
Tak terasa 3 hari pun berlalu dengan cepat, Daniel, Erick dan Tom mulai terlihat mahir dengan senjata mereka atau setidaknya mulai tahu cara memakai senjata mereka. Lily dengan anak-anak pun mulai dekat dengan Vanessa dan teman-temannya. Selama Roni melatih para lelaki, mereka di markas melakukan beberapa kegiatan bersama seperti bermain ular tangga dan kartu.
Suatu hari di sore hari, Roni telah selesai melatih Tom di atap markas dan turun melihat mereka semua sedang bermain kartu bersama. " Yay!! Aku menang! " saut Lily dengan senang. Daniel dan Erick juga sedang melihat mereka semua namun tidak ikut main karena mereka tidak mengerti bagaimana cara mainnya. Vanessa yang melihat Roni dan Tom memasuki ruangan pun bertanya " bagaimana latihannya? ". Roni meminum air dari sebuah botol minum sambil mendengar pertanyaan Vanessa.
" lancar... Sepertinya mereka sudah siap. " jawab Roni menaruh kembali botol minum yang ia ambil. Vanessa pun tersenyum mendengar jawaban Roni. Saat waktunya makan Vanessa menggunakan waktu itu untuk membahas tentang siapa saja yang akan ikut untuk mencari bahan obat.
Vanessa: siapa saja yang ikut nih?
Karina: kita tidak harus ikut semua kan?
Vanessa: tidak! Ribet nanti kalau semuanya ikut
Aileen: aku tidak ikut ya
Carol: sama
Vanessa: oke... Berarti aku ikut aja biar bisa beritahu kalian tempatnya dimana.
Roni: aku, Elisha, Daniel, Erick, dan Tom pasti ikut
Elisha mengangguk
Vanessa: oke, itu sudah... 6 orang. Karin kau ikut tidak?
Karina menggelengkan kepalanya
Roni: Lily... Kau sama anak-anak, mau tidak disini aja? Kalian akan aman disini, aku juga tenang jadinya
Carol: iya... Kalau kalian ikut, itu sangat beresiko apalagi untuk anak-anak.
Aileen: kita bisa main-main disini sepuasnya kok
Lily terlihat bingung, ia sebenarnya tidak tahu harus ikut siapa
Andrian: kami mau sama Roni!!
Angel: iya! Kalian emang asyik tapi kami tetap mau ikut sama Roni!!!
Roni berdiri dari tempat duduknya dan mendekati anak-anak, berbisik pada mereka
Roni: kumohon kali ini saja... ini untuk keselamatan kalian sendiri, nyawa kalian akan sangat terancam kalau kalian ikut aku... Kalau ini tidak mengancam nyawa kalian, aku tidak keberatan kalian ikut denganku
Angel: tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa tanpa kau
__ADS_1
Roni: siapa bilang? Kalian boleh berbuat apa saja disini... Yang penting tidak buat masalah aja
Andrian: aku tetap ikut boleh?
Roni: Andrian... Gini deh, apa yang kurang disini? Kalian mau aku beri apa biar kalian tetap disini?
Angel: hmm...
Andrian: kau! Kita kurang kau disini
Roni terkejut, tidak menyangka Andrian akan jawab seperti itu.
Roni: mereka ini baik kok... Mereka tidak akan berbuat apa-apa pada kalian. Tolonglah kalian disini saja
Andrian: tidak mau!!
Maria memeluk Roni dengan erat dan menggelengkan kepalanya, Angel dan Andrian pun mulai merengek ingin ikut dengan Roni. Roni diam tidak tahu harus berbuat apa, Elisha melihat hal itupun mencoba untuk membujuk anak-anak untuk tinggal disini namun anak-anak tetap keras kepala dan ingin ikut dengan Roni. Akhirnya Roni dan Elisha pun menyerah dan membiarkan anak-anak ikut
" baiklah... Baiklah... Kalian boleh ikut, sekarang berhenti merengek! " kata Roni terganggu karena rengekan anak-anak dan anak-anak pun senang. Roni tidak mau anak-anak ikut dengannya karena takut akan hidup mereka yang masih muda, takut ia tidak bisa melindungi mereka. " kalau anak-anak ikut... Berarti aku juga ikut! " Lily tiba-tiba berkata. Mendengar hal itu, Roni pun menghelakan nafas dan tidak mencoba untuk membujuk Lily untuk tinggal di markas lagi.
