Interlude

Interlude
Asing dengan Diri Sendiri


__ADS_3

Ruangan dengan jendela lebar dan cahaya pagi yang menyeruak di hampir setiap sudut ruang. Dia tahu kalau ini ruang rawat inap di rumah sakit. seluruh benda diruangan itu menunjukan dengan jelas. Pagi kedua dengan pening menggigit di kepalanya. Dua perawat dengan seragam purple muda masuk dan menyapanya.


" Selamat Pagi Nona Manis..bagaimana perasaanmu pagi ini" senyum manis dengan lesung pipi yang menarik dari perawat pria yang menyapanya tidak mampu menghapus pening yang mulai terasa mengganggu


"Saya ..kepala saya sakit.." dia jujur dan juga bingung dengan panggilan nona manis..apa petugas rumah sakit saat ini biasa menyapa pasien seakrab itu.


" Apa ada yang bisa anda ingat tentang kejadian yang menimpa anda lima hari yang lalu?" perawat wanita yang seorang dengan kain kerudung warna senada dimasukan ke dalam jubah jasnya..mengajukan pertanyaan sambil menulis, dan sesekali mengamati monitor life status yang berbunyi teratur di atas kepala bednya


"Lima hari yang lalu ?..saya tidak mengerti.." si nona manis terlihat jelas dalam kebingungan


kedua perawat itu mengangguk dan tersenyum sambil menekan bahu si pasien agar tetap berbaring dan tidak banyak bergerak dulu.


" Baiklah..tampaknya kondisi Nona sudah lebih stabil, kami akan menjelaskan beberapa hal, dan harap nona bersedia mendengarnya dulu..nona dapat meminta kami berhenti bila merasa cukup dengan penjelasan kami...apakah nona setuju? perawat pria dengan nama dada Ns Ardi mengambil kursi dan duduk di samping bed...


si nona manis tentu tidak ada pilihan lain..dari semua yang muncul secara acak dibenaknya saat ini..penjelasan adalah pilihan terbaik untuk mengurainya. Dia menggangguk dan lirih mengucapkan iya dengan pasrah. Lagi pula dia tidak dapat merumuskan satupun pertanyaan..apa .mengapa bagaiman kapan..dia tidak tahu harus menanyakan apa lebih duhulu.


" Seorang bapak bernama Tn Pambudi membawa Nona ke IGD rumah sakit ini dalam keadaan pingsan. Dia menemukan Nona tergeletak di koridor ruang kantornya dan segera membawa Nona kesini. Alamat Pak Pambudi ada di nomor yang bisa dihubungi untuk pasien An. Nona Manis..yaitu Anda.


Kedua perawat itu saling memandang dan kembali mengamati wajah tanpa ekapresi si pasien nona manis yang terpaku di depan mereka.


" Kami menamai anda Nona Manis karena tidak ada yang mengenali Anda dan tidak ditemukan tanda pengenal apapun bersama anda saat ditemukan oleh Tn Pambudi...untunglah kondisi fisik anda tidak terluka sama sekali..diagnosa anda adalah syok anafilaksis yang menyebabkan anda kehilangan kesadaran selama tiga hari dalam perawatan kami.


Perawat berkerudung yang bernama Ns Aisah mengangguk untuk menenangkan ekspresi yang nampak sedih di wajah pasien nona manis.

__ADS_1


"Bisakah anda mengingat nama anda, alamat dan keluarga yang dapat dihubungi, mereka pasti memcemaskan anda saat ini..Dan mungkin bisa memberitahu kami apa yang telah terjadi pada anda sehingga anda tergeletak tidak sadar di koridor kantor Tn Pambudi?


Dan selanjutnya..si nona manis kembali melihat beberapa orang berlari masuk menghampirinya mengabur ..beradu dengan bunyi alarm yang memekakan dari perangkat life status record yang perlahan melemah selanjutnya hanya sunyi dan gelap..


Kedua perawat meninggalkan ruangan Intensive Care Unit itu dengan pintu terbuka..dengan wajah sedikit khawatir. Ini hari kedua dan terjadi hal yang sama seperti sehari sebelumnya. Pasien itu kembali mengalami shok dan jatuh pingsan saat mendengarkan pertanyaan mereka.


Tidak ada perkembangan berarti..itu yang tertulis dalam resume laporan mereka pada rekam medis pasien di kolom asuhan keperawatan. Dan akan menjadi referensi Dr Nurhadi ..dokter ahli dalam yang menangani si nona manis.


Kedua perawat itu kembali berpandangan saat di kejauhan mereka melihat pria gagah dengan jas warna abu tua yang kancingnya terbuka, berjalan memasuki ruangan ICU itu.


" Selamat Pagi Suster.." suaranya yang berat tapi hangat menyapa mereka


" Selamat Pagi Tn Pambudi..anda datang terlambat lagi. pasien Nona Manis kembali tidak sadar saat pemeriksaan kami beberapa menit yang lalu."


Tapi keberadaan gadis itu..di depan pintu ruangannya secara tiba tiba tanpa terdeteksi benar benar sangat mengganggu. Bila informasi ini sampai diketahui pihak user..akan menjadi pukulan telak terhadap kredibilitas perusahaan mereka yang telah hampir 10 tahun menjadi leader dalam pengembangan teknologi spy dan security life digital.


