
"Tidur lah disini,aku keluar sebentar kalau ada apa-apa panggil aja aku!"ucap andrean dan berlalu pergi meninggalkan dhea.
Dhea menarik selimut andrean dan menutupi tubuhnya tidak berapa lama dhea pun terlelap,didapur dimana tempat dhea terluka para pelajan sudah berdiri teratur dengan menundukkan kepala mereka kerna tidak berani menatap wajah bos mereka.
"Apa diantara kalian bisa jelaskan ini?"tanya andrean dengan menunjukkan penjerat tikus yang melukai jari kaki dhea.
"Tu..an muda saya bisa jelaskan."ucap seorang pria yang sudah berumur.
"Silahkan!"ucap andrean.
"Tadi pagi mirna memberitahu saya kalau ada tikus didapur,jadi saya menaruh penjerat tikus itu dilokasi tikus itu keluar."ucap pria itu terlihat andrean memijit pelipisnya.
"Sudah lah,kali ini saya maafkan jika terulang lagi hal ini kepada nyonya muda saya tidak akan memaafkan kalian."ucap andrean dengan penekanan membuat mereka ketakutan.
"Bubar."ucap andrean,mereka pun menunduk dan pergi meninggalkan andrean.
Setelah memberi peringatan kepada para pelajannya andrean berlalu pergi untuk melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda,sesampai dikamar matanya tertuju melihat dhea yang terbaring diatas ranjang dengan mata yang sembab membuat hatinya terasa sakit.
__ADS_1
"Apakah mungkin aku jatuh cinta kepadamu?"ucap andrean sambil menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah dhea ketelinga dhea.
"Jika aku jatuh cinta kepadamu,aku takut akan kehilangan mu sama seperti aku kehilangan lintang."ucap andrean dan perlahan air matanya jatuh sambil mengecup kening dhea.
Lintang kekasih andrean semasa SMA,namun disaat hari perpisah sekolah mereka,Lintang meninggal kerna kecelakaan.
FLASBACK......
Andrean dan Lintang terlihat bahagia kerna mereka tidak sabar untuk melihat hasil kerja keras mereka yang selama 3 tahun itu.
"Kenapa kamu tanya begitu?"tanya andrean.
"Iyakan,mungkin aku bakalan kuliah di luar negri."ucap linting sambil memanyunkan bibirnya membuat andrean ngemas dengan kekasihnya itu.
"Dengar ya!kemana pun kamu pergi aku akan mencari kamu sampai ketemu kamu yang nyebelin ini."ucap andrean sambil menarik hidung mancung lintang membuat lintang merintih kesakitan.
"Awww...sakit,kamu ini kebiasaan deh,kalau aku tidak ada didunia ini lagi hidung siapa yang bakalan kamu tari..k."ucap lintang terpotong kerna jari andrean sudah mendarat dibibirnya.
__ADS_1
"Kamu tidak boleh ngomong seperti itu."ucap andrean yang tidak diperdulikan lintang yang sudah asik dengan pandangannya kesebrang.
"Aku mau itu,aku mau itu."tunjuk lintang seperti anak kecil membuat andrean melihat kearah yang ditunjuk lintang.
"Yaudah kamu tunggu disini biar aku kesana oke!!"ucap andrean hanya dianggukan lintang.
Andrean meninggalkan lintang dan menyebrangi jalanan yang terlihat sunyi kerna tidak banyak kendaraan berlalu lalang dijalan yang menghubungkan kesekolah mereka namun sampai dtengah jalan lintang melihat sebuah mobil melaju dengan kencang kearah andrean kerna panik lintang yang mencoba memberi tahu andrean namun tidak didengar oleh andrean sehingga membuat lintang berlari menghampiri andrean dan mendorong tubuh andrean sehingga dia yang menggantikan andrean.
Andrean yang terjatuh akibat dorongan lintang segera berdiri dan betapa terkejutnya dia melihat lintang tergeletak dengan berlumuran darah,andrean menjerit memanggil nama lintang dan berlari kearah lintang segera andrean membawa lintang kepangkuannya,lintang yang melihat andrean memapah tubuhnya tersenyum dan mencoba menghapus air mata andrean yang jatuh.
"Jangan...me...nangis,a..ku...sa..ngat...men..cintaimu,set..elah...aku..per..gi..ca..rilah..peng..antiku."ucap lintang terbata-bata sampai kata teakhir lintang pun tak sadarkan diri.
"Tidak.....aku..mohon bangun lah."ucap andrean sambil memeluk lintang yang sudah tak bernyawa lagi.
Seorang pria seusia andrean keluar dari mobilnya setelah menelpon ambulan dengan ragu dia beranikan diri menemui andrean yang tengah memeluk lintang.
"Ma...afkan aku."hanya kata itu yang keluar dari mulut pria itu,andrean hanya menatap pria itu dengan mata membunuh dan membiarkan pria itu tak berapa lama ambulan datang segera para petugas rumah sakit mengambil jasad dari tangan andrean dan juga membawa andrean kerumah sakit untuk mengobati luka dikepalanya akibat terbentur kerna dorongan lintang.
__ADS_1