
Hari keempat setelah mereka tiba di kota pun tiba. Hari sudah menjelang siang hari dan belum ada siapapun yang bangun, baru setelah beberapa saat kemudian Elisha pun terbangun. Ia melihat para lelaki dan anak-anak yang masih tertidur pulas lalu ia melihat ke matahari yang sudah hampir berada di tengah menandakan bahwa sudah sekitar jam 11.
Elisha sadar bahwa Roni tidak terlihat menduga Roni sudah bangun dari tadi. Hal pertama yang Elisha lakukan adalah pergi mengecek Lily dan disitulah ia menemukan Roni dan Lily yang sedang tidur bersandar di sebuah dinding dengan Lily di pundak Roni. Elisha yakin Roni menemui Lily kemarin malam dan mereka pun berbaikan.
Elisha hanya berdiri disitu melihat Roni dan Lily terbayang sosok kedua anaknya yang sering berantem namun sering tidur bersamaan karena anak paling mudanya takut akan kegelapan dan kakaknya akan selalu meletakkan kepala adiknya di pundaknya untuk menenangkan adiknya itu sambil membaca sebuah buku untuknya.
Erick yang sudah bangun pun memegang pundak Elisha yang membuatnya tersadar kembali ke realita " kau baik-baik saja? " tanya Erick dan Elisha jawab dengan mengangguk. Tiba-tiba saja suara teriakan terdengar oleh semua orang " ZOMBIE!!! " teriak Daniel yang melihat ke arah bawah gedung terlihat banyak zombie sedang memasuki gedung yang mereka berdiri sekarang.
karena teriakan itu, Roni dan Lily pun terbangun " ada apa? " tanya Roni yang masih sedikit pusing karena habis bangun tidur. " Daniel bilang ada zombie! " Elisha mengulang perkataan Daniel. Mendengar hal tersebut, Roni langsung tersadar dan berdiri, pergi ke arah Daniel. Roni melihat ke arah bawah yang masih terlihat zombie-zombie yang memasuki gedung sementara Lily dan Elisha membangunkan anak-anak
" apa yang akan kita lakukan? " kata Tom mulai panik " satu-satunya jalan keluar cuman lewat tangga " Erick menambahkan. Roni menghelakan nafas dan mengambil sebuah kapak yang terletak di lantai sambil berkata " ya sudah... Kita turun lewat tangga " lalu ia mulai turun diikuti dengan yang lain. Mereka turun dengan hati-hati berjaga-jaga jika ada zombie yang datang.
__ADS_1
Bangunan yang mereka masuki adalah sebuah gedung perkantoran yang sudah lama ditinggalkan, terdapat banyak sekali meja komputer yang mati dan berantakan. Dinding sebelah gedung tersebut adalah dinding yang penuh dengan kaca biru membuat Roni berpikir sebagai jalan keluar cadangan jika mereka tidak bisa keluar dari tangga. Roni berada di depan dengan Daniel yang memegang kapak yang satunya lagi di belakang Roni, anak-anak berada di tengah lalu Erick berada di paling belakang bersama Tom.
Setelah turun beberapa lantai, mereka bertemu dengan segerombolan zombie. Satu zombie langsung ditebas kepalanya dengan kapak yang dipegang Roni lalu dilanjuti dengan Daniel yang juga menebas kepala zombie yang lain. Elisha dan Lily membawa anak-anak mundur menjauhi Roni dan Daniel dengan Erick dan Tom yang di depan mereka.
Roni melihat ada banyak sekali zombie yang menghalangi tangga sehingga tidak mungkin bagi mereka bisa keluar dari tangga. " Naik!! Kita tidak bisa turun lewat tangga " teriak Roni memberitahu. Mereka semua pun naik sesuai dengan perintah Roni. Daniel sempat membunuh satu zombie lagi tapi zombie tersebut jatuh dari tangga dengan kapak yang masih tertancap di kepalanya, Daniel coba untuk mengambilnya tapi zombie tersebut sudah terkubur dengan zombie-zombie yang lain.
