
Di sebuah pulau yang luas, tidak jauh dari kota terdapat beberapa orang yang tinggal di sana. Ada anak-anak yang berlari-lari sambil tertawa, ada orang yang sedang mengobrol dan saling bercanda.
Mereka semua ini dibawah pimpinan seorang remaja berusia 17 tahun yang awalnya berasal dari kota. Ia adalah satu-satunya orang di pulau tersebut yang memiliki pengetahuan seperti orang-orang pada umumnya di kota. Orang yang tinggal di pulau ini sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang kehidupan dan tidak tahu banyak hal bahkan dari hal yang mendasar sekalipun.
Mereka sudah mempercayai pemimpinnya sepenuhnya dan juga sangat peduli dengannya. Pemimpin mereka pun sangat memperhatikan mereka semua dan telah berusaha sebaik mungkin untuk membagi ilmu yang ia miliki.
.............................
Suatu hari, di pagi hari
Seorang Wanita berambut kuning pendek mengetok pintu sebuah ruangan dan memasuki ruangan tersebut yang terlihat ada seorang laki-laki remaja yang sedang tertidur. Wanita itu mendekati laki-laki tersebut dan berteriak " Roni!! Bangun! ". Teriakan tersebut membuat Laki-laki remaja itu bangun dari tidurnya
Roni adalah nama dari laki-laki remaja yang sedang tidur tadi sekaligus pemimpin yang dimaksud. Ia memiliki rambut hitam yang pendek dan mata berwarna biru tua. " Augh... Ada apa, Kim? " tanya Roni masih setengah sadar.
Wanita tersebut adalah Kim, seorang wanita dewasa yang santai dan pekerja keras. Ia biasanya yang mengurus konsumsi semua orang. " ada seseorang yang datang ke pulau kita... Orang yang aneh " kata Kim memegang satu tangannya.
Tidak sering ada orang yang datang ke pulau ini. Jikapun ada orang yang datang, Roni lah yang mengurusnya.
Mendengar perkataan Kim, Roni tahu itu merupakan urusannya sehingga ia pun memakai sebuah jaket dan pergi bersama Kim untuk melihat siapa yang datang. Sementara itu, ada seorang lelaki tinggi yang sedang mengikat seseorang yang kelihatannya tidak normal. Lelaki tersebut bernama Daniel dibantu oleh seorang laki-laki berambut coklat kehitaman yang bernama Erick.
Hampir semua orang memperhatikan orang yang diikat Daniel dan Erick karena orang tersebut bisa dibilang bukan manusia. Ia memakai baju yang robek-robek, berlumuran darah, dan memiliki kulit yang berwarna hijau. Sebelum diikat pun orang itu seperti ingin menyakiti mereka.
Roni dan Kim tiba
saat Roni melihat orang yang diikat itu, ia langsung mengetahui bahwa itu adalah zombie. Dengan secepatnya, Roni berbalik badan dan berlari ke arah sebuah meja yang terdapat berbagai alat seperti kapak dan alat tambang. Roni mengambil sebuah kapak dan berteriak dengan keras " MENJAUH DARINYA!! " lalu melempar kapak tersebut ke arah kepala zombie yang diikat itu.
kapak tersebut mengenai kepala zombie tersebut sehingga banyak mengeluarkan darah, semua orang yang melihat hal itu diam terkejut atas perbuatan yang dilakukan Roni barusan, mereka tahu itu bukan hal yang biasa Roni lakukan. " apa semuanya baik-baik saja? Tidak ada yang kegigit sama dia kan? " tanya Roni terlihat ketakutan. Mereka semua masih kaget dan tidak dapat berkata apa-apa.
'" aku tahu kalian kaget dan kebingungan, tapi kita sedang tidak aman sekarang... Orang itu sangat berbahaya dan bisa membunuh kalian dengan sekali gigit dan mereka selalu berkelompok jadi kemungkinan besar ada orang seperti itu lagi di sekitar sini, kita harus segera pergi dari sini! " jelas Roni tanpa menunggu jawaban dari pertanyaannya sebelumnya
Melihat ekspresi Roni yang serius, mereka langsung mengerti bahwa ini sebuah masalah besar. " Daniel, Erick dan Tom pergi cari senjata apa saja yang kalian bisa temukan. Kim dan Lily cari anak-anak dan bawa makanan sebanyak mungkin. Setelah selesai kita bertemu di tepi pantai, hindari orang seperti tadi... Jangan sampai kegigit! " perintah Roni pada semua orang lalu berlari kembali ke rumah untuk mengambil obat-obatan.
Semua orang langsung bergerak sesuai dengan perintah Roni dan berpencar. Lily adalah seorang perempuan remaja yang berusia 1 tahun lebih muda dari Roni, ia memiliki rambut hitam panjang yang diikat. Kim mengatakan bahwa ia akan mengambil makanan sedangkan Lily bisa cari dan mengumpulkan anak-anak. Lily pergi ke tempat yang biasanya anak-anak bermain yaitu di sebuah hutan dekat sungai dan memanggil anak-anak.
Sementara itu, 3 anak sedang bercanda-canda saat tiba-tiba anak tertua di antara mereka mendengar sebuah suara raungan dari jauh. Anak tersebut penasaran dengan suara tersebut dan memberitahu 2 anak yang lain namun ternyata suara itu adalah suara seorang zombie berkaki satu yang merangkak mendekati mereka bertiga. Melihat hal tersebut, anak-anak langsung berlari ketakutan ke arah berlawanan.
