
Malam itu diantara cahaya bulan yang menerobos tirai jendela. Ingatan Aira mulai kembali, merayap perlahan. Potongan ingatan yang muncul tidak beraturan, menjadi tumpukan puzle yang masih harus disatukan. Satu hal yang pasti..dia bukan Aira dan bukan dari Utara atau dari arah mana bumi ini.
Dingin gigil yang menyerangnya tiba tiba, dan perasaan jika dia tidak sendiri. telah memicu ingatannya kembali...dingin beku yang terasa masih melekat dikulitnya sebelum seluruh memori lamanya tertutup dan mengunci di otak kecilnya.
Kilasan bayangan putih berlalu lalang dihadapannya saat memandangi bulan. Juga saat memandang laut dari halaman belakang rumah Pambudi. Pagi itu saat bangun ..dia bergegas menuju pantai dan melewatkan sarapan pagi bersama Pambudi.
Laki laki itu sedikit masih terlihat kesal saat menyusul Aira ke pantai. Tapi kekesalannya menjadi tanda tanya besar saat mendapati Aira sedang berbicara ..seorang diri Seperti sedang berbicara dengan orang lain tapi tidak ada orang lain disana. Dan langkah Pambudi surut dan harus mencari tempat berlindung. Tiba-tiba laut dihadapannya bergemuruh lalu naik menjadi gelombang gelombang besar menuju pantai. Tangan Aira seolah menari dan arah gelombang air anehnya mengikuti gerakan tangan Aira yang naik turun dan sesekali memutar dengan gerakan dinamik yang semakin cepat.
Pambudi berhasil mendapat tonjolan Karang, tempat berlindung dari terjangan ombak laut yang mengganas, dan sekaligus dapat menyaksikan tarian yang dilakukan Aira. Tarian ombak yang berhenti..laut menjadi tenang dan Aira terlihat sempoyongan dan hampir terjatuh bila saja Pambudi tidak sigap menangkap tubuhnya. Dia terlihat sangat lelah dan siap jatuh tidak sadarkan diri. Pambudi kembali terkejut saat tubuh Aira menegang dalam pelukannya. dan tidak dapat mencegah saat tubuh Aira dengan gesit mendorongnya. Dan gadis itu berlari menuju ke tengah laut.
Pambudi panik dan mengejar Aira. Tapi langkah kaki gadis itu tak terbendung, dia seperti berjalan di atas angin. Air laut yang kembali bergolak hebat menelan tubuh Aira tanpa bekas. Pambudi hanya dapat meneriakan nama Aira sekencangnya. Tapi siapa yang dapat melawan ombak yang menggulung setinggi rumah dan guruh air yang memekakan memecah kesunyian pagi...siap menelan apa saja yang dilaluinya. Hantaman ombak menyeret tubuh Pambudi dan menabrakannya pada tonjolan karang. menyebabkan laki laki gagah itu kehilangan kesadaran dan badannya terhimpit antara karang karang yang menonjol di sisi pantai.
Dia beruntung segera ditemukan Bang Toro yang mencarinya bersama para pekerja di rumah Pambudi. Dia hanya terluka ringan di dahi dan kaki. Pambudi tidak banyak bicara, peristiwa yang disaksikannya sebelum Aira hilang dalam gulungan ombak hanya akan disimpannya sendiri. Jangankan orang lain , bahkan dirinya seolah tidak mempercayai apa yang disaksikannya sendiri. Dan Aira tidak pernah terlihat menjelang sore. Tim Pencari telah dikerahkan menyisir bibir pantai, tapi tidak ada tanda tanda Aira akan ditemukan disana. Pencarian dihentikan dan akan dilanjutkan keesokan harinya. Pambudi tidak dapat menyembunyikan kesedihannya. Ketidakmampuannya berbuat sesuatu saat gadis itu ditelan ombak. Dan perasaan tidak berdayanya, semakin menambah dalam kesedihanya.
***
Pagi itu Aira terbangun dengan gadis berambut perak berdiri di ujung tempatnya berbaring. Dan belum sempat mencerna keterkejutannya gadis itu memaksanya untuk berlari kepantai. Dia menarik tangan Aira, sehingga Aira harus berlari menuju pantai dipagi yang dingin dan sedikit basah karena sisa hujan semalam.
