
" BERPENCAR!!! " teriak Roni dengan keras
Mendengar teriakan Roni, Daniel dan Kim langsung berdekatan karena mereka satu tim. " Andrian! Sini " teriak Kim membuat Andrian sadar dan pergi mendekati Kim. Setelah sampai di perempatan, Daniel pergi ke arah kiri dengan beberapa zombie yang mengikuti mereka bertiga.
Kim mengendong Andrian dan berada di depan sedangkan Daniel di belakangnya. Mereka tidak memiliki strategi ataupun rencana untuk kabur dari para zombie-zombie sehingga mereka tetap berlari dan terus berlari. Kim pun mulai merasa lelah
Kim: Daniel, kita tidak bisa lari terus menerus
Daniel: aku tidak bisa kepikiran bagaimana kita dapat kabur dari zombie ini
Kim: kapak kau gak bisa kau pakai?
Daniel: terlalu berbahaya, aku harus dekat-dekat dengan zombie nya.
Kim: kita cari tempat persembunyian aja kalau gitu
Kim dan Daniel terus berlari sampai akhirnya mereka berada di sebuah perumahan yang terdapat banyak rumah-rumah yang runtuh akibat bangunan yang jatuh di rumah mereka. " Kim! Itu ada sebuah rumah... Kita bisa sembunyi disitu " ucap Andrian menunjuk pada sebuah rumah yang masih kokoh.
Rumah tersebut masih berdiri kokoh, hanya beberapa bagian saja yang hancur. Daniel dan Kim langsung pergi ke rumah tersebut untuk bersembunyi. Begitu mereka bertiga masuk, Daniel langsung menutup pintu dan menahannya. Zombie-zombie yang melihat mereka bertiga masuk ke rumah itu, mereka pun mencoba untuk mendobrak pintu rumah itu
Para zombie coba segala cara untuk masuk ke rumah itu, bahkan mencoba merusak jendela kaca yang ada di sekeliling rumah yang membuat mereka terkepung. " Kim!! Tolong tahan mereka yang di jendela! " kata Daniel mengulurkan tangannya yang memegang kapak. Kim dibuat gugup saat mendengar ia harus melawan zombie dengan sebuah kapak, ia sama sekali tidak pernah memegang sebuah senjata kecuali pisau dapur.
Kim ragu-ragu dan mundur tidak mau memegang kapak yang diulurkan Daniel. Andrian memeluk Kim dengan erat menangis takut akan nyawanya. Tiba-tiba suara kaca pecah nyaring di ketiga kuping Daniel, Kim dan Andrian. Kim dan Andrian segera mundur dan berbalik badan agar tidak mengenai kaca-kaca yang pecah tapi Daniel yang harus menahan pintu tidak bisa bergerak sehingga sebagian kaca mengenai muka Daniel sampai berdarah.
Karena kacanya pecah, terdapat jalan bagi para zombie untuk masuk dan kaca yang pecah itu ada di bagian depan rumah dekat dengan mereka bertiga. " KIM! Tolonglah! Kalau kau tidak mau kita akan mati disini!! " teriak Daniel mulai emosi. Melihat keadaan, Kim langsung mengambil kapak dan membunuh para zombie yang coba memasuk. Daniel yang melihat Kim bertindak pun bersemangat dan mulai menahan pintu dengan tenaga.
Andrian pergi ke belakang rumah yang tidak terdapat banyak jendela namun masih dapat terdengar suara zombie-zombie dari luar, ia duduk dan menutup kupingnya. Akhirnya para zombie tersebut pergi dari rumah itu setelah beberapa saat kemudian sehingga Daniel dan Kim pun bertenang, mereka pergi ke belakang untuk menemui Andrian. Andrian langsung memeluk Kim dan Kim pun memeluk balik " shh... Kita baik-baik saja kok, tidak ada yang kegigit " kata Kim menenangkan Andrian.
Kim mengambil sebuah makanan ringan di tasnya dan memberikannya pada Andrian dan Daniel agar mengisi tenaga Kembali setelah berlari. mereka pun memutuskan untuk tetap di sana sampai Roni menemukan mereka.
Daniel: kau hebat tadi, Kim...
__ADS_1
Kim: ( terkejut ) bukan apa-apa kok... Aku juga lakukan karena kau suruh
Daniel: oh ya... Maaf ya tadi aku agak kasar, aku cuman tidak mau kita mati di sini
Kim: tidak apa...
Andrian: nom! Daniel! Itu apaan? ( menunjuk pada pelacak Daniel )
Daniel: oh ini? ( melihat pelacak ) ini barang yang dikasih Roni sebelum tadi kita berpencar
Kim: untuk apa itu?
Daniel: tadi Roni bilang agar lebih mudah menemukan kita saat kita berpisah... Soalnya selama aku pakai barang ini dia bisa melihat aku ada dimana
Andrian: oooh!! Keren! aku baru tau ada barang yang kasih tau tempat orang ada dimana
Daniel: iya... tapi katanya dia tidak bisa melihat tepatnya aku ada dimana, Roni hanya melihat aku ada di sekitar sini gitu
Daniel: hah? ( memegang muka ) oh iya ya... Tadi kena kaca
Kim: masih sakit?
Daniel: tidak terlalu... sudah baikkan sepertinya
Andrian: Kim! plester sama obat-obatan ada dimana?
Kim: obat-obatan dipegang Roni... Di tasku hanya ada makanan, kau tidak apa kan Daniel?
Daniel: heh... Tidak apa kok, sakitnya juga sudah tidak terasa
Kim: ngomong-ngomong, apa Roni juga kasih benda ini ke timnya Lily?
__ADS_1
Daniel: iya, dia kasih ke Tom
Andrian: emang bisa lihat 2 sekaligus?
Daniel: entahlah, Roni cuman suruh kita pakai tapi kaiknya emang bisa lihat 2 sekaligus
Andrian: ouuh... Keren!!
Daniel: Andrian... Sebaiknya kau beristirahat, kita tidak akan tau apakah kita nanti perlu berlari lagi atau gak
Andrian: ya, baiklah... Kim aku tidur di kakimu ya?
Kim: ya... Tidur aja
Andrian tidur di kaki Kim
Kim: ( menghelakan nafas ) kapan semua ini akan berakhir?
Daniel: .... Entahlah, berharap saja ini berakhir dengan cepat
Kim: aku khawatir dengan timnya Tom... Walaupun mereka tidak ada anak-anak tapi Tom sama Erick banyak mengandalkan Roni selama ini... Aku takut mereka tidak bisa melindungi mereka sendiri
Daniel: kau khawatir dengan Lily ya?
Kim: iya... Lebih tepatnya itu
Daniel: aku yakin setelah Roni berhasil lolos dari kelompok zombie nya, ia akan langsung pergi mencari timnya Tom. Aku juga yakin Roni akan lolos dari kelompok zombie nya dengan cepat. Mungkin sekarang Roni sedang mencari timnya Tom
Kim: ya... Kuharap semuanya baik-baik saja dengan mereka...
setelah beberapa saat kemudian, Kim dan Daniel mulai bosan menunggu di rumah tersebut sehingga Kim pergi berjalan-jalan di sekitar rumah itu, Daniel tetap duduk diam bersama Andrian yang sedang tidur nyenyak di kakinya. Mereka bertiga tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu Roni menemukan mereka.
__ADS_1
......- Bersambung -......