Islands: Zombie Apocalypse (Gacha)

Islands: Zombie Apocalypse (Gacha)
episode 11: Kata Setajam Pisau


__ADS_3

Elisha yang melihat Tom menegur Lily dengan tegas merasa kasihan dengan Lily. Setelah Tom kembali, Elisha ingin menemui Lily dan berbicara dengannya lebih dekat. Ia yakin Roni dan Tom berbicara dengan nada tinggi pada Lily karena emosi yang membuat Lily terpojok.


Elisha menemui Lily yang sedang duduk di tepi bangunan melihat pemandangan kota dari atas sambil menangis.


Elisha: Lily... Hai, apa boleh aku duduk di sampingmu?


Lily: ( mengelap air mata, diam mengangguk )


Elisha: terima kasih!


suasana hening sementara


Elisha: Kim... Seseorang yang spesial ya bagi kau?


Lily mengangguk


Elisha: aku tahu perasaan kau... Aku juga kehilangan seseorang yang begitu spesial bagiku


Lily: benarkah? ( menoleh )


Elisha: ( mengangguk ) keluargaku...


Lily terkejut dan diam


Elisha: tapi tidak apa, itu sudah lama... kau sebaiknya juga jangan terlalu memikirkan Kim, kau jangan terlalu berfokus pada apa yang hilang... Fokuslah pada apa yang masih ada


Lily: huh? Maksudnya?


Elisha: kalau kau fokus pada apa yang hilang... Kau akan merasa kau tidak ingin hidup lagi, tapi coba kau pikirkan kau masih punya apa aja?


Lily: .... A-aku tidak tahu


Elisha: anak-anak. Mereka masih bergantung padamu untuk melindungi mereka... Para lelaki, terutama Roni, Seorang pemimpin yang masih peduli denganmu. Banyak sekali sikap orang berubah karena wabah seperti ini tapi itu tidak merubah Roni. Kau masih punya banyak jika dibandingkan dengan aku.


Lily: k-kau?


Elisha: ( menghelakan nafas ) aku... sudah tidak punya siapa-siapa lagi, aku sudah tidak ada tujuan... Aku sudah terima kematian aku tapi Roni menyelamatkan aku


Lily: a-apa aku terlalu kasar dengan Roni tadi?


Elisha: aku tidak tahu apa yang kau bilang padanya tapi melihat dari reaksi Roni... Sepertinya iya.


Lily: entahlah... Kata-kata itu tiba-tiba saja keluar dari mulutku

__ADS_1


Elisha: aku tahu... Itu karena perasaan yang kau alami saat itu. Aku hanya ingin memperingati kau, Lily... Kata-kata kau bisa jadi setajam pisau bagi orang lain


Lily: hah?!


Elisha: kau tahu pisau kan? Pisau tajam kan?


Lily mengangguk


Elisha: kalau kau tusuk pisau itu ke tangan kau atau ke dada kau... Sakit kan? ( memegang dada Lily )


Lily: iya... pasti sakit


Elisha: itu yang kau lakukan ke Roni...


Lily terkejut


Lily: tapi aku tidak melakukan itu?!?!


Elisha: iya... Memang tidak kelihatan, tidak keluar darah... Tapi dari kata-kata kau itu, Roni merasakan sakit yang sama seperti saat di tusuk dengan pisau... Bahkan bisa aja lebih tajam dari apa yang kau pikirkan


Lily diam merenung, suasana kembali hening


Elisha: kau harus minta maaf... Aku tahu emang susah untuk minta maaf tapi itu hal yang benar, bukan hanya kau yang lega... Roni juga akan senang mendengarnya


Lily: a-aku takut... Roni akan memara-


Lily: benarkah? Darimana kau tau?


Elisha: heh... Aku punya caraku sendiri


Lily: .... aku- aku akan minta maaf besok


Elisha: ( menghelakan nafas ) yaudah... Tidak apa, apa kau mau tidur bersama yang lain?