Gadis berambut perak inilah yang menjadi penyebab Aira harus berduel dengan Sangia. Aira memyadari sekarang kalau dia adalah Verna salah satu prajurit terbaik kerajaan laut. Dia dan Vrom sedang menjalankan misi mengantar Gadis Berambut Perak menuju Kerajaan Bumi untuk mengambil abu leluhurnya yang berada dalam tawanan Kerajaan bumi.
Misi mereka bocor akibat ulah WatuUte. Pepatah lama bahwa dinding juga bertelinga adalah fakta di wilayah Kerajaan Bumi. Prajurit Kerajaan Bumi akan melakukan apa pun untuk mencari tahu rahasia terkelam apa saja yang ada di Bumi termasuk di Kerajaan Laut dan Kerajaan Langit. Kabar yang disebarkan Watu Ute telah menggetarkan kerjaan langit. Abu leluhur gadis berambut perak itu diyakini dapat meruntuhkan tiang penyangga utama istana kerajaan langit, bila ditaburkan di gunung batu tempat leluhur pertama mereka dimakamkan. Untuk mencegah mereka tiba ke kerajaan Bumi, kerajaan langit mengutus Sangia. perajurit terbaik kerajaan langit. Gadis berambut perak tidak punya banyak waktu. Dia hanya bisa menaburkan abu leluhurnya saat purnama sepuluh hari lagi. Jika tidak maka gunung batu tempat leluhur pertama mereka disemayamkan akan amblas masuk ke dalam bumi. Dan keturunan mereka akan berakhir selamanya.
Duel yang terjadi antara Verna dan Sangia berlanjut sengit, tapi Verna belum lagi menjadi lawan sepadan untuk Sangia. Setelah berhasil membawa pergi Gadis Berambut Perak ketempat pengasingan. Sangia harus menyingkirkan Verna sejauh mungkin. Sangia tahu Verna adalah prajurit yang berdedikasi dan memiliki tekad yang kuat. Verna tidak akan mudah menyerah.
__ADS_1
Sangia melemparkannya ke tempat yang tidak seorangpun dapat mengenalnya. dan membuat Verna lupa dengan memory jangka panjangnya. Dia hanya butuh waktu 10 hari saja. Setelah purnama berlalu maka gunung batu tempat leluhur pertama gadis berambut perak akan lenyap ke perut bumi dan istana kerajaan langit akan tetap berdiri kokoh.
***
Vrom berkelana ke lorong waktu. Mencari keterangan di pasar hitam tempat terburuk di lorong waktu. Segala rahasia kotor, busuk dan hitam dunia diperjual belikan disana. Tapi bukan perkara mudah untuk masuk kesana. Jika bukan prajurit hebat dan segudang pengalaman, siapa saja bisa berakhir dengan ketiadaan mengenaskan ditempat itu.
Vrom memiliki beberapa penghubung, sebagian dari makhluk yang pernah meminta bantuanya. Watu Ute telah salah menyimpulkan maksud kepergian Vrom, setelah membantunya bebas dari kurungan Sangia. Vrom sama sekali tidak bermaksud mencari Verna. Dia yakin Verna dapat melindungi dirinya sendiri dalam kondisi apapun. Dan prajurit kerajaan laut adalah prajurit yang taat pada protokol dalam menjalankan pekerjaan. keberhasilan misi adalah tujuan utama. Tidak ada apapun yang dapat dijadikan alasan untuk menghalangi pencapaian misi. Pelanggaran terhadap protokol adalah kejahatan besar dan hukumannya hanya satu yaitu lenyap selamanya , juga lenyap dari memori setiap makhluk yang pernah mengenalnya.
Vrom melakukan perjalanan kebeberapa ruang dan waktu untuk mencari informasi tempat Gadis Berambut Perak diasingkan. Vrom berakhir di lorong pasar hitam. Dia tidak menyangka kalau disana dia bertemu beberapa makhluk dari Kerajaan Laut. Juga beberapa makhluk buangan yang tidak lagi diterima dalam Kerajaan Laut karena perbuatan mereka telah menodai peri kehidupan bangsa kerajaan laut.
