
"Lucu juga kalau lagi malu tu bocil."guman andrean sambil tersenyum sekilas.
Hari yang sudah malam andrean yang sudah lelah segera memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya tak berapa lama dia pun terlelap,Sedangkan dhea dari tadi mondar mandir tak jelas dengan pemikirannya.
"Aduh kenapa aku terus mengingat kejadian tadi ya."guman dhea.
"Coba tidur aja deh siapa tau udah lupa."ucap dhea dan berjalan menuju ranjangnya dan merebahkan tubuhnya.
Namun semua itu nihil dia tetap tak dapat untuk memejamkan matanya dan malah memutar balikkan tubuhnya merasa lelah dengan gerakan yang dia lakukan dhea pun mengubah posisi tidurnya menjadi duduk.
"Tidak bisa bengini terus,minum dulu pasti kamu bakalan tenang dhea."ucap dhea kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Yah air pun habis,harus turun kebawah lagi."ucap dhea,dhea pun berjalan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk mengisi wadah air mineralnya.
Sesampai didapur dhea membuka lemari es dan menuangkan air es kedalam gelasnya dan menenguk sampai habis,tak lupa dhea mengisi wadahnya yang kosong untuk dibawa ke kamarnya namun disaat dhea mau mengisi dia berteriak kesakitan.
"Aaaaaaahh......."teriak dhea membuat seisi rumah terbangun begitu juga andrean segera keluar dari kamarnya mendengar suara dhea dan mencari sumber suara berada.
"aw sakit sekali,kenapa ada alat penjerat tikus disini."guman dhea sambil melepaskan penjerat tikus itu.
Andrean yang melihat lampu dapur menyala segera turun,dia berfikir mungkin dhea disana dan benar saja dhea berada didapur dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
"Aku tau kamu benci sama aku,tapi tidak seperti ini juga.asal kamu tau aku juga tidak setuju dengan perjodohan ini yang harus merelakan masa remajaku,tapi setidaknya kamu menghargai aku kalau kamu tidak bisa menghargai aku anggap aja aku tidak ada tidak perlu begini."ucap dhea marah dengan air mata yang terus mengalir membuat andrean tidak mengerti maksud dari perkataan dhea.
__ADS_1
"Aku memang tidak menyukai perjodohan ini,tapi aku tidak pernah menindasmu."ucap andrean membuat dhea semangkin marah.
"Hahaaa,sungguh lucu,jadi ini apa maksudnya om,kamu sengajakan menaruh ini disini."ucap dhea sambil meletakkan penjerat tikus itu ketangan andrean dan dhea pun berjalan meninggalkan andrean menuju kamarnya dengan kaki jarinya berdarah akibat penjerat tikus tadi.
"Nyonya muda,kaki anda."ucap yuli khawatir.
Andrean pun melihat kearah yang disebutkan kepala pelajannya,betapa terkejutnya dia saat melihat kaki jari dhea keluar darah segar segera andrean menggendong dhea dan membawanya kekamarnya.
Dhea yang digendong andrean meronta mintak diturunkan namun andrean tidak mendengarkannya sampai dhea menggigit bahu milik andrean tetap andrean tidak menghiraukannya menahan rasa sakit dibahunya.
Sesampai dikamarnya andrean mendudukkan dhea diatas ranjangnya dengan hati-hati dan mengambil kotak p3k dengan hati-hati andrean membersihkan luka dijari kaki dhea dan membalutnya.
__ADS_1
Dhea yang memang tidak tahan menahan sakit,dhea masih terus menangis tanpa suara yang mencoba menahan sakit dikakinya,setelah andrean selesai memperbain luka dhea andreanpun menyuruh dhea untuk tidur
"Tidur lah disini,aku keluar sebentar kalau ada apa-apa panggil aja aku!"ucap andrean dan berlalu pergi meninggalkan dhea.