
"Ma...afkan aku."hanya kata itu yang keluar dari mulut pria itu,andrean hanya menatap pria itu dengan mata membunuh dan membiarkan pria itu tak berapa lama ambulan datang segera para petugas rumah sakit mengambil jasad dari tangan andrean dan juga membawa andrean kerumah sakit untuk mengobati luka dikepalanya akibat terbentur kerna dorongan lintang.
Sampai rumah sakit jasad lintang dibawa ke sebuah ruangan,untuk menjahit kepala jasad lintang yang mengeluarkan darah,tidak lupa Andrean menghubungi abangnya lintang yang tak lain sahabatnya sendiri.
Setelah setengah jam Andrean menghubungi abangnya lintang yaitu Khenisen yang biasa dipanggil kheni.
Kheni yang melihat Andrean bersandar di dinding ruangan dimana jasad lintang berada,melesetkan sebuah tinjuan kewajah Andrean sehingga Andrean mengeluarkan darah segar dari bibirnya.
"Khen tenang...dengarkan dulu penjelasan Andre!!"Rian mencoba menenangkan Kheni yang sudah tidak bisa menahan emosinya karna Lintang adik perempuan kesayangannya.
"Bagaimana gue bisa tenang ha,gara-gara si brengsek ini gue kehilangan adik gue Ri."Kheni balik marah dan menarik kerah seragam Rian.
"Lo kira dengan cara seperti ini lo bisa mengembalikan Lintang ha?"Rian yang tak terima dengan sikap kasar Kheni balik membentak Kheni membuat Kheni melepaskan tangannya dari kerah seragam yang dikenakan Rian.
"Hahahaaa,gue tidak bisa melihat senyuman adik gue lagi,hahahaaa."Kheni terbahak membuat Andrean semakin merasa bersalah dan Rian merasa kasihan melihat sahabatnya itu.
__ADS_1
"Khen,ini semua salah gue!gue tidak bisa menjaga Lintang dengan baik,kalau saja Lintang tidak menolong gue mungkin Lintang masih disisi lo."ucap Andrean.
"Semua ini memang salah lo,lo itu tidak berguna bahkan lo tidak bisa menjaga orang yang lo cintai."Kheni marah setelah mendengar ucapan Andrean.
"Dengar Ndre mulai sekarang lo bukan sahabat gue lagi dan mulai sekarang gue tidak akan biarkan lo mendapatkan pengganti Lintang gue mau lo hidup menderita tanpa orang yang mencintaimu."ucap Kheni seperti kerasukan setan.
"Khen..."perkataan Andrean terpotong dengan ucapan Kheni yang mengusir mereka.
"PERGI!!!!!DAN JANGAN PERNAH KEMBALI LAGI!!!!!"teriak kheni.
"Lin gue mungkin sudah menemukan pengganti lo dia cantik sama seperti lo dan terkadang sikap manja dan cara berbicaranya mengingatkan gue dengan suara mu tapi dia tidak selembut lo dia galak."Andrean berbicara dengan foto Lintang yang ada di dompetnya dan sekilas melirik kearah Dhea yang sudah tertidur lelap.
Andrean kembali menyimpan foto lintang kedalam dompetnya lagi dan membaringkan tubuhnya disamping Dhea,tak berapa lama Andrean memasuki alam mimpinya.
Dipagi hari yang cerah,sinar cahaya matahari memasuki kamar Andrean dimana Dhea juga tidur dikamar itu sinar mentari mengenai wajah Dhea sehingga membangunkan Dhea dari tidurnya dan perlahan Dhea meregangkan otot-otot tanganya dan betapa terkejutnya Dhea saat mengubah arah pandangnya,Andrean yang sedang memeluknya.
__ADS_1
"Aaaaaaaaaaa."Dhea berteriak sehingga membuat Andrean terbangun dan melepaskan pelukannya.
"Ada apaan sih?pagi-pagi berteriak?"tanya Andrean polos sambil mengucek matanya.
"Kamu apain aku om?"tanya Dhea sambil menutupin tubuhnya dengan selimut.
"Aku cuman peluk kamu."ucap Andrean tak berdosa.
"Dasar brengsek berani sekali kamu."ucap Dhea marah.
"Lagian kamu itu istri aku kalau aku peluk kamu atau lebih itu hak aku dan kamu wajib melayanin aku"ucap Andrean.
"Tapi aku tidak mencintai kamu."ucap Dhea.
"Tapi aku mencintaimu."ucap Andrean sambil menatap Dhea dalam-dalam.
__ADS_1