Istri Galak Tuan Muda

Istri Galak Tuan Muda
berjalan bersama...


__ADS_3

Dhea begitu serius menonton layar yang didepannya dengan, tangan tang berhenti mengambil makanan dan sesekali ia tertawa, Andrean hanya memperhatikan Dhea yang begitu menikmati filmnya.


Dan tanpa sengaja saat Dhea ingin mengambil minumnya bertepatan dengan Andrean yang ingin mengambil minumannya juga sehingga tangan mereka saling bersentuhan.


Dhe menatap Andrean begitu lama sambil tangan tak henti bergerak mengambil popcorn Dan memasukan ke mulutnya, suara kunyahan popcorn Dhea membuat Andrean sadar Dan menjentik kening Dhea membuat Dhea meringis kesakitan.


"Auw, sakit tau." umpat Dhea.


"Pelan pelan makannya tidak ada yang merebutnya!" ucap Andrean membuat Dhea Memanyunkan bibirnya Dan kembali fokus pada filmnya.


"Apa tidak mau belanja, sayang?" tanya Andrean dengan kata sayang membuat Dhea merona.


"Oh iya, lusa ulang tahun dini bagusnya kasi kado apa ya." ucap Dhea berpikir.


"Apa aja yang kamu kasi, Dini pasti senang kok." ucap Andrean.


Dari kejauhan seorang pria berbaju hitam, bertopi hitam serta pakai masker, sedari tadi memperhatikan mereka, tanpa mereka sadari.


"Aku tidak akan membiarkan kamu bahagia." ucap pria itu dan pergi.

__ADS_1


Setelah berpikir lama akhirnya Dhea sudah memutuskan untuk membeli tas yang selalu diinginkan sahabatnya itu.


"Dini pasti sangat senang jika Aku kasi hadiah tas yang ia inginkan." ucap Dhea.


"Ya sudah pilih yang sesuai dengannya, dan kamu juga." ucap Andrean, bertepatan ponselnya berdering.


"Kamu masuk duluan nanti Aku nyusul setelah. menerima panggilan ini." ucap Andrean di anggukan Dhea dan tak lupa memberikan atmnya Dhea pun berjalan masuk ke toko merek GGUCHI itu.


"Mbak tas seperti ini?" tanya Dhea yang menunjukkan foto di ponselnya.


"Ada mbak,tunggu sebentar biar saya ambilkan." ucap pelayan toko itu.


"keduanya mbak." ucap Dhea dengan segera pelayan itu membungkusnya dengan rapi.


Setelah melakukan transaksi Dhea pergi meninggalkan toko itu dan berjalan menghampiri Andrean yang masih menelpon.


"Sudah selesai sayang?"tanya Andrean sedikit menjauhkan ponselnya.


"Sudah." ucap Dhea dan menunjukkan belanjaannya.

__ADS_1


Andrean memperhatikan jam tangannya dan segera mengakhiri panggilannya.


"Apa kamu lapar? " tanya Andrean dan mengambil alih belanjaan Dhea, Dhea mengangguk pelan.


"Aduh jika seperti ini, lama lama Aku bisa jadi jatuh cinta." batin Dhea.


"Baiklah kita cari tempat makan." ucap Andrea dan menggandeng tangan Dhea.


Di sebuah cafe kecil, kedua shami istri itu, begitu menikmati makan mereka begitu nikmat,namun suasana baik itu hilang seketika.


"Andrean." ucap seorang wanita membuat Dhea menoleh ke sampingnya, ia dapat melihat wanita modis kekurangan bahan berjalan menghampiri mereka dan duduk disamping Andrea.


"Lama tak berjumpa, kamu semakin tampan." ucap wanita itu sambil merangkul tangan Andrean, Andrean menipis tangan wanita itu namun tetap saja wanita itu kembali mencoba merangkul lengan Andrea.


Dhea yang melihat itu kesal sehingga dia mengebrak meja.


Brakkkkkkkk....


"Ais,dasar wanita sialan, apa kau tidak bisa lihat kita sedang makan, apa mata lo sudah muta ha." bentak Dhea, Andrean hanya berdoa dalam hati agar Dhea tidak melibatkannya.

__ADS_1


"Ya, allah semoga hamba mu tidak kena hukuman." ucap Andrean membatin,dia masih mengingat bagaimana kejadian dia membersihkan rumah, jika dia terkena maka dia tidak membayangkan akan pekerjaan apa yang akan dia lakukan.


__ADS_2