Vrom bertemu salah satu keturunan gurita biru...jenis gurita tertua dikerajaan laut. Dia dan beberapa pengikutnya telah diasingkan dari kerajaan laut karena telah mengganggu kestabilan hubungan kerajaan laut dan kerajaan bumi. Selama puluhan abad mereka telah menjadi penyebab karamnya kapal kapal dan hilangnya nyawa warga bumi. Tidak ada tempat lagi bagi mereka diKerajaan laut. Membuat mereka berkelana di lorong waktu dan menetap di pasar hitam. Vrom tidak bisa menahan geli saat bertemu ketua gurita biru..makhluk dengan usia tertua itu bersusah payah menyembunyikan tentakelnya. dan menyulapnya menjadi sayap menyerupai yang dimiliki belalang.
"Hhhh...apakah ini sedang trend..hhhh" Vrom tidak dapat menahan tawanya lagi. Dari semua keanehan di pasar hitam ini. menurutnya tidak ada yang menandingi gurita biru. Siapapun akan tahu kalau dia eks penghuni kerajaan laut. Karena upayanya meniru penghuni Kerajaan Bumi gagal total.
" Cepat katakan apa maumu, jika bukan perintah penguasa pasar hitam..aku tidak sudi bertemu siapapun dari kerjaan laut." Ketua gurita biru terlihat tidak pernah merelakan pengasingannya dari Kerajaan Laut ..sampai kapanpun dia merasa telah diperlakukan dengan tidak adil. Makhluk dari kerajaan bumi lah yang seharusnya disalahkan bukan dirinya.
Vrom berusaha serius..lagi pula dia tidak punya banyak waktu.
"Katakan dimana Sangia biasa menyembunyikan tawananan atau barang bukti sebelum persidangan di Kerajaan Langit." Vrom tidak basa basi lagi. Menemukan Gadis Berambut Perak tepat waktu dan membawanya ke kerajaan bumi adalah tujuan utamanya saat ini
" Datang ke matahari tenggelam di setiap pergantian detik ada ratusan warna yang muncul untuk menandai pintu lorong waktu. Perhatikan warna yang tidak pernah kamu lihat sebelumnya. Disana tahanan sementara kerajaan langit dititipkan. Hati-hati dengan badai langit. Bila mengenaimu mungkin saja kamu akan lupa dari mana asalmu. Kalau itu terjadi..Hhhh..maka lenyap bagimu lebih baik daripada menghantui lorong waktu.Hhhh."
Setelah melemparkan bungkusan kecil ke arah Pemimpin Gurita Biru. sebuah bungkusan yang berisi ramuan yang dapat digunakan untuk menjelajah waktu dan ruang selama seribu tahun. Satu satunya mata uang yang berlaku di pasar hitam lorong waktu. Vrom berlalu secepat cahaya menuju langit dengan posisi matahari tenggelam. Waktunya tidak banyak. Atau misinya akan gagal kali ini.
__ADS_1
Jika saja Vrom bukan prajurit yang terlatih dan mumpuni, pasti dia akan kesulitan menandai pintu yang harus dilaluinya. Selain itu percaya atau tidak, dia tidak ingin terkena hantaman badai asteroid. Kehilangan ingatan adalah hal yang paling tidak diinginkannya terjadi saat ini. Vrom berhasil dengan mulus melewati badai asteroid dan memasuki pintu tidak berwarna. Tidak berwarna adalah satu satunya warna yang tidak pernah dilihatnya sebelumnya.
Tempat penitipan sementara tahanan langit dijaga tidak terlalu ketat. Bahkan terkesan lebih terbuka dengan pengunjung. Dia menunjukkan tanda pengenal prajurit kerajaan langit yang dibelinya di pasar hitam lorong waktu. Dan dia segera dipertemukan dengan Gadis Berambut Perak. Ternyata Gadis itu tidak berdiam diri selama dalam tahanan titipan Kerajaan langit. Dia sudah menyiapkan rencana dan rute pelarian. Dia juga mendapat bantuan dari beberapa tahanan yang bersimpati atas misinya untuk menyelamatkan tempat persemayaman leluhur pertamanya. juga karena gadis itu sangat cantik bahkan untuk penduduk kerajaan langit.
