
"Tante apa sebaiknya kita makan ya?Dini lapar."ucap Dini tidak malu-malu kerna sudah biasa.
"Yaudah kita makan yuk!!"ajk Dina mereka semuapun berjalan menuju meja makan yang sudah tertata rapi dengan bermacam-macam masakan.
"Wah...enak sepertinya."ucap Dini yang sudah menengok air liurnya.
"Yaudah ajo makan!"ucap Dina,Dini yang sudah tidak sanggup menahannya lagi segera mengambil nasinya dan melahap dengan penuh nafsu membuat semua geleng-geleng kepala.
"Din,pelan-pelan makannya!"ucap Dhea,hanya dijawab dengan bulatan jarinya.
"Ini makan yang banyak."ucap Andrean yang meletakan nasi kepiringnya Dhea membuat semua mata tertuju kepada mereka berdua.
"Kak udah ini kebanyakan."ucap Dhea.
"Emang siapa yang nyuruh kamu habiskan semua?"ucap Andrean membuat Dhea menatapnya.
"Terus?"tanya Dhea.
"Bukannya sayang mau suapin aku ya?"tanya Andrean dengan wajah memelas.
"Ha...."Dhea kaget dengan apa yang dibilang Andrean.
"Yaudah kalau sayang tidak mau,aku tidak mau makan."ucap Andrean dengan wajah sedih yang dibuat-buat,membuat Dhea menaikan alisnya
"Nih om-om kenapa jadi manja begini sih?"guman Dhea.
__ADS_1
"I...ya...iya aku suapin sini!!"ucap Dhea pasrah dan meminta Andrean membuka mulutnya Andrean pun mengikuti perintah Dhea.
Kedua orang tuanya tersenyum bahagian dengan anak menantunya yang sudah mulai mencintai Dini yang melihat kemesraan Dhea dan Andrean merasa bahagia akhirnya sahabatnya itu diperlakukan baik oleh suaminya dan dia juga merasa sedih kerna sebagi wanita jomblo.
Acara makan malam mereka telah selesai dan hari mulai gelap Andrean pun meminta izin kepada kedua mertuanya itu untuk pulang.
"Ma,pa,Andrean dan Dhea pulang dulu ya!"ucap Andrean.
"Loh gak nginap sini aja?"tanya Mahendra.
"Tidak deh pa,lagian kasihan Dini."ucap Dhea.
"Tapi lain kali kita nginap kok pa."ucap Andrean.
"Yaudah hati-hati ya nak dan kalau Dhea bandel jewer aja telinganya!"ucap Mahendra membuat Andrean tersenyum dan Dhea memanyunkan bibirnya.
"Iya dek."ucap Dhea sambil memeluk adiknya itu.
"Yaudah jangan bandel ya jagain mama sama papa oke!!"ucap Dhea dan dianggukin Dion.
Setelah berpamitan mereka pun berjalan menghampiri sopir pribadi Andrean yang sudah menjemput mereka.
"Ayo pak ndy!"ucap Andrean kepada sopirnya.
"Baik tuan muda."ucapnya dan dan menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Sebelum pulang ke kediamannya mereka terlebih dulu mengantar Dini pulang kerumahnya setelah itu pak sopir kembali melanjukan mobilnya untuk mengantar majikannya pulang.
Dhea yang sudah merasakan kantuknya mencoba menahannya,namun dia tidak sanggup menahan kantuknya lagi membuat dia tertidur.
Andrean yang melihat Dhea tertidur menyenderkan kepala Dhea kebahunya dan menyelimuti Dhea dengan jasnya.
Sampai di kediamannya Dhea yang masih lelap dengan tidurnya Andrean tidak tega membangunkannya sehingga membuat Andrean menggendongnya untuk sampai kekamar dengan hati-hati Andrean meraih tubuh Dhea.
Para petugas keamanan yang melihat tuan mudanya menggendong nyonya muda mereka segera membukakan pintu dan memberi hormat kepad tuan mudanya.
"Selamat malam tuan muda nyonya muda."ucap mereka.
"Malam."ucap Andrean singkat dan meninggalkan mereka,para petugas itu mulai berdiskusi.
"Apa nyonya muda berhasil menaklukan tuan muda?"tanya salah satpam itu kepada teman sebelahnya.
"Sepertinya begitu."ucap temannya.
"Akhirnya kita bakalan punya tuan muda kecil."ucap satpam itu senang.
"Ih kamu jangan ngacok deh,lagian nyonya muda masih sekolah."ucap temannya.
"Iyakan tidak apa-apa,lagian tempat sekolah nyonya muda punya tuan muda."ucapnya lagi.
"Udah-Udah lanjut kerja."ucap temannya.
__ADS_1
Andrean dengan hati-hati menaiki anak tangga yang menghubungkan kekamar mereka,setelah sampai didalam kamarnya Andrean dengan hati-hati membaringkan Dhea dikasur dan membantu Dhea membuka sepatu Dhea selesai itu Andrean pun mengganti bajunya dengan piama tidurnya dan merebahkan tubuhnya disamping Dhea sambil memeluk istrinya itu.