
"Jadi ini kamar kak Andrean?"tanya Dini.
"Iya."ucap Dhea.
"Oh iya Mbak yuli kenalin sahabat aku namanya Dini!"ucap Dhea.
"Yuli."ucap Yuli memperkenalkan diri.
"Saya Dini mbak."ucap Dini.
"Mulai sekarang mbak Yuli jadi kakak aku Din."ucap Dhea pamer.
"Ye,siapa bilang kak kamu aja,mbak Yuli juga jadi kak aku."ucap Dini tak mau kalah.
"Kamu cari kak yang lain aja,kenapa harus mbak Yuli cobak?"ucap Dhea sambil menarik tangan Yuli dan terjadi lah tarikan.aduh kasihan sekali Yuli nya....
"Aduhhhhh....sudah-sudah jadi kakak siapa aja boleh kok jangan tarik-tarikan seperti ini bisa-bisa tar kecantikan aku luntur dan kak Rian pasti gak mau sama aku."ucap Yuli kecoplosan dan cepat-cepat dia menutup mulutnya namun Dhea dan Dini sudah mendengarnya.
"Apa jadi mbak suka sama kak Rian?"ucap Dhea dan Dini bersamaan.
"Ti...dak...tidak."hindar Yuli.
"Ah,akuin aja mbak!"goda Dini sambil mencuil tangan Yuli.
"Iya mbak akuin aja,tenang kita akan bantuin mbak kok dapetin hatinya kak Rian dan menuju ke jenjang pernikahan."ucap Dhea bersemangat.
__ADS_1
"Apa mbak Yuli akan menikah?"tanya salah satu pelayan yang masih beres-beres dikamar Andrean yang sudah menjadi milik Dhea juga.
"Siapa yang menikah,lanjutin lagi kerjanya!"ucap Yuli kepada bawahannya itu.
"Mbak kalau nikah undang kita ya!"timpal yang satu nya lagi.
"Iya benar tu,kitakan juga mau melihat mbak menikah."ucap yang lainnya.
"Tidak ada yang menikah tidak ada undangan cepat selesaikan,sebentar lagi tuan muda akan kembali apa kalian mau dipecat."ucap Yuli kesal.
"Hahahahhahaaa,wajah mbak Yuli seperti kepiting rebus."Tawa Dhea terbahak-bahak melihat Wajah Yuli yang merah merona.
"Hahhahaaaa benar,mbak Yuli terlihat cantik seperti itu."timpal Dini terbahak-bahak.
"Kalian berdua ya..."ucap Yuli kesal.
"Yaudah lanjutin aja tertawanya aku ikhlas kok,aku lanjut kerja dulu sebentar lagi tuan muda kembali bisa gawat ntar."ucap Yuli.
"Baiklah mbak,dada mbak awas kak rian didepan loh."goda Dini.
"Biarin."ucap Yuli singkat dan meninggalkan mereka berdua dikamar kerna perkerjaan mereka memindahkan barang Dhea sudah selesai.
"Oh iya Dhe,apa kamu masih ingat tentang buku kamu yang ada tulisan menghina buk tutik?"ucap Dini.
"Iya,emang ada apa Din aku juga tidak tau siapa yang berbuat jahat kepada ku."ucap Dhea.
__ADS_1
"Yang menulis dibuku kamu itu Putri yang anak pindahan itu."ucap Dini membuat Dhea kaget.
"Ha,tidak mungkin bukannya dia orangnya agak pendiam gitu?"ucap Dhea tak percaya.
"Iya sih,tapi katanya dia gak senang sama kamu kerna kamu yang memengang juara pertama di kelas dan terbaik disekolah."ucap Dini menjelaskan.
"Apa hubungannya dengan dia?"tanya Dhea.
"Iya kerna dia dulu juara pertama disekolah lamanya jadi dia tidak terima kalau kamu jadi juara makanya dia berbuat seperti itu."ucap Dini menjelaskan.
"Tapi kamu tenang aja dia udah dikeluarkan dari sekolah kerna ketahuan sama buk tutik."ucap Dini.
"Dikeluarkan?"tanya Dhea.
"Iya."ucap Dini.
"Udah deh,lebih baik kita kraokean aja ya!"pinta Dini.
"Iyadeh."ucap Dhea.
"Dimana alat kraokeannya?"tanya Dini.
"Sepertinya dilaci itu deh Din."ucap Dhea sambil menunjuk laci yang dibawah tv.
"Iya benar disini."ucap Dini dan segera Dini menyalakannya.
__ADS_1
"Mau lagu apa Dhe?"tanya Dini sebelum menyetelnya.
"Lagu Cinta Laura judulnya oh baby!"ucap Dhea.