Istri Galak Tuan Muda

Istri Galak Tuan Muda
kakak.....


__ADS_3

Andrean meninggalkan Dhea dikamarnya dan sebelum berangkat kekantor Andrean meminta Yuli dan yang lainnya untuk memindahkan semua barang Dhea kekamarnya,yuli hanya bisa menuruti perintah tuan mudanya tidak berani untuk bertanya lebih banyak.


"Itu barang nyonya muda,jadi tolong hati-hati!"perintah yuli kepada bawahannya.


"Siap mbak."ucap mereka semua.


Dhea yang mendengar keributan didepan kamarnya lebih tepat kamar Andrean,berdiri dari duduknya kerna rasa kepo yang melanda dirinya.


Yuli bersama yang lainnya sudah sampai didepan pintu kamar tuan muda mereka dan yuli berniat untuk mengetuk pintu tidak sengaja malah mengetuk jidat Dhea.


"Auw...."rintih Dhea sambil mengelus jidatnya.


"Nyo....nya muda maaf,saya tidak tau kalau nyonya muda ada didepan pintu dan saya mohon jangan pecat saya."ucap Yuli Khawatir bahwa Dhea bakalan marah dan memecatnya.


"Siapa yang mau pecat?lagian kalian semua pada lagi ngapain ribut sekali?"tanya Dhea sambil mengelus jidatnya yang masih terasa sakit.


"Tadi tuan muda berpesan untuk memindahkan semua barang nyonya muda kekamar tuan muda kerna mulai sekarang nyonya muda tinggal dikamar tuan muda."ucap Yuli.


"What...aku gak salah dengar ini?"tanya Dhea tak percaya.


"Benar nyonya mu."ucap Yuli membenarkan.


"Baiklah,lakukan pekerjaan kalian,dan kalau dilihat-lihat kamu lebih tua dari saya benarkan?"tanya Dhea kepada Yuli.

__ADS_1


"Benar nyonya muda."ucap Yuli sambil menunduk.


"Jadi mulai sekarang aku akan panggil kamu mbak!"pinta Dhea sambil menggenggam tangan Yuli.


"Ta....pi nyonya muda."ucap Yuli ragu.


"Gak ada tapi-tapian lagian aku juga gak punya kakak dan disini tidak ada orang yang mengerti aku selain mbak Yuli."ucap Dhea dengan wajah kasihan.


Memang selama Dhea tinggal di kediaman Andrean hanya Yuli yang berani berbicara dengannya dan juga mengerti tentang perasaan Dhea.


"Baiklah nyonya muda."ucap Yuli pasrah.


"Tidak usah panggil aku nyonya muda,panggil nama aku aja biar seperti kakak adik."ucap Dhea.


"Okey Dhea."ucap Yuli sambil tersenyum dan Dhea membalas senyuman Yuli dengan bahagia.


"Okey mbak."ucap Dhea sambil mengedipkan satu matanya membuat yuli geli.


Setelah Dhea menuruti apa yang dipinta Yuli kini Yuli dan rekannya melanjutkan pekerjaan mereka kembali.


"Itu pakainya nyonya muda ditata rapi didalam lemari pakaian tuan muda ya jangan sampai ada yang mengkerut."perintah Yuli.


Dhea hanya memperhatikan para pelajan itu melakukan pekerjaan mereka,dia sama sekali tidak dibolehin untuk membantu sama sekali oleh Yuli membuat dia merasa bosan.

__ADS_1


"Ufhhhh....mbak benaran aku tak boleh membantu kalian?"tanya Dhea sambil menopang dagunya.


"Benar,tidak boleh lagian kaki kamu masih luka."ucap Yuli.


"Tapi aku bosan."ucap Dhea sambil memayunkan bibirnya.


"Dhea,kamu gak apa-apakan dimana lukanya sini biar aku lihat!"Dini menerobos masuk membuat Dhea kaget dan juga senang.


"Astaqfirullah,Din kamu mau buat aku jantungan apa tiba-tiba datang bukannya ucap salam atau ketuk pintu dulu."ucap Dhea.


"Ah bodoh amat,yang penting kamu tidak apa-apa."ucap Dini lega.


"Kamu kok tau rumah kak Andrean disini dan kamu apa gak kesekolah?"tanya Dhea.


"Tadi kak Andrean yang nelpon aku dan juga meminta aku untuk nemani kamu disini."ucap Dini.


"Tapi aku merasa aneh kenapa kak Andrean tiba-tiba perhatian sama kamu ya?"tanya Dini penasaran.


"Mungkin dia udah mulai jatuh cinta kepada ku."ucap Dhea santai.


"Ha...yang benar Dhe?"tanya Dini meyakinkan dirinya.


"Iya benar,lihat noh semua barang-barang aku dipindahkan kekamarnya."ucap Dhea.

__ADS_1


"Jadi ini kamar kak Andrean?"tanya Dini.


"Iya."ucap Dhea.


__ADS_2