum.
" Lagi katanya " Bisik Viola
Diperjalanan pulang, Viola hanya diam saja di dalam mobil
" Apa yang menganggumu Vio " Tanya Anne
" Ketika Aku tersesat di rumah itu, Aku melihat Foto nero terpampang di dinding rumah itu, Aku merindukan nya bi, Aku bertanya-tanya, Apakah dia merindukan ku seperti aku merindukan nya " kata viola lesuh.
Anne diam, selama beberapa tahun ini yang di dambakan anak itu hanyalah Nero, padahal banyak sekali pemuda-pemuda, baik di kantor ataupun di luar kantor yang mencoba mendekatinya, Namun sepertinya dia sudah sangat jatuh hati kepada Nero, Anne mengkhawatikan perasaan Viola, Dia tahu Nero itu seperti apa, dia pun kini tak tau apakah nero akan merindukan Viola seperti Viola merindukan nya,atau tidak.
Untuk mengingat Viola pun Anne tak yakin, Tapi Anne yakin satu hal walaupun sikap Nero yang terkenal tak peduli pada apapun, ia adalah anak yang baik dan penyayang, namun entah pada siapa ia menunjukan sifat nya itu, dan Anne berharap, itu ditunjukan nya kepada Viola kelak.
" Bersabarlah Vio, pasti kau akan segera bertemu dengan nya "
__ADS_1