
Elisha membuka matanya dan sadar bahwa hari sudah pagi, yang lain masih tertidur sehingga ia pun keluar kamar untuk meminum air. Di dapur terlihat Karina dan Carol yang sedang memakan sebuah biskuit. " oh halo Eli! Kau mau biskuit? " sapa Carol. " tidak... Terima kasih. Hmm.... Apa kalian ada makanan yang bisa dijadikan sarapan untuk kita semua? " tanya Elisha.
" ada... Tapi kita harus tunggu Aileen, dia satu-satunya yang bisa memasak " jawab Karina. " oh! Aku bisa masak kok! Biar aku yang memasak sarapan kali ini... Dia sudah memasak kemarin malam " tawar Elisha. Karina dan Carol pun membiarkan Elisha memasak sarapan hari ini karena mereka tahu Aileen biasanya susah dibangunin. Sebagai seorang ibu rumah tangga, Elisha memiliki cukup pengalaman memasak sehingga cara Elisha memasak terlihat lebih mahir daripada Aileen.
Karina: woah! Kau pasti sering memasak sebelumnya!
Elisha: hehe... Aku kan seorang ibu rumah tangga yang sudah berkeluarga... Aku harus menyiapkan makanan untuk suami dan kedua anakku
Carol: tunggu... Kau bukan sama Roni?
Elisha: bukan! Aku sama Roni baru kenal beberapa hari ini
Carol: oh ampun! Maaf... Aku pikir kalian berhubungan
Elisha: ( tertawa sedikit ) tidak apa...
Karina: emang kau pikir mereka berdua apa?
Carol: kakak adik...
Karina dan Elisha tertawa
Karina: kakak adik?! mereka beda sekali, Carol! Satu rambut coklat, satu rambut hitam
Carol: kan bisa kalau orang tuanya beda rambut juga!!
Karina: kau umur berapa Eli?
Elisha: 39 tahun
Carol: 39?!?!
Karina: tuh!! Perbedaan umurnya juga jauh banget. Roni 17 tahun... Berarti 22 tahun perbedaannya!!
Carol: yah maaf... Aku pikir Elisha masih 20-an
Elisha: aww... aku masih terlihat muda ya? Terima kasih! ( menaruh sebuah piring nasi di meja makan )
Tiba-tiba Roni keluar dari kamarnya dan turun tangga. Melihat Roni yang muncul setelah mengobrol tentangnya, Karina langsung tertawa terbahak-bahak sambil memukul pundak Carol. Roni kebingungan dan tidak tahu harus berkata apa " panjang umur kau " kata Elisha. Mendengar hal tersebut, Roni menduga mereka sedang mengobrol tentang dirinya karena orang biasanya berkata seperti itu ketika mereka sedang berbicara tentang seseorang dan orang tersebut tiba-tiba datang.
__ADS_1
Mereka pun tunggu sampai semuanya bangun, dan makan sarapan bersama. Setelah selesai makan, Roni mengajak Daniel, Erick dan Tom kembali ke ruang senjata. Roni melihat-lihat senjata yang dipajangkan di dinding ruangan lalu mengambil 3 senjata untuk Daniel, Tom dan Erick. Daniel mendapatkan senjata yang sama seperti Roni, AK-47. Erick mendapatkan senjata pistol yang cukup kecil dan Tom mendapatkan sniper rifle, sebuah senjata yang besar.
" aku akan latih kalian satu-satu, dimulai dari Daniel. Oke? " kata Roni. Daniel, Erick dan Roni pergi luar markas untuk berlatih sedangkan yang lain tetap di dalam. Erick ikut karena Roni bilang cara pakai senjata Erick mirip dengan Daniel
Roni: senjata kau sama sepertiku... Kau punya senjata yang paling mudah digunakan dari yang lain
Daniel: oh... Kenapa aku dikasih yang paling mudah?
Roni: karena kau butuh lindungi yang lain, kau tidak boleh terlalu fokus sama para zombie agar kau bisa lindungi yang lain. Senjata itu ada banyak peluru dan reload nya tidak butuh banyak waktu
Daniel: hah? ( kebingungan )
Roni: intinya senjata itu cocok denganmu
Daniel: oh oke
Roni mengeluarkan senjatanya dan memegangnya lalu ditunjukkan pada Daniel
Roni: coba kau pegang seperti aku ini
Daniel mengangguk dan mencoba mengikuti cara pegang Roni
Daniel: gini kah?