Dengan beberapa bantuan yang mereka dapatkan, akhirnya Vrom berhasil membawa Gadis Berambut Perak keluar dari tempat penitipan tahanan kerajaan langit. Sayangnya kini mereka resmi menjadi buronan dari prajurit kerajaan langit.
Vrom meninggalkan Gadis Berambut Perak di wilayah kerajaan laut untuk mengecoh prajurit kerajaan langit yang sedang mengejar mereka. Vrom berlari kearah berlawanan dari tempat Gadis Berambut Perak berada.
***
Untuk dapat sampai ke kerajaan bumi gadis berambut perak harus menemukan Verna. Hanya Verna yang mengetahui angka sandi yang dapat membuka kotak penyimpanan abu leluhurnya.
Berbekal ingatannya akan lokasi duel Verna dan Sangia ..Gadis Berambut Perak menuju arah selatan. Dan benar saja di berhasil menemukan jejak Verna. Tapi Verna tidak mengenali dirinya. Justru dia menyaksikan bagaimana Gadis Gotik terus mengendus kemana Verna pergi. Dan Laki-laki gagah yang belakangan ini selalu bersama Verna juga suatu masalah lain.
Sangia telah mengalahkan Verna dengan telak dan sekaligus bertekad menggagalkan misi Verna dengan menutup memory jangka panjangnya. Gadis Berambut Perak memutar otak, mencari cara agar Verna dapat mengingat kembali dirinya serta misi yang harus diselesaikan dalam tenggat waktu dua hari lagi.
Apa boleh buat walaupun beresiko dia harus mencobanya. Ingatan Verna adalah yang paling penting dan penentu saat ini. Dia menyeret Verna ke pantai pagi ini. Usahanya hampir berhasil saat kemunculan Pambudi yang menyaksikan bagaimana Verna melakukan tarian dasar dalam pengendalian air. Dalam penglihatan Pambudi Verna yang sedang menari. Tetapi sebenarnya tarian Verna digerakkan oleh Gadis Berambut Perak, karena Verna sama sekali tidak mengingat apa-apa. Justru diujung tarian' pengendalian airnya Verna kehilangan kesadarannya.
Gadis Berambut Perak mempertaruhkan semua peluang yang dimilikinya demi mengembalikan ingatan Verna. Satu kesempatan lagi atau semua berakhir saat itu juga.
Gadis itu merapal mantra pemanggil gelombang, hadiah yang diberikan Ratu dari Kerajaan Laut yang hanya bisa digunakan sekali dalam keadaan yang sangat genting. Dia harus membawa Verna ke kerajaan laut untuk mengembalikan ingatannya. Walaupun kemungkinannya kecil ,sayangnya tinggal itu satu satunya jalan. Verna hilang dalam gelombang laut dan Pambudi terbaring tidak sadar setelah terkena hantaman gelombang laut. Malam itu gadis berambut perak terus memandangi laut, dan berharap Verna kembali bersama ingatanya. waktunya tidak banyak. Air matanya sudah lama kering beratus tahun lamanya. Dia berkelana melintasi ruang dan waktu mencari kerabatnya yang tersisa. Tidak ditemukannya dimanapun. selain keterangan bahwa keabadianya akan berakhir sebentar lagi ,jika abu leluhurnya tidak bisa ditaburkan digunung batu tepat waktu, tempat leluhur pertama mereka bermula ribuan tahun yang lalu.
Berkelana menjelajahi waktu dan ruang sendiri adalah kesepian yang nyata. walaupun keyakinannya tetap teguh bahwa suatu saat dia akan menemukan salah satu kerabatnya. Atau berakhir dari keabadian mungkin sebuah pilihan terbaik daripada menjalani kesepian yang tiada akhir. Ingatanya saja yang setia menjadi temannya dan memberikan penghiburan. Wajah wajah kerabatnya yang telah berakhir ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu tersimpan dengan baik disana.
__ADS_1
Gadis itu terus memandangi laut yang gelombangnya tidak rata, menunggu sesuatu ...keluar dari laut dan .membawa Verma kepadanya.