Telah puluhan kali dia memutar rekaman ruang dan menganalisa data digital sampai tingkat sensitifitas ultrasonik untuk suara dengan teknologi yang bahkan sedang mereka kembangkan..Tapi tidak ada image atau bayangan yang dapat menunjukan darimana gadis itu datang atau kapan tepatnya gadis itu tergeletak di depan pintunya. Tim kecil dan rahasia yang dibentuknya saat ini bekerja siang malam untuk memecahkan kebocoran teknologi mereka. Bocor...yaah hanya itu satu satunya hal yang masuk akal,untuk menjelaskan bagaimana keamanan mereka dapat ditembus dengan tergeletaknya seorang gadis tanpa terdeteksi oleh semua perangkat canggih termutakhir buatan mereka.


Gadis itu...satu satunya kunci dan saksi yang dapat memberikan mereka jawaban atas kecemasan yang mereka lihat akan berubah menjadi petaka global. Tn Pambudi berjalan gontai menuju sebuah kursi di sudut ruang. keningnya berkerut menunjukan dia sedang berpikir keras. Nafasnya berat. Teknologi yang mereka klaim dengan akurasi mendekati sempurna telah bobol..kerja keras dan milyaran dolar yang diinvestasikan perusahaan dalam ratusan penelitian tingkat tinggi, seolah seperti terbawa hanyut dalam sebuah banjir besar yang tiba tiba datang tanpa adanya hujan. Bahh..Tn Pambudi terlihat kesal saat berjalan menuju ruang tempat gadis itu berbaring tidak sadarkan diri.


Tn Pambudi memandangi raut wajah si Nona Manis yang terlihat pulas dibawah pengaruh obat penenang. Kulitnya sawo matang, alisnya cukup rapat dan terukir alami di wajah yang sedikit tirus..hidung yang bangir dengan bibir proporsional. Gadis ini memang pas di sebut Nona Manis. Ini wajah tipikal Indonesia dengan keayuan yang asli. Rambut hitam legam dan lebat terawat. sudah jarang sebenarnya dia melihat rambut gadis yang indah alami seperti itu..kebanyakan gadis yang ditemuinya berambut berwarna dan begelombang dengan wangi parfume pusat perawatan rambut..sintetik.


Tn.Pambudi kembali mengingat wangi yang menyeruak kehidungnya saat menggendong gadis dan berlari ke mobilnya sebelum perjalanan ke rumah sakit.

__ADS_1


Wangi yang susah di deskripsikannya. unik dan membangkitkan kenangan yang jauh. Benaknya sibuk mencari wangi yang terasa pernah begitu akrab dengannya waktu dahulu.


Dia harus memperhatikan setiap detil, sekecil apapun itu. Dia hanya memiliki detil yang harus ditindak lanjuti oleh otak jeniusnya..karena gadis itu selalu kehilangan kesadaran saat seharusnya dia bicara.


Tn.Pambudi memandangi rangakaian bunga di tangannya. Dia sengaja membawa itu untuk menunjukan perhatiannya yang serius. Karangan bunga yang sama masih mengisi jambangan bunga di meja konsol samping meja pasien. masih segar sebenarnya tapi dia memutuskan untuk menggantinya dengan rangkaian yang di bawanya hari ini.


Jeritan nyaring dibelakangnya hampir membuat Tn Pambudi menjatuhkan vas bunga kaca di hadapannya. Gadis itu ..si pasien Nona Manis ...Dia sadar dan menjerit kearahnya seperti melihat hantu. Hanya dalam beberapa detik sepasang perawat jaga menghambur ke ruangan itu..dan Tn Pambudi harus berdiri dengan harap harap cemas di luar ruangan, menyaksikan paramedis itu menjalankan pekerjaanya menenangkan si Nona Manis yang masih histeris dan menunjuk padanya.


"Siapa dia...pergi.." si Nona Manis masih terengah ketakutan sambil menunjuk ke aran Tn Pambudi


" Tenanglah Nona, dia Tn Pambudi,yang menolong Anda. Nona tidak perlu takut anda sangat aman saat ini. Dia tidak akan menyakiti Anda Nona...mohon tenanglah." paramedis berhasil menenangkan si Nona Manis. Gadis itu akhirnya sedikit santai dengan tatapan cemas..


" Kenapa aku ada disini..?" akhirnya si nona manis kembali bicara tapi kali ini seperti berbisik untuk dirinya sendiri.


sementara diluar ruangan Tn Pambudi betul betul berharap gadis itu tidak jatuh pingsan lagi. Dia juga menyiapkan kalimat pembuka saat memperkenalkan diri kepada gadis itu nantinya.


Si Nona Manis mendengarkan dengan seksama penjelasan perawat pria itu, tentang prosesnya sampai dia di rawat di tempat itu. Sesekali si Nona Manis mengangguk. dan kali ini tertegun saat mereka menanyakan nama, alamat dan keluarganya. sekuat tenaga dia berusaha melawan pening yang seketika menyerangnya dan mencoba memberikan jawaban.


"namaku...nama..." mulutnya sedikit menganga ..lidahnya terasa kaku.. hanya desahan berat yang terdengar..


" tidak..oh aku tidak tahu..,,namaku." air mata perlahan mengalir dari sudut luar matanya..kali ini dia tidak kehilangan ingatan. Tapi terlihat sangat sedih saat menyadari dia tidak memiliki ingatan apa apa tentang dirinya.


Perawat Ns Aisah menghiburnya dengan menepuk punggung ..bahwa dia tidak perlu memaksa mengingat dan bahwa ingatanya akan segera pulih kembali. Dia hanya harus lebih santai dan tidak terbebani.

__ADS_1


sementara di luar ruangan Tn Pambudi ..berdiri tegang dan tanganya mengepal dengan kesal. Dia benar benar diambang bencana..Huuhh gadis itu mengalami hilang ingatan. Kalau begini keadaanya Tn. Pambudi telah bertekat untuk menjalankan rencana cadangannya. O iya dia selalu memiliki plan B untuk setiap hal.


__ADS_2