
⚠️ PERINGATAN! Terdapat gambar berdarah!!
Tengah-tengah malam. Tidak ada satu suara pun yang dapat di dengar, tidak ada suara hewan seperti jangkrik ataupun burung hantu, hanya suara hembusan angin. " Haaaaaa... " tiba-tiba sebuah suara kecil yang aneh terdengar tapi tidak membangunkan siapapun.
keadaan kembali diam untuk sementara, namun sesaat kemudian terdengar lagi suara itu dengan lebih keras " HAAAAAAGGH...!! " membuat Roni terbangun dan langsung dikejutkan banyak zombie yang didepannya sedang berlari menuju mereka semua. " BANGUN!!! " teriak Roni langsung berdiri, membuat beberapa dari mereka terbangun " ada banyak zombie yang mengejar kita... Bangunkan yang lain! Kita lari dulu, jangan lawan " lanjut Roni
Anak-anak kecuali Andrian tidak bisa dibangunin sehingga alhasil Kim mengendong Maria dan pergi duluan. Kedua kapak dipegang oleh Daniel dan Tom sedangkan Roni mengeluarkan pedangnya. Seorang zombie hendak menyerang Erick bersama dengan Lily yang sedang mengendong Angel tapi Erick sempat menendang zombie tersebut dan menyuruh Lily untuk berlari lebih cepat.
SLAASH!... Suara pedang membunuh zombie. " Erick... Kau gak pegang senjata ya? " tanya Roni sehabis membunuh seorang zombie dan Erick merespons dengan mengangguk " kalau gitu kau lebih baik cari tempat persembunyian yang aman... Tempat-tempat sempit dan kecil gitu " perintah Roni sambil memotong kepala seorang zombie yang hendak menyerangnya.
Erick segera membawa Kim dan Maria bersama dan pergi mencari tempat persembunyian sehingga Roni pun dapat sedikit tenang. sementara itu, Daniel sedang bertarung sendiri yang kemudian dibantu oleh Roni dan Tom sedang melindungi Lily yang mengendong Angel.
Daniel: Erick dimana?
Roni: aku suruh dia cari tempat persembunyian karena dia tidak pegang senjata
Daniel: Tom?
Roni: harusnya di sana bersama Lily dan Angel ( tunjuk pada jalan di depannya )
Daniel: Erick bawa Kim, Maria sama Andrian ya?
Roni: ( kaget )... Tidak! Hanya Kim dan Maria
Daniel: lalu Andrian dimana?!?!
" AAAAAGHHH!!! TOLONG! " teriak suara seorang anak kecil laki-laki yang terdengar agak dekat. Daniel dan Roni yang mendengar teriakan tersebut langsung mengetahui itu adalah suara Andrian. Daniel langsung berlari ke arah teriakan tersebut dan melihat Andrian yang tergeletak di tanah mencoba menjauhi seorang zombie yang mendekatinya.
Daniel melempar kapaknya tepat mengenai kepala zombie tersebut sehingga zombie itu pun mati lalu mendekati Andrian dan membantunya berdiri. " Kau baik-baik saja? Tenang.... Kim dan Maria ada di depan pergi cari mereka " kata Daniel menenangkan Andrian, Andrian mengangguk dan pergi.
Daniel ingin mengambil kembali kapaknya yang tertancap di kepala zombie yang ia bunuh tapi kapak tersebut nyangkut dan tidak dapat diambil dalam sekali tarik. Daniel terus mencoba untuk mengambil kapak tersebut sampai-sampai ia tidak melihat ada 1 zombie yang ingin menyerangnya
Zombie itu sudah sangat dekat dengan Daniel seperti hanya 3 langkah lagi. 1 langkah ditempuh dan akhirnya kapak Daniel terlepas dari kepala zombie namun zombie yang hendak menyerangnya melompat ke arah Daniel sehingga Daniel tidak memiliki waktu untuk berbuat apa-apa
SLAASH!!!
__ADS_1
Untungnya Roni dengan cepat menebas zombie yang hendak menyerang Daniel. Darah banyak berceceran di muka dan pakaian Roni, beberapa juga ke muka Daniel. " Jangan lengah... Pentingkan nyawamu dulu! Nyawa kau cuman 1, kapak kita masih ada 1 kalau kehilangan satunya. " kata Roni mengingatkan, Daniel pun mengangguk.
Sementara itu dengan Erick, ia berhasil menemukan sebuah lorong kecil di antara 2 bangunan. " kalian di sini saja ya... Jangan kemana-mana, aku akan segera kembali! Kim tolong jaga mereka! " kata Erick lalu ia kembali untuk melapor pada Roni. Di lorong tersebut ada Kim, Maria dan Andrian, Maria masih tertidur sedangkan Kim sedang menenangkan Andrian.