Daniel: ini? ( menaruh tangan di bagian trigger )
Roni: taruh satu atau dua jari saja... tidak usah satu tangan, jari telunjuk sama jari tengah saja
Daniel mengikuti perkataan Roni, Erick juga berusaha mengikuti perkataan Roni agar Roni tidak mengulang lagi. Roni memutar Daniel ke arah hutan
Roni: coba kau tembak pohon itu
Daniel mengarahkan senjatanya ke arah pohon yang ditunjuk Roni lalu menarik pelatuknya. Peluru yang keluar ada beberapa yang meleset, ada sedikit yang mengenai pohon namun pada bagian kanan dan kiri, bukan di tengah. Daniel cukup kaget saat menembak karena pistolnya seperti memaksa ia bergerak.
Daniel: meleset-
Roni: tidak apa... Kau baru pertama kali menggunakannya juga tapi susah bagus kok, kau cepat tanggap
Daniel: apa itu tanggap?
__ADS_1
Roni: cepat mengerti... Sekarang coba lagi, usahakan ada yang kena tengah pohon
Daniel mengangguk. Satu hari itu digunakan untuk melatih Daniel dan Erick dalam cara memegang, menembak dan reload senjata. Tom memperhatikan mereka bertiga dari dalam karena senjatanya berbeda dengan Daniel dan Erick sehingga Roni berkata ia akan dilatih besok harinya. Vanessa sempet menawarkan Tom untuk berlatih bersamanya tapi Tom tidak mempercayai Vanessa dan lebih memilih Roni untuk melatihnya.
Keesokan harinya, sesuai perkataan Roni. Sekarang giliran Tom untuk dilatih. Setelah selesai sarapan, mereka berdua pergi ke atap markas yang dimana cukup tinggi dan jauh dari hutan. " kenapa aku di atas sini sementara Daniel dan Erick di bawah? " tanya Tom kebingungan. Roni tidak menjawab pertanyaan Tom dan menyiapkan senjatanya Tom dengan peluru lalu baru menjawab
Roni: karena senjata kau akan lebih bagus kalau nembak dari jarak yang jauh dari target
Tom: oh... Tapi nanti malah sering meleset
Roni: tidak, kau bisa lihat target lebih dekat lewat ini ( menunjuk pada teropong senjata )
Tom: benarkah? Coba lihat!
Tom melihat dari teropong yang ada di senjatanya dan merasa kagum saat bisa melihat sebuah pohon di hutan dengan dekat.
Tom: woah! Keren!!
Roni: karena kau punya lebih rumit... Aku akan coba dulu lalu kau bisa ikuti
Tom: baiklah
Roni memegang sniper tersebut dan melihat dalam teropong itu dan menunjuk pada sebuah pohon di hutan " perhatikan pohon itu " kata Roni lalu Tom mulai fokus pada pohon yang ditunjuk Roni. Tom menyadari kepala Roni miring ke kanannya. Roni menarik pelatuknya dan satu peluru keluar dengan cepat sampai Tom tidak bisa melihat peluru tersebut dan tepat mengenai bagian batang tengah pohon tersebut membuat Tom kagum melihatnya.
Tom: kok kau jago sih? Kita tidak pernah melihat kau menggunakan senjata ini
Roni: ahh... Aku hanya menggunakan pengetahuanku { dan mungkin karena aku sering main permainan tembak-tembakkan saat kecil }
Roni memberikan senjatanya pada Tom
Roni: sekarang kau coba... Dari cara pegangannya dulu
Tom mengambil sniper tersebut dan mencoba mengikuti cara Roni memegang sniper tersebut sebelumnya
Tom: apa ini sudah benar?
Roni membenarkan beberapa cara pegang Tom yang kurang tepat
Roni: nah... Coba tembak sekarang, pakai teropong itu
__ADS_1
Tom mengikuti arahan Roni dan mengarahkan sniper ke sebuah pohon dan menembaknya. Peluru mengenai batang pohon walaupun tidak di tengah. Melihat hal itu, Roni cukup senang dengan ketepatan Tom " emang benar aku pilih senjata ini untuk kau! Ketepatan kau dengan kapak sudah kelihatan kau bisa membidik " Puji Roni, Tom tidak mengerti apa yang dikatakan Roni tapi ia tau Roni sedang memujinya sehingga ia pun tersenyum.
...- Bersambung -...