Islands: Zombie Apocalypse (Gacha)

Islands: Zombie Apocalypse (Gacha)
episode 16: Istirahat


__ADS_3

Roni, Daniel, dan yang lain diberi waktu untuk mengobrol sebentar di ruang tamu sedangkan Elisha, Vanessa dan temannya pergi ke ruangan lain. Roni meminta beberapa makanan sama Vanessa agar mereka semua bisa makan akhirnya. Elisha di ruangan lain juga diberikan makanan dan mereka pun mulai mengobrol satu sama lain.


Tom: Mhm... Enak makanannya!


Erick: ya! Semenjak kita ke kota ini kita tidak pernah makan makanan seenak ini lagi


Lily: ini sudah seperti makanan restoran yang kita makan waktu itu!


Roni: ya.. Ya... Makanlah sepuas hati kalian... Nanti bilang aja terima kasih ke Vanessa


Erick: Vanessa apa?


Roni: Siapa... Dia itu orang Erick.


Erick: oh...


Andrian: tadi kamu sama mereka lagi ngapain?


Roni: ngobrol... Oh iya! ( menjentikkan jari ) aku punya kabar baik nih! Terutama untuk Lily


Mendengar hal tersebut, mereka semua menjadi penasaran apa kabar baik yang Roni maksud. " Kim... Masih bisa kita selamatkan!! " kata Roni dengan semangat membuat semua orang langsung kaget dan bergembira untuk sesaat terutama Lily. " bagaimana? " tanya Lily. Sebelum mereka semua datang, Roni, Vanessa dan temannya sedang mengobrol tentang sebuah obat yang dapat dibuat untuk membalikkan zombie menjadi normal kembali


Vanessa dan temannya pernah pergi ke sebuah laboratorium dimana mulainya wabah zombie ini. Mereka mendapat informasi bahwa ada 3 bahan obat yang dibutuhkan untuk membuat obat ini. Awalnya bahan obat ini disimpan di laboratorium tersebut tapi sejak mulainya wabah ini dan konflik yang dialami di dalam laboratorium tersebut, 3 bahan obat ini dipindahkan ke 3 tempat yang berbeda.


Vanessa dan temannya berhasil menemukan 2 tempat dimana 2 bahan obat berada tapi untuk bahan obat yang ketiga belum diketahui tempatnya ada dimana. Bahan pertama adalah sebuah daging disembunyikan di sebuah stasiun kereta bawah tanah. Seharusnya ini adalah bahan yang paling mudah untuk didapatkan karena hanya sebuah daging namun bau dari daging ini sangat menyengat sehingga banyak zombie berkumpul di stasiun kereta tersebut.

__ADS_1


Bahan kedua adalah sebuah bunga disembunyikan di sebuah rumah kaca yang dikunci dan untuk membukanya harus menemukan kunci terlebih dahulu dengan menyelesaikan sebuah teka-teki. Vanessa dan temannya belum berhasil mengambil satupun dari bahan obat yang ada karena mereka berempat perempuan sehingga kekurangan anggota yang bertenaga dan kuat. Vanessa dan temannya sangat senang saat menemukan Roni, setidaknya ada lelaki yang bisa membantu mereka sekarang.


Mereka lebih senang lagi saat mendengar Roni berkelompok dengan orang yang cukup banyak. Kemungkinan mereka untuk mendapatkan bahan obat dan menyelamatkan semua orang menjadi semakin besar. " jadi kita cuman butuh menemukan bahan-bahan terus kita bisa mengembalikan semua zombie menjadi normal kembali? " ulang Daniel untuk mengonfirmasi. " ooh! Ouh! Ini seperti permainan yang kau ajar waktu itu! " kata Angel sedikit bersemangat.


" ahaha.... Iya mungkin mirip tapi kita anggap ini lebih ekstrim... Lebih berbahaya. Ingat nyawa kita masih jadi taruhannya " kata Roni. Tiba-tiba Vanessa masuk ke dalam ruang tamu dan memanggil Roni " Roni... Kau dan para lelaki boleh ikut aku dulu gak? " kata Vanessa. Vanessa mengantar Roni dan para lelaki ke ruang senjata. Ruang senjata lengkap dengan berbagai macam pistol yang digantung dan diletakkan, dari ukuran kecil sampai ukuran besar.