__ADS_1
Mereka bertemu dengan Lily dan anak termuda langsung memeluk Lily sambil menangis. " tadi ada orang hijau yang mengerikan muncul tiba-tiba!! Ada banyak darah di tubuhnya, kakinya juga cuman satu!" kata Andrian, anak tertua tadi, terlihat ketakutan dan merinding. Lily tidak bisa menjelaskan banyak karena ia juga bingung siapa orang tersebut. Lily langsung membawa anak-anak ke tepi pantai seperti apa yang dikatakan Roni sebelumnya
setelah semua berkumpul di tepi pantai, mereka segera menaiki kapal milik Roni untuk meninggalkan pulau dan pergi berlayar di laut. Ada 2 kapak yang dibawa sebagai senjata ditambah Roni juga membawa sebuah pedang di pinggangnya, sedikit makanan tapi cukup untuk sehari, dan peralatan obat-obatan.
Seorang pria berambut coklat muda yang kelihatannya sekitar usia 30 tahun bernama Tom yang tadi bersama Daniel dan Erick mengambil senjata bertanya dengan Roni
Tom: Siapa sebenarnya orang tadi?
Roni: Mereka... zombie. Orang yang sudah mati namun bangkit dan berubah menjadi orang yang tidak punya kesadaran dan hanya bisa memakan manusia seperti kita.
Mendengar perkataan Roni, semua orang sempat tidak percaya dan merasa jijik
Lily: emang kalau sudah mati bisa bangkit kembali? Bukannya-
Roni: ( memotong ucapan Lily ) kali ini beda! aku juga tidak punya penjelasan yang masuk akal tentang ini... Aku baru pertama kali mengalami kejadian ini!
saat menghadapi masalah, Roni selalu percaya diri dan bisa menemukan solusi dengan cepat, ia bilang bahwa itu karena ia pernah mengalami masalah yang sama atau mirip namun kali ini Roni baru pertama kalinya dihadapi dengan wabah zombie.
Roni: aku hanya tahu kalau ini adalah pertarungan antara hidup dan mati! Ini tidak main-main, nyawa kita terancam sekarang.
Roni: iya... kalian akan berubah menjadi seperti mereka, Kalian akan kehilangan kesadaran kalian tapi tubuh kalian masih bergerak, kalian tidak akan mengenali kita dan memakan kita semua jadi dengan terpaksa aku harus m-membunuh kalian terlebih dahulu...
Semua orang kaget
Roni: makanya tolong pastikan kalian tidak kegigit sama mereka...
Keadaan hening sementara
Roni: untuk lebih mudah... Aku buatin peraturan deh, bagaimana? Kalian hanya perlu mengikuti peraturan itu, aku jamin kalian akan aman
Roni selalu membuat peraturan untuk mereka semua jika mereka pergi ke tempat lain, jauh dari pulau dan itu membantu mereka untuk menjaga sikap dan tidak terlibat dalam masalah.
Daniel: setuju! Kita sudah sering mengikuti peraturan kau dan kita aman-aman aja toh.
Roni: ( senyum ) tapi yang ini agak beda... Baiklah, yang pertama saling lindungi satu sama lain terutama yang tidak bisa bertarung dan kedua ikuti saja semua perintahku tanpa harus bertanya
__ADS_1
Tom: bagaimana dengan peraturan yang sering kau gunakan? Yang selalu ikuti kamu kemanapun kau pergi dan jangan pergi tanpa izin?
Roni: tidak usah terlalu dipikirkan itu... Ada saatnya kita harus berpisah agar bisa selamat. Yang penting di sekitar mu ada orang yang dikenal itu sudah aman
Lily: nanti kalau berpisah... Bagaimana kita bertemu kembali?
Roni: ...., aku kurang tahu... Tapi akan ku usahakan kita bisa bertemu lagi
kapal tiba-tiba berhenti, Erick yang menyetirnya bingung harus kemana
Erick: Roni, kita kemana?
Roni diam sejenak, memikirkan tempat yang cocok untuk bertahan hidup
Roni: kota! Kita ke kota saja...
Erick mengangguk dan lanjut menyetir kapal
Andrian: apa di kota tidak ada orang tadi?
Roni: ( menghelakan nafas ) ada... malahan lebih banyak lagi, zombie-zombie di pulau tadi juga pasti awalnya dari kota
Daniel: Lalu kenapa kita malah ke kota?! ( nada keras )
Tom: iya! Kau mau kita cepat mati?!
Roni: dengarkan dulu... Kota itu tempat yang luas jadi ada banyak tempat persembunyian yang bisa kita gunakan dan di kota juga ada banyak persediaan makanan dan minuman... Makanan yang kita bawa hanya sedikit jadi tak mungkin kita bertahan di tengah lautan begini, mau balik ke pulau juga gak mungkin
Kim: kalian ini... Kalau dengar bahaya aja sudah tidak mau lanjut, mana mungkin Roni membuat keputusan tanpa dipikirkan dulu
Lily menutup mulutnya untuk ketawa sambil melihat Daniel dan Tom yang kebiasaan menghindari bahaya
Setelah beberapa saat berlalu, mereka pun sampai di kota.
...- Bersambung -...
__ADS_1