Istri Galak Tuan Muda

Istri Galak Tuan Muda
Sayang....


__ADS_3

"Tapi aku mencintaimu."ucap Andrean sambil menatap Dhea dalam-dalam.


Seketika Dhea mematung mendengar penuturan Andrean,seolah-olah tidak ada beban jantungnya seakan memompa lebih cepat dan aliran darahnya berjalan begitu lancar detakan jatungnya dapat didengarnya,cepat-cepat Dhea bergegas dari atas ranjang menghindari Andrean dan menarik nafas dalam-dalam menenangkan dirinya.


"Udah deh om gak usah ngingau deh!"ucap Dhea yang tidak percaya dengan ucapan Andrean.


"Aku lagi tidak ngingau,apa kamu tidak bisa membedakan orang yang ngingau sama yang serius?"ucap Andrean sambil turun dari ranjangnya dan berjalan ketoilet.


Dhea hanya bisa mematung tidak bisa berkata-kata lagi.


Andrean keluar dari toilet yang baru selesai mencuci wajahnya,Andreanpun mendudukkan tubuhnya diatas sofa panjang miliknya.


"Sini duduk,ada yang mau aku sampaikan!!"ucap Andrean sambil mempersilahkan Dhea duduk disampingnya.


Dhea membulatkan matanya tak percaya dengan perlakuan Andrean terhadapnya.


"Kamu mau sampai kapan berdiri disitu?apa kaki kamu tidak sakit?"tanya Andrean yang melihat Dhea masih diam berdiri ditempatnya.


Dhea memberanikan diri berjalan menghampiri Andrean yang duduk disofa dengan menyeret kakinya.

__ADS_1


"Om mau apa,aku harus siap-siap kesekolah."ucap Dhea yang sudah duduk disamping Andrean.


"Kamu tidak usah kesekolah hari ini,lagian kaki kamu juga luka."ucap Andrean sambil memandangi wajah bangun tidur Dhea membuat Dhea merasa malu dan menutupi wajahnya dengan tangan lembutnya membuat Andrean tersenyum.


"Kenapa ditutupin,sama suami sendiri kenapa malu?"ucap Andrean sambil menyingkirkan tangan Dhea dari wajahnya membuat mereka mata mereka tak sengaja bertemu jarak antara mereka begitu dekat sehingga mereka dapat merasakan hembusan nafas yang menggebu.


Dhea menarik tubuhnya menjauh dari Andrean,Dhea tidak mau Andrean mendengar detak jantungnya yang berdegup kencang.


"Kakak mau sampaikan apa?"tanya Dhea mencairkan suasana yang sempat memanas.


"Mulai sekarang kamu istri aku dan aku suami mu,kamu harus belajar mencintai aku begitu juga dengan ku satu lagi aku tidak suka bila kamu menyembunyikan sesuatu kepada ku aku harap kamu bisa jujur terhadapku kerna aku suami mu."ucap Andrean membuat Dhea semangkin deg-degkan didalam hatinya dia merasa bahagia namu disatu sisi lain dia juga masih tak percaya dengan ucapan Andrean.


"Dhea Larasati aku Andrean Syahputra Atmaja tidak bercanda dan aku sudah mulai menyukaimu."ucap Andrean dengan serius sambil menatap Dhea.


"Dia serius tidak ada sedikit kebohongan dari dalam matanya."guman Dhea.


"Baiklah,tapi bagaimana kamu membuktikan kalau kamu serius?"tantang Dhea.


"Okey,aku akan umumkan tentang pernikahan kita."ucap Andrean tanpa ragu.

__ADS_1


"Eh tidak...tidak..."ucap Dhea bangkit dari duduknya.


"Kenapa?"tanya Andrean penasaran.


"Tidak usah aku percaya kok sama kak,kalau semua teman aku tau bisa gawat tar."ucap Dhea,Andrean hanya mengangguk mengerti.


"Mulai sekarang kamu harus panggil aku sayang!!"ucap Andrean.


"Kenapa?"tanya Dhea polos.


"Iya kerna aku suami kamu sayang."ucap Andrean membuat Dhea salah tingkah.


"Yaudah aku kebawah dulu ambil serapan."ucap Andrean meninggalkan Dhea yang masih bengong.


"Sayang."ucap Dhea lirih.


"Yes....yes...Auw...."ucap Dhea senang sambil melompat dan tak sadar dengan lukanya.


Andrean yang masih didepan pintu kamar mendengar ucapan Dhea yang menampilkan senyum.

__ADS_1


__ADS_2