Istri Galak Tuan Muda

Istri Galak Tuan Muda
Rian panas.


__ADS_3

"Kalau gak percaya kita buktiin aja nanti." ucap dhea penuh arti.


"Bagaimana membuktikannya?" tanya yuli bingung.


"Heheheeee," tawa Dhea dan mulai menceritakan rencananya membuat yuli mengangguk setuju.


Andrean dan rian yang, baru selesai dari jogging segera menuju dapur untuk mengambil minum.


"Gluk.. gluk, ah segarnya." ucap Rian saat minumnya habis satu botol air dingin dari kulkas.


"Jia, dimana nyonya muda dan Yuli?" tanya Andrean karena tidak biasanya sang istri tidak bersuara.


Biasanya istrinya itu, selalu membuat keributan kalau gak nyetel lagu dengan suara keras, pasti main game yang heboh sendiri.namun ini dia tidak mendengar suara wanita itu.


"Nyonya muda dan mbak Yuli tadi keluar ngejar mang dadang." ucap jia salah satu pelayannya.


Dan tak berapa lama terdengar suara cekikikan Dhea dan Yuli yang begitu senang membahas pria lain.


"Hahhaa, pria tadi tampan mbak apa lagi tadi dia memandangi mbak terus pasti dia suka sama mbak." ucap Dhea berjalan masuk sambil membawa kantong plastik berisikan bubur ayam.

__ADS_1


"Masa sih, mbak gak yakin tapi kalau dia suka mbak, mbak mau kok jadi istrinya." ucap Yuli.


Rian yang mendengar pembicaraan mereka merasa panas telinga dan hatinya, dia kembali mengambil satu botol lagi air dingin dari kulkas dan meminumnya dengan air berceceran di bajunya sehingga baju yang ia kenakan sudah basah oleh keringat, semakin basah oleh tumpahan air.


"apa yang kau lakukan, kalau mau mati jangan disini." ucap Andrean pedas.


"kau benar, aku tidak akan mati disini tenang aja." ucap Rian menahan kekesalannya, tidak mungkin dia memarahi Andrean kan.


"Sial, jika aku tau siapa pria itu akan ku bunuh dia. " batin Rian dan berjalan pergi.


"Mau kemana lo?" tanya Andrean.


"Mau pulanglah." ucap Rian ketus.


"Kamu dari mana, dan siapa yang digodain? " tanya Andrean menatap mereka berdua.


"Anu.. tuan muda saya permisi." ucap Yuli menunduk dan izin undur diri serta membawa belanjaan mereka tadi.


"Ah, tadi kita beli bubur ayam mang dadang, tidak ada di godain itu tadi kita lagi ngerjain kak rian aja." ucap Dhea menjelaskan.

__ADS_1


"Ha, apa hubungannya dengan Rian?" tanya Andrean tak mengerti.


"Is, kak ini tidak mengerti apa,aku dan mbak Yuli lagi memanas-manasi kak rian biar dia mau ungkapkan perasaan kalau kak rian itu suka mbak yuli." ucap Dhea kesal karena ketidak kepekaan Andrean.


"Oh,yaudah jangan marah." ucap Andrean membujuk Dhea agar tidak marah.


"Bersiap-siap lah nanti!" ucap Andrean membuat Dhea yang asik memakan bubur ayamnya menoleh kearahnya.


"Kemana?" tanya Dhea yang masih mengunyah makanannya.


"Selesaikan dulu makanannya baru berbicara." ucap Andrean dan sambil membersihkan sisa makanan di bibir Dhea membuat Dhea merona.


"Aku mau ajak kamu ke mall." ucap Andrean membuat dia sangat senang.


"Apakah boleh nonton?" tanya Dhea cepat.


"Boleh." ucap Andrean tersenyum singkat.


"Ye," ucap Dhea seperti anak kecil yang habis dapat permen, dengan cepat dia menyelesaikan makanannya hingga habis dan segera naik bergegas membersihkan dirinya,Andrean tersenyum geli melihat tingkah istrinya itu yang masih terlihat bocah.

__ADS_1


"Dasar bocil." gumam Andrean tersenyum dan menyusul Dhea.


Seperti janji Andrean kini mereka telah sampai di mall terbesar di jakarta, terlihat mereka membeli tiket dan jangan lupakan popcorn dan segelas es tiramisu.


__ADS_2