
Di Pagi hari jam menunjukkan pukul 07:00.
Namun Andrean dan Dhea masih nyaman dengan tidur mereka dengan saling berpelukan seperti Teletubbies dan juga karena hari minggu sehingga membuat mereka bermalas-malasan.
Rian yang seperti biasanya akan mengajak sahabatnya itu untuk berjoging dengan rasa bahagia dia masuk ke rumah Andrean.
"Pagi yuli."sapa Rian.
"Pagi tuan Rian."jawab yuli sambil menunduk.
"Yaudah saya keatas dulu."ucap Rian kepada Yuli.
"Tuan nyonya muda ada dikamar tuan muda"ucap Yuli namun tidak didengar rian yang sudah sampai atas.
Tanpa ketok pintu Rian membuka pintu kamar Andrean seperti biasanya,namun dia tidak tau kalau Dhea sudah satu kamar dengan Andrean.
"Andrean ayo bangun,bukannya kamu mau joging?"ucap Rian sambil mendekati Andrean dan betapa terkejutnya dia melihat ada seorang wanita di atas ranjang Andrean dan mereka saling berpelukan.
"Aaaaaaaaaaaa."teriak Rian membuat Andrean dan Dhea terbangun.
"Kak...kak Rian ngapain disini?"ucap Dhea gugup dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Aku tidak lihat.....aku tidak lihat."ucap Rian sambil menutup matanya.
"Kamu kebiasaan bukannya ketok pintu dulu main masuk aja,untung istri gue masih pakai baju kalau gak aku ambil mata mu yang melihat tubuh istriku."ucap Andrean membuat Rian ketakutan.
"Aku kan tidak tau kalau Dhea satu kamar sama kamu."ucap Rian membela diri.
__ADS_1
"Yaudah sana ngapain masih disini."usir Andrean dan Rian langsung keluar dari kamar Andrean.
"Aduh mata ku tidak suci lagi ini."grutu Rian.
"Ada apa tuan?"tanya Yuli yang melihat Rian komat-kamit.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau mereka satu kamar?"tanya Rian kesal.
"Saya sudah memberitahu tuan,tapi tuan tidak dengar."ucap Yuli apa adanya.
"Iyadeh,"ucap Rian.
"Ehmmm....kamu udah punya pacar?"tanya Rian tiba-tiba membuat Yuli gugup.
"Ke...napa tuan?"tanya Yuli terbata-bata.
Saat Rian berjalan meninggalkan Yuli,langkahnya terhenti saat mendengar jawaban Yuli.
"Saya belum ada pacar tuan."ucap Yuli sambil menunduk.
"Oh..."ucap Rian salah tingkah.
"Saya lanjut kerja dulu tuan,permisi."ucap Yuli dan meninggalkan Rian yang masih mematung.
"Yes aku punya kesempatan banyak."ucap Rian bersemangat.
Andrean yang lagi menuruni anak tangga mendengar ucapan Rian yang terlihat bersemangat.
__ADS_1
"Kesempatan banyak apa?"tanya Andrean yang sudah berada dibelakang Rian.
"Eh gak ada kok."ucap Rian membuat Andrean menautkan alisnya.
"Yaudah yuk joging!"ucap Rian sambil merangkul Andrean.
Dhea yang baru selesai mandi turun kebawah untuk serapan karena sedari tadi cacing didalam perutnya meronta minta dikasi asupan.
"Dhea mau serapan?"tanya Yuli,yang tidak segan lagi untuk memanggil nama nyonya mudanya itu seperti yang dipinta Dhea.
"Iya mbak,kak Andrean dan kak Rian sudah pergi?"tanya Dhea,sambil memasukan nasi goreng kedalam mulutnya yang sudah disediakan Yuli.
"Sudah Dhe."ucap Yuli sambil tersenyum,mengingat Rian yang berbicara padanya.
Dhea yang dapat merasakan bau-bau kasmaran mulai menggoda Yuli"Ekhm...ekhm...kayaknya ada yang lagi berbunga-bunga ni?"goda Dhea sambil mengedipkan matanya sebelah.
"Ehmm...tadi tuan Rian bertanya apa aku sudah punya pacar apa belum."ucap Yuli malu-malu.
"Mbak jawab apa?"tanya Dhea bersemangat.
"Mbak bilang belum."ucap Yuli.
"Terus bagaimana ekspresinya?"tanya Dhea tidak sabaran.
"Dia cuman bengong kayak patung."ucap Yuli seperti apa yang dia lihat.
"Sepertinya kak Rian suka sama mbak deh."ucap Dhea membuat mata Yuli berbinar.
__ADS_1
"Benar kah?"tanya Yuli sambil memengang kedua tangan Dhea.