Islands: Zombie Apocalypse (Gacha)

Islands: Zombie Apocalypse (Gacha)
episode 13: Tujuan


__ADS_3

" cepetan!!! Kita tidak bisa menahan pintu ini lama-lama " teriak Tom yang menahan pintu masuk ruangan dengan kedua tangan bersama dengan Daniel. Di belakang pintu terdapat banyak sekali zombie yang mencoba untuk mendobrak masuk. Anak-anak harus melompat duluan dibantu lempar oleh Erick. Andrian memutuskan untuk melompat duluan karena Angel dan Maria masih ketakutan


Andrian digendong oleh Erick dan mendekati tepi gedung. Andrian mulai ketakutan dan merinding, jantungnya berdetak dengan kencang. " Andrian!! Lihat aku saja kalau kau takut! Atau tutup aja matamu!! " Teriak Roni mencoba menenangkan Andrian, Andrian pun menutup matanya. Erick melempar Andrian ke udara dengan cukup tinggi bagi Roni untuk menangkapnya sehingga Andrian berhasil ditangkap Roni


" tenang, Andrian... Kau sudah selamat " kata Roni mengelus rambut Andrian lalu Andrian menaruh kedua tangannya di leher Roni dan turun dari tangkapan Roni, pergi duduk di aspal jembatan. Sama dengan Andrian, Maria dan Angel juga berhasil ditangkap Roni dengan mudah. Sekarang giliran orang dewasa yang dimana Roni hanya bisa menjaga agar mereka tidak jatuh.


Elisha ingin melompat duluan walaupun ia tidak yakin ia bisa sampai ke jembatan tersebut. Roni mendekati tepi jembatan karena ia tahu Elisha sebagai wanita tidak bisa melompat segitu jauh. Melihat Roni yang mengerti dirinya tidak bisa melompat jauh, ia pun mulai yakin dan akhirnya Elisha melompat. Elisha tidak sampai jembatan namun Roni berhasil menangkap tangan Elisha.


" tangkapan yang bagus " kata Elisha sedikit seringai, Roni senyum balik dan mengangkatnya. Gilirannya Lily sekarang dan ia menghabiskan banyak waktu untuk melompat karena ia takut ia akan jatuh. " Lily!! cepetan lompat!! " teriak Erick mendorong Lily sedikit membuat Lily semakin takut dan merinding. Akhirnya Tom memutuskan untuk melompat duluan karena ia tidak sabar menunggu Lily, ia berlari maju dari pintu dan melompat ketika sudah di tepi.


Tom berhasil sampai namun kakinya terkilir sehingga Roni menyuruh Elisha untuk mengobati kakinya Tom menggunakan beberapa obat yang ada di tasnya. " LILY!! Aku tahu kau takut tapi kau harus lompat!! Kalau gak kalian bertiga akan mati dimakan zombie! " teriak Roni mengingatkan kembali. Hanya tinggal 3 orang yang ada di gedung, Daniel yang menahan pintu zombie sendirian, Erick dan Lily.


Lily masih takut, dan ia tidak berani melompat. " Erick... Apa kau bisa lempar aku seperti kau lempar anak-anak? " tanya Lily dengan pelan sedikit malu atas perkataannya. Erick menghelakan nafas dan tidak bertanya apa-apa lagi, setuju asalkan Lily mau melompat. " Roni!!! Tangkap Lily! Dia berat... Aku tak bisa lempar dia tinggi-tinggi " teriak Erick dan Roni mengangguk.


Tidak seperti anak-anak, Lily berat sehingga Erick tidak bisa lempar dia tinggi-tinggi, walaupun sudah memakai sekuat tenaga sekalipun. Lily sempat memegang tepi jembatan dengan satu tangannya tapi itu tidak bertahan dengan lama dan tangannya pun terlepas dari tepi jembatan itu.


" AAAAAAAAHHH!!! " Teriak Lily dengan keras



Sebelum Lily jatuh, Roni berhasil menangkap satu tangan Lily tapi kedua tangan mereka begitu berkeringat sehingga susah bagi Roni untuk mengangkat Lily ke atas. Roni memerlukan kedua tangannya hanya untuk menahan Lily agar tidak jatuh. Lily ketakutan dan tubuhnya begitu bergetar melihat betapa tingginya ia dari permukaan tanah.


" Lihat aku... Lihat saja aku, jangan lihat kebawah. Tarik dirimu ke atas! " kata Roni. Melihat Roni dan Lily kesusahan, Erick ingin membantu dan ia pun melompat tanpa pikir panjang. Akhirnya Erick berhasil memegang tepi jembatan dengan kedua tangannya namun tangan yang satunya terlepas karena kurang erat memegangnya. " ERICK!! Kenapa kau lompat?!?! " teriak Roni sedikit kesal. Roni tidak bisa membantu Erick karena ia lagi menahan Lily.


