
" BERPENCAR!!! " teriak Roni dengan keras.
mendengar hal tersebut, Angel yang tadinya bersama dengan Lily langsung pergi mendekati Roni sementara Maria sudah dari tadi ia dekat dengan Roni. Setelah sampai di perempatan, Roni pergi ke arah kanan diikuti dengan Angel dan Maria. Zombie yang mengikuti mereka sangat sedikit dibandingkan dengan tim yang lainnya.
Awalnya Roni berencana untuk ke arah tengah agar ia yang dapat banyak zombie supaya ia tidak perlu terlalu khawatir dengan tim Tom ataupun tim Daniel namun Roni ingat bahwa ia bersama dengan Angel dan Maria sehingga akan merepotkan bagi dia untuk mengamankan Angel dan Maria sehingga ia pun memutuskan untuk ke kanan tapi setelah ia lolos dari zombie-zombie, ia akan langsung pergi mencari tim yang lain
Roni sempat melihat bahwa timnya Tom tetap berlari ke arah tengah dengan banyak zombie yang mengikuti mereka jadi setelah ia berhasil lolos dengan kelompok zombie nya, ia akan pergi mencari timnya Tom.
Selama berlari, Roni mencoba memikirkan cara untuk kabur dari kelompok zombie nya dengan cepat. Roni melihat setumpuk sampah yang ada di tepi jalan membuat ia memiliki sebuah ide. " Belok kiri!! Larinya cepetan! " perintah Roni menyuruh belok ke sebuah lorong sempit di tengah 2 bangunan.
Mereka berhenti di tengah jalan di tumpukan sampah, Angel dan Maria bingung dan hanya berdiri diam. Roni menyuruh mereka untuk bersembunyi di tumpukan sampah itu dan ia sendiri pergi bersembunyi di balik dinding. Para zombie pun dikelabui dan pergi begitu saja tanpa menemukan Roni, Angel dan Maria.
Angel: Eugh!! Baunya busuk di sana
Roni: tidak apalah... Ini juga akan hilang nantinya ( membersihkan sampah yang nempel di baju Maria )
Maria: setelah ini kita mau kemana?
Roni: cari timnya Tom... Tadi aku sempat lihat mereka ada banyak banget zombie yang ikut mereka
Angel: siapa aja yang ikut sama Tom?
Roni: Erick dan Lily
Angel: mereka punya 2 petarung... bukan harusnya aman?
Maria: bagaimana kalau kita cari Kim dulu?
Roni melihat alat pelacak yang terlihat bahwa Pelacak Daniel dan pelacak Tom masih bergerak dengan cepat menandakan bahwa belum ada yang lolos dari kelompok zombie mereka. Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk berjalan terlebih dahulu.
Setelah berjalan beberapa saat, mereka dihadapkan dengan sebuah mall besar yang telah runtuh sehingga mereka pun mencoba untuk masuk mengecek apakah ada barang yang berguna di dalam. Mall tersebut sudah terbengkalai dan tidak ada penghuninya, barang-barang di mall itu pun sudah tiada. Banyak toko di mall itu yang terlihat hancur parah dan berantakan.
Mereka bertiga bertemu dengan seorang mayat yang kelihatannya masih dalam wujud manusia dan tidak mati karena zombie, Roni memutuskan untuk mengecek mayat tersebut karena siapa tahu ada barang yang berguna. Selagi Roni mengecek mayat itu, Angel dan Maria pergi melihat sekitar mall. Setelah beberapa saat kemudian, Roni tidak menemukan barang apapun yang berguna sehingga ia pergi menemui Angel dan Maria
" Roni!! Sini!!! Sepertinya kita ketemu sesuatu " teriak Angel memanggil Roni. Roni segera mendekati Angel dan Maria untuk melihat apa yang ditemukan oleh mereka, ternyata mereka menemukan sebuah senjata AK-47 yang terdapat di seorang mayat yang mirip dengan mayat yang dicek Roni.
Roni: wah!! Beruntung sekali kalian lihat-lihat sekitar sini dan menemukan senjata ini ( memegang senjata AK-47 )
Angel: benarkah?! Itu sebuah senjata?
Roni: yep! Senjata yang paling bagus di situasi seperti ini
__ADS_1
Angel: senjata apa itu?
Roni: senjata jarak jauh yang disebut pistol... Ini bisa bunuh zombie dari jarak yang sangat jauh jadi peluang zombie menggigit kita pun menjadi kecil. ( melihat senjatanya tidak ada peluru ) sayangnya... pistol ini tidak ada peluru
Maria: peluru itu apa?
Roni: peluru itu benda yang bisa buat para zombie-zombie itu mati karena peluru itu tajam dan ditambah kalau diluncurkan dengan pistol ini peluru akan luncur dengan sangat cepat sampai orang biasa tidak bisa melihatnya dengan jelas
Angel: wow! jadi yang berguna itu peluru nya dong?
Roni: tidak begitu juga... pistol dan peluru itu saling melengkapi, pistol tidak berguna jika tak ada peluru dan peluru juga tidak akan berguna jika tak ada pistol
Maria: jadi itu tidak berguna?
Roni: selama kita bisa menemukan peluru, ini akan jadi sangat berguna
Mereka bertiga melanjutkan perjalanan mereka, Roni menyimpan pistol yang Angel dan Maria temukan di tasnya dan ia pun melihat alat pelacak lagi. Pelacak Daniel sudah diam di tempat sedangkan pelacak Tom masih bergerak sehingga Roni menduga Tim Daniel telah lolos dari kelompok zombie nya.
