
Keesokan harinya pun tiba dengan cuaca yang cerah. Dari semua orang, Roni bangun duluan dan langsung memakan sebuah makanan ringan. Roni memikirkan tujuan mereka selanjutnya mau kemana sambil makan. Saat Roni sedang makan, Elisha bangun dan menemani Roni makan. " kenapa, Roni? Apa ada yang mengganggumu? " tanya Elisha
Roni menggelengkan kepala dan menjawab " tidak, aku hanya bingung kita mau kemana setelah ini... selama ini kita jalan tanpa ada tujuan " mendengar hal tersebut, Elisha juga tidak tahu tempat yang aman di kota tersebut " hmm... hal yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah bertahan hidup, entahlah sampai kapan " jawab Elisha terlihat pasrah. Roni tidak menyalahkan Elisha yang tidak punya jawaban.
Setelah beberapa saat, Roni berpikiran kalau kemarin dia bertemu dengan orang-orang kota yang masih selamat sehingga kemungkinan besar ada orang lain lagi di kota yang masih selamat.
Roni: Eli... Apa sebelumnya kau berkelompok?
Elisha: iya... Tapi tidak ada yang selamat kecuali aku
Roni: oh! Aku minta maaf... Aku tidak bermaksud mau ingatin lagi
Elisha: tidak apa...
Roni: kau sudah ada sejak wabah ini terjadi kan?
Elisha: ya... Aku lagi bersama keluargaku... Dengan anakku
Roni: mereka... Tidak selamat ya
__ADS_1
Elisha mengangguk
Roni: turut berduka cita ya
Elisha: terima kasih... Tapi di wabah seperti ini aku sudah yakin kita tidak akan selamat, suatu saat nanti aku yakin pasti akan mati cepat atau lambat
Roni tidak bisa berkata-kata
Setelah semuanya bangun, mereka memutuskan untuk lanjut berjalan entah kemana. Roni berencana untuk terus berjalan sampai ia menemukan orang kota lain yang masih selamat karena mungkin mereka memiliki lebih banyak informasi tentang wabah ini.
hari menjelang siang, mereka masih berjalan dan sampai di sebuah taman yang telah rusak sebagian namun menyeramkan karena terdapat banyak sekali mayat yang tergeletak begitu saja di tanah membuat mereka semua merinding. Roni mengecek salah satu mayat dan menemukan bahwa mayat-mayat itu masih segar dan hampir semua mayat disitu memiliki bekas gigitan.
" kita sebaiknya pergi dari sini " kata Lily tidak tahan melihat mayat-mayat yang tergeletak. " iya... Aku juga tidak berpikir untuk disini terlalu lama " jawab Roni. Roni yakin tidak lama lagi mayat-mayat itu akan bangun dan berubah menjadi zombie sehingga mereka tidak boleh disitu lama-lama. Saat mereka semua ingin pergi, Angel dan Andrian pergi jauh dari Roni karena melihat ada truk es krim yang tidak ada pekerjanya.
Angel mengetuk truk tersebut dan tidak ada yang menjawab untuk beberapa detik. Tiba-tiba seorang zombie melompat keluar dari truk tersebut membuat Angel dan Andrian kaget berteriak. Roni yang melihat hal tersebut bereaksi dengan cepat dan langsung berlari, menarik Angel dan Andrian jauh dari truk es krim tersebut. Angel dan Andrian langsung ke belakang Roni merinding ketakutan.
GROOAMMM!!!
Suara zombie tersebut yang terdengar sangat keras. Karena panik, Roni menembak zombie tersebut dengan pistolnya. Roni sadar ia telah melakukan kesalahan besar untuk menembak zombie itu dengan pistolnya karena dapat mengakibatkan suara yang cukup keras untuk di dengar di satu taman tersebut. Alhasil seluruh mayat yang memiliki bekas gigitan di taman itu bangun dan mereka pun terkepung di tengah-tengah taman.
__ADS_1
" kita akui... Ini salah kami " kata Angel menyadari kesalahan yang telah ia buat. Roni cukup kesal tapi tidak ada waktu baginya untuk memarahi Angel dan Andrian, ia harus keluar dari incaran para zombie ini dulu. Roni menembak para zombie yang menghalangi jalan keluar dan menyuruh mereka semua untuk berlari secepat mungkin.