" lupakan kapak itu, Daniel! " kata Roni sambil menarik Daniel. Mereka sampai di lantai 26 dimana terdapat ruangan tertutup cukup jauh dari tangga dengan jendela kaca sebagai dinding ruangan itu. Roni menyuruh mereka untuk masuk ruangan itu dan Daniel lagi-lagi menahan pintu bersama Tom. " Roni!! apa yang akan kita lakukan sekarang? " tanya Elisha dengan panik.
" Roni... Tidak!! kita tinggi banget! Kita tidak akan selamat!!! " teriak Elisha semakin panik dan takut, ia tahu persis apa yang ingin dilakukan Roni. " kita harus lompat! " kata Roni dengan ragu-ragu. Semua orang mendengar itu terkejut terutama Lily karena ia takut akan ketinggian. " apa kau yakin kita akan selamat?! " tanya Erick yang berdiri di sebelah Roni. Roni tetap melihat ke depan, ia sama sekali tidak melihat ke arah Erick.
Roni tahu tidak ada satupun dari mereka yang akan berani untuk melompat duluan sehingga ialah yang harus melompat duluan untuk membuktikan bahwa lompatan dari gedung itu ke jembatan memang mungkin. " kita tidak akan tahu jika tidak mencobanya " kata Roni terlihat pasrah. " RONI!! ini bisa saja mengambil nyawamu!! Kau bilang kita harus mementingkan nyawa kita lebih dari apapun " kata Daniel mengingatkan kembali perkataan Roni sendiri
__ADS_1
Roni cukup terpengaruh dari perkataan Daniel tapi ia menggelengkan kepalanya dan tetap ingin melompat karena ini hanya satu-satunya jalan keluar yang ada dan jika ia tidak melompat maka mereka akan mati disitu bersama. Roni fokus melihat ke depan, ke arah tujuannya yaitu jembatan yang ada di depan mukanya. Ia sendiri mengakui ia tidak bisa melompat dengan tinggi dan jauh jadi Roni berharap setidaknya tangannya berhasil memegang jembatan tersebut
Setelah beberapa menit keadaan hening menunggu Roni, akhirnya Roni menghembuskan nafasnya, melepaskan tangannya dari dinding gedung dan kakinya pun terlepas dari lantai gedung. Semua orang yang melihat hal itu seperti tidak bernafas, hal yang mereka bisa dengar hanyalah detak jantung mereka yang pelan. Mereka semua khawatir Roni tidak mendarat dan malah jatuh.
Untungnya, seperti harapan Roni. Satu tangan Roni berhasil memegang jembatan tersebut sehingga Roni pun menarik dirinya keatas dan selamat dengan hanya luka ringan. Semuanya yang melihat Roni selamat pun tenang dan berpikir bahwa mungkin mereka juga bisa selamat sama sepertinya. " Lompatlah!! Akan kutangkap kalian!! tunggu tidak!! Biar anak-anak lompat dulu! " Teriak Roni agar suaranya kedengaran di telinga mereka
" a-aku takut!!! " kata Maria sambil memegang celana Lily dengan erat dan mulai menangis. " Roni!! Anak-anak tidak bisa lompat segitu jauh!!! " Elisha mengingatkan. Roni diam sebentar memikirkan cara agar anak-anak bisa mendarat dengan selamat di jembatan. Roni melihat ke arah Erick dan memiliki sebuah ide. " ERICK!!! " teriak Roni lalu Erick menoleh ke arah Roni. " Gendong anak-anak dan lempar mereka dengan sekuat tenaga kau!! Tinggi-tinggi aja biar aku bisa tangkap " perintah Roni
melihat keadaan mereka, Erick langsung menyetujui rencana Roni tanpa pikir panjang. Elisha pun juga tidak bisa memikirkan rencana yang lebih baik. " baiklah... Siapa yang mau duluan? " tanya Erick melihat pada anak-anak yang dipenuhi dengan muka ketakutan
...- Bersambung -...
__ADS_1