" tim Daniel sudah aman... Tim nya Tom masih bergerak jadi mereka pasti masih dikejar, kita cari tim mereka dulu ya " kata Roni memperlihatkan alat pelacak pada Angel dan Maria sebagai bukti, Angel dan Maria pun mengangguk.
BANG!!!
Terdengar suara yang keras di belakang halaman mall tersebut seperti suara tembakan pistol membuat Roni, Angel dan Maria kaget. Mereka bertiga memutuskan untuk melihat darimana asal suara tadi. Setelah pergi ke halaman belakang mall, terlihat beberapa kelompok manusia dari remaja hingga dewasa yang sedang menyiksa seorang wanita dewasa.
Roni tidak tega dan langsung bertindak dengan mengeluarkan pedangnya dan mengancam orang-orang yang sedang menyiksa wanita itu " menjauh kalian dari dia!! " teriak Roni berdiri di depan wanita tersebut " emang kau siapanya dia? " tanya salah satu orang. Orang-orang langsung memperhatikan Roni dengan teliti.
Mereka cukup merasa terancam karena Roni terlihat masih muda namun ia memiliki 2 senjata yaitu pedang dan pistol yang dimana mereka semua masing-masing hanya memegang 1 senjata. " halo! Semua... Mari kita bertenang dulu sebentar, kita bisa bicara ini dengan damai " kata seorang pria dewasa dengan rambut pirang dan terdapat bekas luka di mukanya.
Roni melihat pria itu menduga ialah pemimpin kelompok manusia tersebut. " halo... Salam kenal saya Ian, saya yang bertanggung jawab sekitar sini... bagaimana denganmu? " kata Ian dengan ramah, pemimpin kelompok manusia tersebut. " Roni... Itu namaku " jawab Roni
Ian: apa kau sendirian?
Roni: ya... ( menyembunyikan fakta bahwa ia bersama dengan Angel dan Maria )
Ian: bagus kalau begitu! Apakah kau tertarik untuk bergabung dengan kami?
Roni: tidak! ( langsung spontan )
Ian: ( kaget ) lah! Kenapa?
Roni: kenapa aku ingin bergabung dengan orang-orang yang tidak memiliki belas kasih pada orang-orang yang lemah dan malah menyiksa mereka?
__ADS_1
Ian: oh! Sederhana... Di dunia yang sudah hampir kiamat gini, hanya kelompok dengan banyak anggota yang kuat lah yang dapat selamat dari bencana ini... Orang-orang yang lemah seperti dia hanya akan mati dengan mengenaskan ( menunjuk pada wanita yang dibela Roni )
Roni diam mendengar alasan Ian. Roni menodongkan pedangnya di leher Ian sampai lehernya Ian pun mengeluarkan darah membuat semua orang kaget namun mereka tidak berbuat apa-apa dan hanya melihat
Ian: apa yang kau lakukan? ( merinding )
Roni: ( senyum ) kau lihat orang-orang mu itu... Tidak ada satupun yang angkat senjata mereka
Ian: ( kaget, diam )
Roni: emang benar apa yang kau bilang... Hanya orang yang kuat lah yang dapat selamat namun kalau bicara soal kelompok, kau juga butuh kepercayaan dan kesetiaan mereka. Kalau begini, suatu saat nanti pasti akan ada kejadian dimana orang mu itu akan mengkhianatimu untuk keuntungan mereka sendiri.
Ian: omong kosong! Mereka tidak mungkin akan melakukan itu!
Roni: biar aku tanya... Kalian tidak mengenal satu sama lain kan? Kalian dipertemukan karena bencana ini
Orang-orang mengangguk
Roni: itu lebih parah lagi! Orang terdekat aja bisa hancur kalau sudah bicara soal mengorbankan nyawa... bagaimana kalau kalian yang tidak mengenali satu sama lain sama sekali?
Keadaan hening sejenak
Roni: aku sarankan kau berhenti mengatur-atur mereka semua sebelum mereka yang menusuk kau dari belakang ( berbisik pada Ian )
Ian: baik! Baiklah!! Tolong turunkan pedang kau dan ampuni hidupku!
Roni: bayarlah dengan sesuatu... ( tersenyum pahit )
Akhirnya Roni berhasil mendapatkan banyak peluru untuk pistol AK-47 nya dan ia pun melanjutkan perjalanannya mencari Timnya Tom. Sebelum itu, Wanita yang tadi diselamatkan Roni datang menghadapi Roni, ia memiliki rambut coklat yang panjang dengan memakai pakaian yang telah rusak dan robek-robek sedikit. Wanita itu bernama Elisha.
Elisha: terima kasih banyak nak! Kau telah menyelamatkan nyawaku yang dimana kau bahkan belum mengenal ku sama sekali... Aku sungguh berhutang budi pada mu, nak!
Roni: sama-sama bu... Aku hanya tidak tega melihat ibu disiksa begitu dengan mereka
Elisha: tolong panggil saja aku Eli... Tidak perlu begitu sopan denganku
Roni: oh... Baiklah, kau bisa panggil aku Roni
Elisha: ( senyum ) apakah kau keberatan jika aku ikut denganmu? Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi...
Roni: ... Tidak apa
__ADS_1
...- bersambung -...