Roni berada di belakang menembak semua zombie sebisanya. Tom dan Daniel disuruh untuk tidak menggunakan kapak mereka karena ada banyak sekali zombie. Kim dan Lily takut karena bisa aja mereka harus berpencar lagi. Setelah beberapa saat, Peluru Roni pun habis dan ia tidak bisa melakukan perlawanan lagi. Mereka berada di pertengahan kota yang terdapat banyak sekali mobil-mobil yang mati ataupun terbalik.
Roni melihat sebuah mobil yang memiliki kunci di pintu pengemudinya dan berpikir mungkin mobil itu masih nyala. Selama hidup Roni, ia belum pernah mengendarai kendaraan baik itu motor ataupun mobil. Ia tahu pengetahuan dasar tentang kendaraan tapi ia tidak bisa mengendarainya tapi di situasi sekarang, Roni tidak membutuhkan kemampuan mengendarai malahan baik baginya untuk tidak memiliki kemampuan mengendarai
" masuk ke mobil itu!! " teriak Roni sambil menunjuk mobil yang ditujunya. Ini baru pertama kalinya mereka semua menaiki sebuah kendaraan baik untuk mereka semua ataupun Roni sendiri. Para zombie mencoba untuk merusak kaca mobil itu agar dapat masuk. " pegang yang erat... Aku akan sedikit kasar! " Roni memperingatkan. Roni menginjak pedal maju dan langsung menabrak mobil yang ada di depan beserta dengan beberapa zombie yang terjepit.
Terdapat banyak darah berceceran di kaca mobil depan. Mereka semua yang melihat hal itu jijik, Lily berteriak dan menutup mata anak-anak. Sebenarnya mobil yang mereka masuki itu bertabrakan dengan 2 mobil di depan dan belakang. Roni mencoba segala arah untuk keluar dari kedua mobil itu dan akhirnya ia pun berhasil dan langsung pergi jauh dari kerumunan zombie.
" Roni!! Pelan-pelan!! " teriak Erick kebentur kepalanya karena polisi tidur. " Aku pelan... Zombie-zombie itu akan mengejar! " Roni langsung menjawab. Para zombie masih mengejar mobil mereka dengan kecepatan yang tidak normal. Jalannya lurus dan mulus, hanya ada polisi tidur. Di satu sisi, Roni lega jalannya lurus agar ia tidak bertabrakan dengan benda-benda lain, di sisi lain, mereka tidak bisa lolos dari kelompok zombie mereka.
Akhirnya ada belokan ke kanan di depan, Roni dibuat bingung apa yang harus ia lakukan. Ia sedang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan ia tahu untuk berbelok ia harus memelankan mobil sedangkan jika ia memelankan mobilnya zombie-zombie bisa mengejar mereka. Roni memutuskan untuk mengambil resiko.
Ia memutar mobil ke arah kanan sambil menginjak pedal rem sehingga ia hanya perlu langsung maju tapi mobilnya rusak pada bagian belakang karena terkena bangunan. " AAAGH!! " teriak Daniel dan Tom yang berada di belakang. Roni diam dan tidak menginjak pedal maju, ia terus memperhatikan kelompok zombie yang terus mendekat
" Roni!! Kenapa kau tidak maju? " " Roni!!! Zombie nya makin dekat... " " Apa yang kau mau lakukan, Roni?!?! " RONII!!! " Roni tidak menjawab dan terus diam memperhatikan kelompok zombie sementara yang lain pada panik. Setelah kelompok zombie tersebut sudah dekat banget dengan mobil, Roni pun menginjak pedal dan maju dengan kecepatan penuh
karena mobil Roni pergi, atap bangunan tersebut runtuh karena tidak ada penahan dan berhasil menjebak beberapa zombie sehingga hanya sedikit zombie yang mengejar mereka sekarang " wooo! " saut Roni bangga mengetahui tindakannya barusan berhasil memperlambat zombie-zombie. " ampun dah Roni... pikir kau sudah menyerah tadi " kata Daniel
__ADS_1
" Roni Awas di depan!! " teriak Kim memegang bahu Roni dan menunjuk ke depan yang ada truk terbalik. Roni melihat hal itu tidak sempat untuk rem dan akhirnya mereka tertabrak membuat Erick dan Elisha kebentur kepala mereka. mobilnya sudah tidak bisa bergerak sehingga mereka pun harus keluar. Namun Kim tidak bisa keluar karena celananya tersangkut di kursi mobil.
...- Bersambung -...