Inside My Heart

Inside My Heart
Episode 8


__ADS_3

Viola terbaring merebahkan tubuhnya di kasur, dan menatap langit-langit kamarnya yang tak menarik.


Sekarang dia menjalani hidup nya seperti biasa, namun terasa hampa, setelah kepergian Nero.


Tidak terasa hari berganti hari dan tahun berganti tahun, Viola tumbuh menjadi wanita yang luar biasa cantik, rambut coklat muda yang tergerai panjang sebatas pinggang nya, mata nya yang bewarna senada terlihat sangat indah, sekarang kemolekan tubuh nya lebih terlihat, lekuk tubuh nya yang sangat membuat iri para wanita lain bila melihatnya, Umurnya kini sudah menginjak 22 tahun, sudah 10 tahun semenjak Nero pergi ke Australia.


Sekarang Viola tak lagi bekerja di toko buku paman Rey, sekarang ia telah bergabung di Perusahaan AC Group dari 2 tahun yang lalu ya kekuatan orang dalam hehe.


Hari ini Viola akan pergi ke rumah tuan alexandre bersama Anne, karena istri kedua tuan Alexandre, Rosalia telah meninggal dunia, Kini tuan Alexandre hanya sendiri dengan umurnya yang sudah semakin menua, Anak-anak nya lah yang akan meneruskan bisnis nya, dan Nero lah yang akan mewarisi kekayaan Alexandre kelak, karena Putra nya yang satu lagi bukan lah keturunan kandung nya, karena dia menikahi Rosalia yang telah menjadi janda beranak 1, Walaupun Anak dari rosalia itu juga akan mendapatkan warisan yang banyak namun jelas, Nero lah yang akan memimpin semua perusahaan nya nanti.


Viola tiba di kediaman tuan Alexandre bersama Anne, saat itu sebelum pergi dia sempat bertanya kepada Anne apakah mungkin Nero akan pulang karena ibu tirinya meninggal, Anne hanya menjawab " mungkin saja ".


Yah, walaupun 10 tahun sudah berlalu namun Viola tak bisa melupakan perkenalan nya dengan Nero, itu sangat membekas di hatinya, dia menganggap Nero adalah cinta pertama nya, dan berharap akan bertemu kembali dan memulai hubungan yang lebih baik karena sekarang ia telah dewasa dan bukan gadis kecil berumur 12 tahun lagi.


Rumah tuan Alexandre yang amat megah itu sangat ramai dikunjungi orang-orang penting yang ingin mengucapkan belasungkawa kepada tuan Alexandre, karangan bunga berjejer banyak sekali, Viola pun duduk di salah satu ruangan di rumah itu bersama Anne

__ADS_1


" Vio, bibi akan kesana sebentar, bibi ingin berbicara sama tuan Alexandre, kau tak apa kan kalau kutinggal sebentar disini " Kata Anne


" Ah iya bibi, silahkan. Aku tak apa " Jawab Viola sambil tersenyum


" sebaik nya aku ambil minum, aku haus sekali " Gumam Viola


Viola pun berjalan ke salah satu meja untuk mengambil Air minum


" Rumah ini seperti istana saja, luas sekali, aku ingin melihat-lihat sebentar keadaan rumah ini " Ujar Viola


Viola pun berjalan menyusuri rumah besar itu menjauh dari kerumunan, di salah satu dinding ruangan rumah itu terpampang foto foto keluarga mereka,Viola tak melihat foto-foto keluarga tuan Alexandre, Viola hanya menatap satu foto yang membuat mata nya sendu, itu adalah foto Nero, dia sangat tampan di foto itu, Viola berjalan mendekat ke foto itu. " Ya tuhan, belum puaskah kau siksa aku dengan membuat aku merindukan ibuku setiap hari, kini kau memberikan aku siksaan akan rindu kepada orang ini " gumam nya kecil.


Viola larut dalam lamunan menatap foto Nero yang terbingkai di dinding ruangan rumah itu, sampai-sampai ia tak sadar ada seseorang di belakang nya.


" Hem " Orang itu berdehem tepat di belakang Viola.

__ADS_1


Viola kaget, seketika lamunan nya mengenai Nero pun terbuyar, Kini Viola cemas karena ia merasa telah lancang berjalan-jalan di rumah yang bahkan belum mendapat izin dari sang pemilik.


Viola tak berani berbalik untuk menatap orang itu.


" Kau tersesat Nona, setauku orang-orang berada di ruangan sebelah sana " Suara serak pemuda itu berkata


Akhirnya Viola berbalik dan menunduk, ia menyembunyikan wajah nya karena takut.


Pemuda itu terlihat mengeryitkan dahi dan sedikit menggoyangkan kepalanya untuk melihat wajah Viola namun tak terlihat karena ia terlalu menunduk.


" Nona, Apa yang kau lakukan disini " Tanya pemuda itu lagi.


" Ma..maaf kan aku, Aku tak sengaja kesini karena tadinya aku hanya ingin berjalan - jalan saja " Kata Viola yang masih menunduk.


Pemuda itu menghela nafasnya, " Nona, ketika kau berbicara, kau seharus nya menatap lawan bicaramu " Kata pemuda itu.

__ADS_1


Viola terdiam dan dengan sangat pelan ia pun mendongakkan kepala nya.


__ADS_2