Melihat keadaan, Elisha langsung berdiri dan membantu Erick lalu mereka pun langsung membantu Roni mengangkat Lily. Lily langsung memeluk Roni dengan erat sebagai tanda terima kasihnya dan pergi bersama Elisha. " Daniel!! Giliran kau!!! " teriak Erick. pintu gedung itu hampir rusak dan akhirnya gilirannya Daniel. Daniel menghembuskan nafasnya, melepaskan tangannya dari pintu dan langsung berlari menuju kaca yang pecah.


Para zombie ikut mengejar Daniel dan satu zombie hampir berhasil memegang tangan Daniel namun gagal dan jatuh dari gedung beserta dengan beberapa zombie yang lain. Daniel berhasil sampai jembatan dengan selamat sehingga mereka semua selamat dan berhasil kabur dari kelompok zombie kali ini. Mereka semua beristirahat di jembatan itu karena Tom belum bisa berjalan sebab kakinya terkilir tadi.


Elisha: semuanya aman... Hanya Tom yang terluka parah


Roni: iya... Istirahat aja dulu, para zombie tidak mungkin bisa ke jembatan ini. Walaupun bisa, itu akan memakan waktu lama

__ADS_1


Elisha: mhm... Kau baik-baik saja gak?


Roni: oh... Ya aku baik


Elisha: sini lihat tanganmu ( mengambil tangan Roni )


Roni: hei!


Elisha: nah! Ini ada luka... Sudah kuduga! Tidak mungkin kau gak ada luka setelah tadi


Roni: aku aja baru tahu setelah kau ambil tanganku ini


Elisha: ( memperban tangan Roni ) masa tidak sakit?


Roni: entahlah... Kadang kita juga gitu, ada luka tapi tidak terasa jadi kita tidak tahu


Elisha: benar sih...


Roni: ( melihat Angel ) iya? Kenapa?


Angel: kami lapar...


Roni diam sementara


Elisha: Roni? Kau kenapa?


Roni: Kim yang pegang makanan... ( suara pelan )


mata Elisha melebar dan langsung diam


Roni: kalian bisa tahan dulu tidak? Kita belum ada makanan...

__ADS_1


Angel terlihat kecewa tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa jadi ia hanya mengangguk dan kembali dengan Andrian Dan Maria.


Elisha: ( menghelakan nafas, pergi ke tepi kanan jembatan) kapan lah ini akan berakhir?


Roni melihat Elisha dan diam. Sebelah kanan jembatan adalah sebuah perhutanan yang cukup lebat dengan beberapa gedung tinggi yang terlihat. Dibawah jembatan ada sebuah lembah yang cukup tinggi dan berbatuan. Roni mendekati Elisha yang lagi melihat-melihat pemandangan hutan. Roni memegang tangan Elisha dan Elisha melihat Roni


Roni: jika kau tidak keberatan aku bertanya... Apa kau bisa menceritakan sedikit tentang keluarga kau? Mungkin dengan menceritakannya kau bisa lebih tenang


Elisha: ( terkejut lalu senyum ) baiklah... Aku seorang ibu dari 2 anak. Satu cowok satu cewek. Yang cewek dia masih muda, mau beranjak remaja sedangkan yang cowok masih seumuran dengan Angel...


Roni: oh... Muda juga ternyata


Elisha: mhm... Kita hidup sederhana, suamiku kerja dan aku jaga anak-anak. anakku sering kali berantem akan hal kecil, capek aku ngelandeni nya.


Roni tertawa sedikit


Roni: itulah kakak adik... tidak ada satu hari tanpa mereka berantem


Elisha tersenyum


Elisha: sampailah saat kita mau jalan-jalan sekeluarga... Saat wabah ini mulai terjadi


Roni diam dan Elisha mulai menangis, Roni menepuk belakang Elisha dan mendekat


Roni: tidak apa... Kau tidak perlu lanjut kalau tidak mau...


Elisha: aku masih ingat kata-kata terakhir suamiku... " tolong tetaplah hidup... Demi anak-anak, demi aku... Berjuanglah sebaik mungkin "


Roni diam dan masih menepuk belakang Elisha, ia merasa kasihan pada Elisha. Roni berharap ia bisa menemukan cara untuk membalikkan zombie menjadi normal kembali, tidak peduli betapa bahaya yang harus ia lewati... Begitu Roni menemukan cara itu, ia akan melakukan apapun untuk mengubah Kim, keluarga Elisha dan orang lain menjadi normal kembali


...- Bersambung -...

__ADS_1


__ADS_2