Lily menggelengkan kepala


Elisha: baiklah... selamat malam Lily


Elisha berdiri dan meninggalkan Lily sendiri di tepi gedung yang masih melihat pemandangan langit yang mulai gelap. Tengah malam pun tiba, semua orang sudah tidur termasuk Lily namun Roni kebangun dan ia tidak bisa tidur lagi karena memikirkan perkataan Lily. Roni memutuskan untuk pergi jalan-jalan menghirup udara, sekalian melihat Lily


Terlihat Lily sedang bersandaran di sebuah dinding tidur dengan nyenyak. Roni ikut bersandar di samping Lily dan menempatkan kepala Lily di pundaknya. Tidak lama kemudian Lily terbangun dan terkejut melihat Roni di sampingnya yang sedang melihat langit atas " Roni...? " kata Lily pelan membuat Roni tersadar


Roni: hai... Tidurnya nyenyak ya?

__ADS_1


Lily diam


Roni: kau baik-baik saja kan?


Lily mengangguk


Roni: aku minta maaf kalau selama ini kau pikir aku memimpin dengan buruk... Aku sudah berusaha sebaik mungkin


Lily diam kaget, ia tidak menyangka perkataan Elisha bahwa Roni akan minta maaf duluan ternyata benar padahal Elisha baru berkenalan dengan Roni. " aku... Juga minta maaf soal tak bisa menyelamatkan Kim dan soa-- " sebelum Roni bisa menyelesaikan perkataannya, Lily memeluk Roni dengan erat sambil menangis


" tidak!! Akulah yang harusnya minta maaf... Aku harusnya sudah tahu bahwa pasti akan ada yang mati, itu bisa siapapun termasuk aku... Seharusnya aku berterima kasih kau menahan aku agar aku tidak kegigit tadi, seharusnya aku berterima kasih aku masih hidup sampai sekarang karena kau.... " kata Lily dengan mata yang berkaca-kaca.


Roni diam terkejut sementara lalu memegang rambut Lily sambil mengelusnya pelan " tidak apa... Memang normal bagi seseorang untuk berperilaku begini setelah kehilangan orang yang disayanginya, aku tidak menyalahkan kau " kata Roni merasa lega mendengar perkataan Lily.


Lily: kau tidak marah kan?


Roni: tidak... Kenapa kau pikir aku marah? Kesal pun tidak


Lily: tidak tahu... mungkin karena tadi kau berteriak-teriak saat berbicara denganku


Roni: .... Oh, maaf ya. Aku hanya emosi dan tanpa sadar aku lepaskan itu semua ke kau. Aku tidak marah kok, aku hanya khawatir sama kamu


Lily: Kim... Apakah dia akan baik-baik saja?


Roni: ( diam sejenak ) tergantung... Tapi seharusnya selama Kim tidak ditembak atau ditusuk senjata apapun, ia akan baik-baik saja


Lily: Kim masih bisa diselamatkan?


Roni: entahlah... Sekarang aku tak tahu, aku sedang berusaha mencari lebih banyak informasi nih dari orang lain...


Lily: orang lain seperti Elisha?


Roni mengangguk


Lily dan Roni pun melihat pemandangan langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang yang bersinar terang. Mereka keinget kembali bagaimana mereka sering di pantai pulau pada malam hari dan melihat ke langit yang indah. " satu-satunya yang indah di tengah-tengah masalah ini... " kata Roni sedikit bersenyum dan Lily setuju mengangguk.


Lily: Roni... Apakah kau bisa berjanji sesuatu padaku?


Roni: iya... janji apa?


Lily: janji kau akan terus memimpin dan melindungi kita sebisamu, tidak peduli masalah kedepannya seperti apa... seberapa susah atau seberapa rumitnya, kau terus berada di depan menunjukkan arah kemana kita harus pergi... Aku tidak peduli kalau jalan itu salah yang penting kita semua selamat


Roni: ( menghelakan nafas ) aku tidak yakin apakah kita semua bisa selamat tapi pasti akan aku usahakan

__ADS_1


Lily tenang mendengarnya dan ia pun tertidur di pundak Roni dan akhirnya Roni tidur juga


...- Bersambung -...


__ADS_2