Zombie-zombie yang datang sangat banyak dan datang terus-menerus tanpa habis, Roni tahu kalau mereka terus begini mereka akan cepat lelah. Roni harus mencari cara agar mereka bisa lolos dari zombie-zombie ini. Saat itu, Erick pun datang dan memberitahu adanya lorong kecil yang cukup dekat namun mereka semua tidak bisa langsung pergi bersamaan karena zombie-zombie akan ikut bersama sehingga harus ada satu orang yang mengalihkan perhatian para zombie tersebut.
Roni: kau bawa yang lain pergi ke lorong itu... Tenangkan mereka dan beristirahatlah.
Erick: baik! ( hendak pergi ) eh...! Bagaimana dengan kau?
Roni: aku akan mengalihkan perhatian para zombie agar tidak ada zombie yang ikut kalian ( menyimpan pedangnya )
Erick: apa kau sudah gila?! Zombie-zombie itu banyak banget!! Bisa saja kau kegigit sama salah satu dari mereka
Roni: aku akan jaga jarakku dengan mereka. Kau bawa saja semua orang ke lorong itu dan tetap hati-hati!
Roni langsung pergi tanpa menunggu respon Erick sehingga Erick pun tidak dapat berkata apa-apa dan langsung melakukan apa yang disuruh Roni. Roni melepaskan jaket biru tuanya, menaruh di pinggangnya dan menghelakan nafas, ia berdiri di tengah-tengah jalanan agar para zombie dapat melihatnya dengan jelas lalu Roni pun berteriak dan langsung lari. Banyak zombie pergi mengejar Roni.
Roni berlari cukup jauh dari mereka semua dan ia pun melihat sebuah mobil terbalik di depannya sehingga ia bersembunyi di belakangnya tapi tentu saja para zombie melihatnya jadi Roni perlahan-lahan pindah ke tiang lampu di sebelah mobil tersebut supaya saat para zombie itu mengecek mobil tersebut Roni sudah tidak ada dan mereka akan pergi.
Sesuai rencana Roni, para zombie pergi setelah mengecek bahwa Roni tidak ada di mobil terbalik tersebut. Roni pun bertenang dan berjalan balik dan ke lorong kecil yang dimaksud Erick. Sementara itu dengan Erick dan yang lain, semua orang telah tertidur kecuali para lelaki. Ada seorang zombie yang menemukan mereka dan menyudutkan Erick ke dinding
Zombie tersebut kelihatan seperti mengigit Erick di mata Daniel dan Tom. Zombie itu berhasil dibunuh namun tangan Erick terluka dan mereka tidak tahu apa itu bekas gigitan atau hanya luka gores. Erick, Daniel dan Tom merinding dan sangat ketakutan Erick akan mati.
Daniel: itu kau kena gigit atau terluka?! ( nada agak keras )
Erick: aku tidak tahu!! Aku panik tadi!
Tom: kau kerasa kegigit tidak?!
Erick: sepertinya tidak... Aku rasa sedikit sakit di tanganku saat zombie itu menahan ku tadi tapi tangan aku dekat banget sama dia, jadi aku kurang tahu!!
Tom: ooh ampun dah Erick! ( teriak )
__ADS_1
Erick: ( berkeringat dingin ) aku.... A-aku belum mau mati...
Daniel dan Tom terdiam
Daniel: Erick... Tidak ada satupun yang mau mati... ( memeluk Erick ) berharap saja itu hanya luka goresan biasa...
Keadaan hening sementara, tiba-tiba Roni pun datang terkejut melihat adanya mayat zombie tergeletak di tanah dan tangan Erick yang terluka.
Roni: Erick! Tangan kau!!!
Erick: Roni!
Tom: Roni! Tolong cek tangan Erick! Kita tidak bisa bedain luka goresan sama bekas gigitan... Erick juga tidak yakin
Roni: sini tangan kau
Erick mengulurkan tangannya dan Roni pun melihatnya dengan teliti. Setelah beberapa detik Roni menghelakan nafasnya " hanya luka biasa " katanya, mendengar hal tersebut Daniel, Erick, dan Tom pun tenang. Roni menjatuhkan tasnya dan mengeluarkan obat dan plaster untuk mengobati luka Erick
Erick: bagaimana kau bedain luka biasa dan luka gigitan?
Roni: mudah saja! Kalau luka gigitan itu ada bekas giginya dan lukanya selalu tidak nyambung sedangkan luka goresan itu lurus dan nyambung
Erick: ooh...
Roni: selesai! Dah, tidurlah sana... Tuh Daniel dan Tom sudah tidur pules
Erick: ya ampun! ( tertawa sedikit )
Roni: mereka pasti sudah capek bertarung... Hoam...
Erick: kau masih mau jaga malam?
Roni: ya... Siapa lagi yang bisa jaga? kau juga ngantuk kan?
Erick terdiam karena ia emang ngantuk tapi ia tahu kemarin Roni kurang tidur dan hari ini pun Roni tidak tidur sama sekali sehingga Roni pasti ngantuk sekali. Akhirnya Erick memutuskan untuk tidur dan membiarkan Roni menjaga malam sekali lagi.
__ADS_1