Vanessa dan temannya yang melihat Lily dan anak-anak yang tidak mau tinggal di markas karena tidak ada Roni, dan tetap keras kepala ingin ikut dengan Roni tidak bisa membayangkan sebesar apa kesetiaan yang dimiliki mereka pada Roni. " tambah 4 orang tidak apa kan? " tanya Roni pada Vanessa, Vanessa pun mengangguk. Setelah semuanya selesai makan, mereka pun beristirahat dengan tenang untuk yang terakhir kalinya.
keesokan harinya, mereka bangun pagi-pagi dan langsung bersiap untuk pergi ke stasiun kereta bawah tanah sebagai lokasi pertama untuk menemukan daging. Jarak antara markas dan stasiun tersebut jauh sehingga mereka butuh berjalan cukup lama. Daniel, Erick dan Tom sudah memegang senjata mereka masing-masing yang mereka gunakan dalam latihan sama halnya dengan Roni dan Vanessa. Di tengah jalan, Roni menghampiri Vanessa untuk mengobrol
Roni: Vane... Kau sudah ada kan sejak wabah ini terjadi?
Roni: wabah ini sudah berapa tahun?
Vanessa: ( menghelakan nafas ) susah dipercaya tapi sudah 2 tahun lebih ini semua terjadi
Roni: ( kaget ) yang benar?! Sudah 2 tahun!?
Vanessa: iya makanya sudah tidak ada banyak orang lagi yang selamat
Roni dan Vanessa diam sementara
Vanessa: mari kita ganti topiknya... Aku penasaran, bagaimana sebenarnya kalian bertemu?
Roni: siapa? Aku dengan orang-orangku itu?
Vanessa mengangguk
Roni: hmm... Uhm ada satu kecelakaan dimana aku terdampar di sebuah pulau dan disitulah aku bertemu dengan mereka
__ADS_1
Vanessa: apa kau ingat bagaimana kau bisa terdampar di pulau itu?
Roni: aku ingat... Tapi aku... Aku tidak mau membicarakannya...
Vanessa: oh! Yaudah tidak apa... terus lanjut?
Roni: kau tahu yang mana Daniel kan?
Vanessa: ( mengangguk ) yang tinggi, rambut hitam
Roni: iya... Dulu sebelum aku ada, dialah pemimpinnya
Vanessa: oh... Iya sih, aku bisa melihatnya
Roni: mereka ingin membunuhku dulu karena aku orang asing yang tiba-tiba datang di pulau mereka... Mereka sudah mengikat tubuhku dan mau menusukku dengan tombak mereka
Vanessa: oh! Ampun... Lah, bagaimana kau selamat dari mereka?
Roni: mereka kan tidak ada ilmu sama sekali jadi aku bayar nyawaku dengan ilmu pengetahuanku
Vanessa: ooh...
Roni: dulu pulaunya gelap sekali kalau malam, dan kau pasti akan membuat api kan kalau gitu?
Vanessa mengangguk
Roni: yaudah aku buat api dan api itu menarik perhatian mereka dan aku pun ketahuan... Aku sadar mereka tertarik dengan api itu jadi aku perlihatkan bagaimana cara buat api ke mereka
Vanessa: dan mereka pun tidak jadi membunuhmu...
Roni: ( mengangguk ) yah setelah itu aku coba untuk jaga hubunganku dengan mereka agar mereka tidak berpikiran untuk membunuhku lagi... Singkat cerita, mereka mulai mempercayai aku dan--
Vanessa: kau jadi pemimpin baru mereka
Roni: iya... Daniel sendiri yang bilang aku sebaiknya jadi pemimpin baru gantikan dirinya
Vanessa: yang benar?! Aku pikir yang lain yang bilang kalau kau lebih berpengalaman gitu
Roni: heh...
Vanessa: oke... Kita sampai...
Mereka semua pun diam berdiri, di depan mereka adalah sebuah stasiun bawah tanah yang dimana terlihat ada tangga ke bawah. Roni turun tangga dengan pelan mencoba untuk tidak mengeluarkan suara melihat ada berapa zombie yang di dalam stasiun. Ada banyak zombie yang sedang berkumpul di tengah terlihat seperti sedang mencari sesuatu. Roni pun balik dan mengkonfirmasi bahwa perkataan Vanessa benar.
__ADS_1
" ada banyak zombie di dalam... Kita tidak bisa langsung masuk dan lawan mereka " kata Roni, " kita butuh rencana " Vanessa menambahkan. Semua orang terlihat bingung. " apa itu ren-cana? " Maria akhirnya bertanya, Roni dan Vanessa pun menghelakan nafas mereka mendengar hal tersebut.
...- Bersambung -...