Istri Galak Tuan Muda

Istri Galak Tuan Muda
Ancam Dion....


__ADS_3

"Hehee...."Dini cengegesan saat melihat Dhea menatapnya.


Saat Andrean mau menjawab,ponselnya berdering Andrean langsung menggeser tombol hijau dilayar ponselnya saat tau yang menelpon mertuanya.


"Assalamualaikum ma."ucap Andrean,setelah lima belas menit Andrean mengakhiri panggilannya.


"Ada apa kak?"tanya Dhea penasaran.


"Mama minta kita makan bersama dirumah mama."ucap Andrean hanya ditanggapin anggukan oleh Dhea.


"Lain kali kita makan direstaurant ya."ucap Andrean sambil tersenyum.


"Oke kak."ucap Dini.


Tidak memakan waktu lama mereka sampai dirumah orang tua kandung Dhea,jarak rumah Andrean dan mertuanya tidaklah jauh hanya memakan waktu setengah jam saja itu dalam kecepatan sedang beda jadinya kalau kecepatan tinggi.


Dion yang baru pulang dari sekolahnya melihat Dhea turun dari mobil segera berlari menghampirinya dan memeluknya dion melepaskan rindunya kepada kakak nya itu selamat hampir 4 bulan tidak bertemu membuat dia menangis dalam pelukan kak nya.


"Hiks...hiks...kak kenapa baru datang jenguk Dion hiks...hiks."tanya Dion sambil menagis.


"Maafin kak ya!!"ucap Dhea.


"Dion,tidak boleh seperti itu kak Dhea kan sudah menikah."ucap Dina.

__ADS_1


"Maaf mama Dina."ucap Dion dan melepaskan pelukannya.


"Tidak apa-apa ma."ucap Dhea.


"Yaudah kita masuk yuk,papa kamu sudah nungguin dari tadi."ucap Dina sambil merangkul putri dan menantunya,sampai tidak memperdulikan Dini


"Ekhmmm....ekhmmmm."dehem Dini menyadarkan mereka.


"Eh Dini,kamu disini juga?"tanya Dina yang baru menyadari keberadaannya.


"Yaelah tan,dari tadi Dini disini."ucap Dini dengan wajah kesal


"Eh maaf Din!"ucap Dhea canggung.


"Udah-udah,gak usah pada ribut ayo masuk!"ucap Dina sambil mendorong mereka bertiga.


"Iya ma,tapi gak usah didorong juga."ucap Dhea.


"Nungguin kalian jalan lama."oceh Dina.


"Eh...ma ini kenapa pada didorong sih?"tanya Mahendra yang melihat istrinya mendorong patung hidup.


"Mereka lama sekali jalannya."ucap Dina Mahendra hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan istrinya itu.

__ADS_1


"Ayo nak Andrean duduk,Dhea,Dini!!!"ucap Mahendra.


"Iya pa."ucap Andrean sambil duduk menghadap papa mertuanya dan diikuti Dhea duduk disamping Andrean dan Dini duduk disamping Dina dan Dion.


"Oh iya nak Andrean,bagaimana Dhea disana?apa dia buat keributan?"tanya Mahendra membuat Dhea melotot.


"Buat keributan,yang ada om Andrean yang buat keributan."umpat Dhea membuat Mahendra menatapnya tajam sedangkan Andrean hanya tersenyum mendengar umpatan Dhea yang memang kenyataannya.


"Dhea nak Andrean itu suami kamu,kenapa kamu panggil om?"tanya Mahendra,Dhea mengerutkan keningnya.


"Itu panggilan sayang pa untuk Andrean,iyakan sayang?"ucap Andrean sambil tersenyum.


"Eh...iya sayang."ucap Dhea sambil memasang senyuman palsu.


"Alhamdulillah jik kalian sudah saling mencintai."ucap Dina bahagia.


"Kak Andrean,jangan buat kak Dhea sedih ya!awas aja kalau kak Dhea sampai sedih aku akan balas dendam."ucap Dion dengan nada mengancam.


"Dion sayang tidak boleh seperti itu."ucap Dina.


"Iya dek,kak Andrean pasti tidak akan buat kak sedih kok."ucap Dhea membujuk adiknya itu.


"Iya kak Andrean janji tidak akan buat kak Dhea sedih okey."ucap Andrean sambil mengusap rambut Dion.

__ADS_1


"Baiklah,terimakasih."ucap Dion yang puas dengan ucapan Andrean.


__ADS_2