Vanessa menunjuk pada meja kayu di dekat pintu masuk dimana terletak pistol dan pedang Roni yang mereka simpan sebelumnya lalu ia pergi ke sebuah kotak didepannya dan mencari sesuatu dalam kotak tersebut. Roni mengambil kembali senjatanya, Vanessa memberikan setumpuk peluru untuk Roni karena ia tahu pistol Roni sudah kehabisan peluru dan memberikan satu lagi untuk cadangan. " aku sarankan kalian juga pegang senjata " kata Vanessa menunjuk pada para lelaki yang dari tadi berada di depan meja kayu.


" kami pegang senjata? " kata Erick pelan sambil menunjuk dirinya sendiri. Daniel, Erick dan Tom melihat ke kiri kanannya, tidak yakin mereka bisa memegang senjata selain kapak atau pedang. " oh ini akan memakan waktu lama... " kata Roni yang tahu ia harus melatih mereka cara memegang senjata terlebih dahulu. Akhirnya malam pun tiba dan mereka semua makan malam bersama. Elisha, Vanessa dan temannya berada di kiri sedangkan yang lain di kanan sementara Roni di tengah.


Para perempuan yang di kiri diam dan tidak memakan makanan mereka karena mereka terlalu fokus melihat orang-orang Roni yang di kanan. Mereka semua belum makan apapun setelah Kim kegigit sehingga mereka begitu lapar dan cara mereka makan itu sama persis seperti orang pada zaman dahulu dimana mereka makan dengan tidak memakai alat seperti sendok, garpu atau pisau tapi memakai tangan dan secara brutal. Bahkan anak-anak juga memakan secara brutal.


" mereka makan emang gitu ya? " Elisha yang duduk di samping Roni berbisik tanya pada Roni. " iya... Hiraukan saja mereka " kata Roni dengan suara pelan sambil mengangguk. Setelah mereka semua selesai makan, semua orang pergi tidur. Daniel, Erick, Roni dan Tom satu kamar bersama sedangkan Lily, Elisha dan anak-anak di satu kamar yang lain. Kali ini mereka semua bisa tidur tanpa harus ada orang yang menjaga malam. Tengah-tengah malam, Daniel terbangun dan memutuskan untuk pergi keluar kamar sebentar untuk jalan-jalan.


Daniel cukup kaget melihat Erick tapi ia tidak menanyakan Erick balik. " tidak tahu... Aku tadi terbangun dan rasanya belum mau tidur lagi " jawab Daniel sambil meminum airnya. Erick pun mengambil segelas air dan menemani Daniel.


Erick: kau percaya tidak sama orang-orang baru itu?


Daniel: tidak! Tapi dilihat-lihat... Roni seperti dekat dengan mereka... Seperti ia sudah mengenal mereka sejak lama


Erick: iya! Aku juga berpikir begitu. Mereka baik sih dengan kita...


Daniel: tetap saja... Roni bilang kita tidak boleh percaya orang yang tidak kita kenal sembarangan. Sampai sekarang aja aku masih tidak percaya Elisha


Erick: benar... Tapi sepertinya Roni percaya mereka jadi seharusnya kita bisa percaya mereka

__ADS_1


Daniel diam sementara, meminum airnya sampai habis.


Daniel: soal mencari obat itu... Kau ngerti tidak? Aku kurang paham


Erick: hmm... Setahuku, kita harus cari 3 barang dan setiap tempat itu seperti ada tantangan yang harus kita selesaikan dulu


Daniel: oh... Tadi tempat ketiganya belum tahu ya?


Erick: iya... Mungkin kita harus cari sendiri


Daniel: oh oke...


Keadaan hening sementara


Daniel: kita benar-benar harus pegang senjata?


Erick: iya... Roni harus ajarin kita terlebih dahulu dan itu pasti akan lama karena benar-benar baru untuk kita


Daniel: tapi melihat Roni tadi... Dia cukup serius dengan kata-katanya. Mungkin tantangannya susah sampai butuh bantuan kita


Erick: Daniel... Kalau Roni bisa lakukan sendiri, dia pasti sudah pergi sendiri dan meninggalkan kita semua disini agar kita tidak terluka atau tergigit.


Daniel mengangguk setuju


...- Bersambung -...

__ADS_1


__ADS_2